27.2 C
Kediri
Monday, July 4, 2022

Jadi Perantara Transaksi Sabu, Warga asal Badas Dituntut 5,5 Tahun

NGASEM, JP Radar Kediri– Iqbal Hermawan, 26, terdakwa pengedar sabu-sabu (SS), dituntut 5 tahun 6 bulan (5,5 tahun) penjara. Selain itu, warga Desa Bringin, Kecamatan Badas ini juga harus membayar denda Rp 1 miliar.

“Jika tidak bisa membayar, maka akan diganti dengan hukuman tiga bulan,” terang Jaksa Penuntut Umum (JPU) Tomy Marwanto dalam persidangan di ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Kediri kemarin.

Di hadapan majelis hakim yang diketuai Bob Rosman didampingi Adhika B. Prasetyo dan Rofi Heryanto, jaksa menyatakan terdakwa melakukan tindak pidana menjadi perantara jual beli narkotika golongan satu. Iqbal melanggar pasal 114 ayat 1 UU Nomor 35/2009 tentang Narkotika.

Hal yang memberatkan, perbuatan Iqbal tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas peredaran narkotika. Sedangkan yang meringankan, dia mengakui perbuatannya dan berjanji tidak mengulangi.

Baca Juga :  Perum Perhutani KPH Kediri Tanam 20.000 Pohon

Kasus Iqbal terjadi 26 September 2021. Kala itu ia menghubungi Agil (DPO) untuk memesan sabu Rp 1 juta. Transaksi dengan cara ranjau di pinggir jalan Desa Bringin. Dua plastik klip sabu dimasukkan bungkus rokok.

“Bagaimana terdakwa dengan tuntutan JPU, apa yang disampaikan?” tanya Bob. Menjawab pertanyaan itu, Iqbal memohon keringanan hukuman. Selanjutnya sidang putusan akan dibuka pada Rabu (13/4). (ara/ndr)

 

- Advertisement -

NGASEM, JP Radar Kediri– Iqbal Hermawan, 26, terdakwa pengedar sabu-sabu (SS), dituntut 5 tahun 6 bulan (5,5 tahun) penjara. Selain itu, warga Desa Bringin, Kecamatan Badas ini juga harus membayar denda Rp 1 miliar.

“Jika tidak bisa membayar, maka akan diganti dengan hukuman tiga bulan,” terang Jaksa Penuntut Umum (JPU) Tomy Marwanto dalam persidangan di ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Kediri kemarin.

Di hadapan majelis hakim yang diketuai Bob Rosman didampingi Adhika B. Prasetyo dan Rofi Heryanto, jaksa menyatakan terdakwa melakukan tindak pidana menjadi perantara jual beli narkotika golongan satu. Iqbal melanggar pasal 114 ayat 1 UU Nomor 35/2009 tentang Narkotika.

Hal yang memberatkan, perbuatan Iqbal tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas peredaran narkotika. Sedangkan yang meringankan, dia mengakui perbuatannya dan berjanji tidak mengulangi.

Baca Juga :  Bledug Kelud Buka Kans ke Babak 16 Besar

Kasus Iqbal terjadi 26 September 2021. Kala itu ia menghubungi Agil (DPO) untuk memesan sabu Rp 1 juta. Transaksi dengan cara ranjau di pinggir jalan Desa Bringin. Dua plastik klip sabu dimasukkan bungkus rokok.

“Bagaimana terdakwa dengan tuntutan JPU, apa yang disampaikan?” tanya Bob. Menjawab pertanyaan itu, Iqbal memohon keringanan hukuman. Selanjutnya sidang putusan akan dibuka pada Rabu (13/4). (ara/ndr)

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/