29.8 C
Kediri
Friday, July 1, 2022

Ternyata Begini Motif Suami yang Bunuh Istri di Wonojoyo Gurah

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Apa motif Ainun Nofi Hafiful, 30, tega menghabisi istrinya, Eka Rini, 29? Sampai tadi malam, apa yang melatarbelakangi kasus yang menghebohkan warga Dusun Krajan, Desa Wonojoyo, Kecamatan Gurah itu belum terungkap sepenuhnya. 

Ainun memang sudah mengaku menghabisi sang istri. Alasannya, seperti yang diakui oleh pekerja di salah satu distributor ini, karena persoalan cemburu. 

“Pelaku mengaku mata gelap karena menduga istrinya selingkuh. Itu yang dikatakan pada penyidik,” terang Kasat Reskrim Polres Kediri AKP Rizkika Athmada ketika dikonfirmasi kemarin.

Pengakuan Ainun itu sedikit memunculkan tanda tanya, terutama bagi warga sekitar rumah pelaku. Selama ini pasangan tersebut jarang terlihat cekcok. Bahkan, terkesan baik-baik saja. Apalagi pasangan ini sudah dikarunia dua anak. Yang satu berusia lima tahun, sedangkan adiknya berumur 3 tahun. 

Kedua pasangan ini juga sama-sama bekerja. Bila Ainun di salah satu distributor produk makanan dan minuman berskala nasional, Rini bekerja sebagai karyawan salon. Lokasi salon ini juga di desa setempat. 

Baca Juga :  Tronton Terguling di Pagu, Puluhan Ton Batubara Berserakan

“Sorenya (sebelum pembunuhan) saya sempat melihat keduanya berboncengan menggunakan sepeda motor,” kata Yoyok, yang rumahnya bersebelahan dengan rumah pelaku.

Wanita ini mengatakan, pasangan Ainun dan Rini baru pindah ke Dusun Krajan Mei lalu. Tepatnya usai Lebaran. Selama itu Yoyok tak pernah mendengar adanya perselisihan atau cekcok. 

Dia mengaku tak tahu persis kejadian itu. Saat peristiwa malam hari tersebut dia sudah tertidur. Baru pada pagi harinya dia mendapat kabar bahwa Rini sudah meninggal. Mayatnya ditemukan di lantai dapur. 

“(Sedangkan) Ainun dan ibunya dibawa polisi setelah duhur tadi,” aku Yoyok. 

Menurut Rizkika, berdasarkan hasil pemeriksaan, yang menemukan tubuh korban pertama kali adalah ibunda Ainun, Darmianti. Dia mendapati menantunya tergeletak di lantai dapur dalam keadaan luka parah. Ada luka sayatan di pergelangan tangan, luka cekikan di leher, dan lebah di seluruh tubuh. Dia kemudian meminta anaknya membawa Rini ke rumah sakit. 

Laporan awal yang diterima polisi pun adalah informasi bunuh diri. Namun, saat polisi dan tim Inafis mendatangi rumah korban sekitar pukul 23.30, yang terjadi justru kecurigaan polisi. Mereka menganggap luka yang ada bukan akibat bunuh diri.

Baca Juga :  Percobaan Pembunuhan di Xenia: Ririn Ngotot Membela Diri

Luka cukup dalam terlihat di bagian pangkal paha dan kaki kanan. Ada bekas tusukan di tempat itu. Juga ada lebam seperti bekas pukulan. Juga ada sayatan di kedua lengan wanita asal Kelurahan Dandangan, Kecamatan Kota, Kota Kediri itu.

Polisi kemudian membawa jenazah ibu dua anak itu ke RS Bhayangkara. Namun hasilnya belum keluar hingga pukul 20.00 tadi malam. Sementara Ainun dan ibunya dibawa ke Polres Kediri. 

Di Hadapan petugas itulah Ainun mengaku telah melakukan kekerasan kepada istrinya. Hal tersebut karena dia menduga Rini telah berselingkuh. Akibat gelap mata, ia melakukan penganiayaan. Setelah mencekik, Ainun juga menusuk perut Rini. 

