30.1 C
Kediri
Monday, August 8, 2022

Pelaku Mengelak Cabuli Empat Anak Bersamaan di Gurah

KABUPATEN, JP Radar Kediri–Ba, warga salah satu desa di Kecamatan Gurah harus berurusan dengan polisi. Pria yang bekerja sebagai pembuat batu bata itu diduga mencabuli empat anak dalam waktu bersamaan. Aksinya dilakukan di dalam rumah, saat anak-anak itu bermain ke rumahnya.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri menyebutkan, perbuatan asusila itu dilakukan Ba terhadap anak-anak yang berusia 9-10 tahun. Anak-anak yang masih duduk di bangku SD itu tak lain merupakan teman An, anak Ba.

Aksi yang diduga telah berlangsung sejak beberapa bulan lalu itu tersebar setelah salah satu korban, sebut saja Mawar, mengalami perubahan sikap. Dia menjadi gelisah. Tidak tenang.

Saat ditanya oleh orang tuanya, Mawar yang sedang memakai kaus berwarna pink mengakui jika kemaluannya dipegang-pegang oleh Ba. “Ada tiga (anak, Red) lainnya yang dipegang berkali-kali,” kata Mawar di video.

Baca Juga :  PH Tetap Yakin Suherman akan Bebas

Seperti halnya Mawar, kemaluan teman-temannya itu juga dipegang berkali-kali. Ada yang tiga kali, empat kali, hingga lima kali. Berbekal pengakuan sang anak, ibu Mawar lantas memberi tahu tiga ibu lainnya.

Empat perempuan tersebut lantas mendatangi Ba. “Namun dia (Ba, Red) tidak mengakui,” lanjut sumber koran ini yang sesepuh di Desa Mawar.

Dalam musyawarah tersebut, sebenarnya sempat ada kesepakatan untuk berdamai. Syaratnya, Ba mengakui perbuatannya dan berjanji tidak melakukan lagi. Namun, Ba malah marah dan merasa difitnah. Dia juga sempat mengancam akan melaporkan pencemaran nama baik.

Kesal dengan respons Ba, orang tua Mawar akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Gurah Kamis (7/7) lalu. Selanjutnya, kasus tersebut dilimpahkan ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Kediri.

Baca Juga :  Selingkuhan Lima Langkah

Kasatreskrim Polres Kediri AKP Rizkika Atmadha yang dikonfirmasi tentang penanganan laporan pencabulan oleh Ba menyebut, pihaknya masih mendalami hal tersebut. “Ini (tadi malam, Red) saya menunggu katanya ibu korban datang ke kantor (Polres Kediri, Red),” kata Kanit PPA Ipda Yahya Ubaid mewakili Rizkika.

Yahya menyebut, pihaknya harus memeriksa saksi dan mengumpulkan barang bukti yang lengkap. Sebab, pelaku menolak tuduhan pencabulan yang diajukan pelapor kepadanya. Apalagi, korban juga masih duduk di bangku kelas IV SD.

Terkait motif dan peristiwa secara detail, perwira dengan pangkat satu balok di pundak ini belum bisa membeberkan. Alasannya, mereka belum memeriksa semua saksi. “Setelah selesai pemeriksaan bisa kami simpulkan,” tegasnya.






Reporter: Iqbal Syahroni
- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri–Ba, warga salah satu desa di Kecamatan Gurah harus berurusan dengan polisi. Pria yang bekerja sebagai pembuat batu bata itu diduga mencabuli empat anak dalam waktu bersamaan. Aksinya dilakukan di dalam rumah, saat anak-anak itu bermain ke rumahnya.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri menyebutkan, perbuatan asusila itu dilakukan Ba terhadap anak-anak yang berusia 9-10 tahun. Anak-anak yang masih duduk di bangku SD itu tak lain merupakan teman An, anak Ba.

Aksi yang diduga telah berlangsung sejak beberapa bulan lalu itu tersebar setelah salah satu korban, sebut saja Mawar, mengalami perubahan sikap. Dia menjadi gelisah. Tidak tenang.

Saat ditanya oleh orang tuanya, Mawar yang sedang memakai kaus berwarna pink mengakui jika kemaluannya dipegang-pegang oleh Ba. “Ada tiga (anak, Red) lainnya yang dipegang berkali-kali,” kata Mawar di video.

Baca Juga :  PH Tetap Yakin Suherman akan Bebas

Seperti halnya Mawar, kemaluan teman-temannya itu juga dipegang berkali-kali. Ada yang tiga kali, empat kali, hingga lima kali. Berbekal pengakuan sang anak, ibu Mawar lantas memberi tahu tiga ibu lainnya.

Empat perempuan tersebut lantas mendatangi Ba. “Namun dia (Ba, Red) tidak mengakui,” lanjut sumber koran ini yang sesepuh di Desa Mawar.

Dalam musyawarah tersebut, sebenarnya sempat ada kesepakatan untuk berdamai. Syaratnya, Ba mengakui perbuatannya dan berjanji tidak melakukan lagi. Namun, Ba malah marah dan merasa difitnah. Dia juga sempat mengancam akan melaporkan pencemaran nama baik.

Kesal dengan respons Ba, orang tua Mawar akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Gurah Kamis (7/7) lalu. Selanjutnya, kasus tersebut dilimpahkan ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Kediri.

Baca Juga :  18 Ribu Anak di Kota Kediri Belum Divaksin

Kasatreskrim Polres Kediri AKP Rizkika Atmadha yang dikonfirmasi tentang penanganan laporan pencabulan oleh Ba menyebut, pihaknya masih mendalami hal tersebut. “Ini (tadi malam, Red) saya menunggu katanya ibu korban datang ke kantor (Polres Kediri, Red),” kata Kanit PPA Ipda Yahya Ubaid mewakili Rizkika.

Yahya menyebut, pihaknya harus memeriksa saksi dan mengumpulkan barang bukti yang lengkap. Sebab, pelaku menolak tuduhan pencabulan yang diajukan pelapor kepadanya. Apalagi, korban juga masih duduk di bangku kelas IV SD.

Terkait motif dan peristiwa secara detail, perwira dengan pangkat satu balok di pundak ini belum bisa membeberkan. Alasannya, mereka belum memeriksa semua saksi. “Setelah selesai pemeriksaan bisa kami simpulkan,” tegasnya.






Reporter: Iqbal Syahroni

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/