“Perbuatan yang dilakukan oleh Ainun telah melanggar pasal 44 ayat (3) UU RI No.23 tahun 2004 tentang KDRT ancaman hukuman 15 tahun penjara,” pungkas Rizkika. (ara/fud)

 

- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Apa motif Ainun Nofi Hafiful, 30, tega menghabisi istrinya, Eka Rini, 29? Sampai tadi malam, apa yang melatarbelakangi kasus yang menghebohkan warga Dusun Krajan, Desa Wonojoyo, Kecamatan Gurah itu belum terungkap sepenuhnya. 

Ainun memang sudah mengaku menghabisi sang istri. Alasannya, seperti yang diakui oleh pekerja di salah satu distributor ini, karena persoalan cemburu. 

“Pelaku mengaku mata gelap karena menduga istrinya selingkuh. Itu yang dikatakan pada penyidik,” terang Kasat Reskrim Polres Kediri AKP Rizkika Athmada ketika dikonfirmasi kemarin.

Pengakuan Ainun itu sedikit memunculkan tanda tanya, terutama bagi warga sekitar rumah pelaku. Selama ini pasangan tersebut jarang terlihat cekcok. Bahkan, terkesan baik-baik saja. Apalagi pasangan ini sudah dikarunia dua anak. Yang satu berusia lima tahun, sedangkan adiknya berumur 3 tahun. 

Kedua pasangan ini juga sama-sama bekerja. Bila Ainun di salah satu distributor produk makanan dan minuman berskala nasional, Rini bekerja sebagai karyawan salon. Lokasi salon ini juga di desa setempat. 

Baca Juga :  Vania Ayu Anisah, Anggota Delegasi Batik ke Jepang asal Kota Kediri

“Sorenya (sebelum pembunuhan) saya sempat melihat keduanya berboncengan menggunakan sepeda motor,” kata Yoyok, yang rumahnya bersebelahan dengan rumah pelaku.

Wanita ini mengatakan, pasangan Ainun dan Rini baru pindah ke Dusun Krajan Mei lalu. Tepatnya usai Lebaran. Selama itu Yoyok tak pernah mendengar adanya perselisihan atau cekcok. 

Dia mengaku tak tahu persis kejadian itu. Saat peristiwa malam hari tersebut dia sudah tertidur. Baru pada pagi harinya dia mendapat kabar bahwa Rini sudah meninggal. Mayatnya ditemukan di lantai dapur. 

“(Sedangkan) Ainun dan ibunya dibawa polisi setelah duhur tadi,” aku Yoyok. 

Menurut Rizkika, berdasarkan hasil pemeriksaan, yang menemukan tubuh korban pertama kali adalah ibunda Ainun, Darmianti. Dia mendapati menantunya tergeletak di lantai dapur dalam keadaan luka parah. Ada luka sayatan di pergelangan tangan, luka cekikan di leher, dan lebah di seluruh tubuh. Dia kemudian meminta anaknya membawa Rini ke rumah sakit. 

Laporan awal yang diterima polisi pun adalah informasi bunuh diri. Namun, saat polisi dan tim Inafis mendatangi rumah korban sekitar pukul 23.30, yang terjadi justru kecurigaan polisi. Mereka menganggap luka yang ada bukan akibat bunuh diri.

Baca Juga :  Ambil ‘Ranjau’ Sabu Depan Rumah, Warga Purwoasri Tertangkap

Luka cukup dalam terlihat di bagian pangkal paha dan kaki kanan. Ada bekas tusukan di tempat itu. Juga ada lebam seperti bekas pukulan. Juga ada sayatan di kedua lengan wanita asal Kelurahan Dandangan, Kecamatan Kota, Kota Kediri itu.

Polisi kemudian membawa jenazah ibu dua anak itu ke RS Bhayangkara. Namun hasilnya belum keluar hingga pukul 20.00 tadi malam. Sementara Ainun dan ibunya dibawa ke Polres Kediri. 

Di Hadapan petugas itulah Ainun mengaku telah melakukan kekerasan kepada istrinya. Hal tersebut karena dia menduga Rini telah berselingkuh. Akibat gelap mata, ia melakukan penganiayaan. Setelah mencekik, Ainun juga menusuk perut Rini. 

“Perbuatan yang dilakukan oleh Ainun telah melanggar pasal 44 ayat (3) UU RI No.23 tahun 2004 tentang KDRT ancaman hukuman 15 tahun penjara,” pungkas Rizkika. (ara/fud)

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/