31.2 C
Kediri
Monday, July 4, 2022

Mantan Bupati Nganjuk Taufiqurrahman Mendekam 11,5 Tahun di Penjara

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Mantan Bupati Nganjuk Taufiqurrahman bisa mendekam belasan tahun penjara. Karena pada Rabu (9/6), Taufiq divonis 4,5 tahun penjara. Jika dia menerima maka total hukuman Taufiq adalah 11,5 tahun penjara. Karena pada 2018, Taufiq telah divonis 7 tahun penjara. “Hukuman yang pertama itu akan ditambah vonis kedua jika nanti terdakwa menerimanya,” ujar Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI Arif Suhermanto saat dihubungi Jawa Pos Radar Nganjuk kemarin.

Sampai kemarin, Taufiq dan pengacaranya memang belum memberi keputusan apakah menerima atau banding atas putusan 4,5 tahun atas kasus pencucian uang. Mereka lebih memilih untuk pikir-pikir. “Masih ada waktu tujuh hari bagi terdakwa dan jaksa untuk memutuskan apakah menerima atau banding,” ujar Arif.

Baca Juga :  Sebulan, Juru Parkir Liar di Nganjuk Bisa Dapat Uang Rp 6 Juta

Lalu apakah Arif akan menerima putusan majelis hakim? JPU KPK RI ini juga belum mengambil keputusan. Dia masih mempertimbangkan keputusan dari majelis hakim tersebut. Karena meski dakwaan pencucian uang terbukti tetapi hukuman yang dijatuhkan majelis hakim masih lebih ringan dari tuntutan jaksa. Sebelumnya, jaksa menuntut Taufiq dengan enam tahun penjara. Selain itu, uang pengganti juga lebih sedikit. Di tuntutan, uang pengganti sebesar Rp 25,6 miliar. Jika tidak bisa membayar dikenakan penjara 4 tahun penjara. Sedangkan, putusan untuk uang pengganti hanya Rp 24,6 miliar. Jika tidak mampu membayar maka dipenjara 1 tahun tiga bulan penjara.  

Hal yang sama juga dilakukan Taufiq dan pengacaranya. “Kami masih mempertimbangkan vonis dari majelis hukum. Jadi kami masih pikir-pikir dulu,” ujar Mansur Munir, salah satu pengacara Taufiq saat dihubungi lewat ponselnya, kemarin.

Baca Juga :  Hidupkan TRAL, Harus Gandeng Pihak Ketiga
- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Mantan Bupati Nganjuk Taufiqurrahman bisa mendekam belasan tahun penjara. Karena pada Rabu (9/6), Taufiq divonis 4,5 tahun penjara. Jika dia menerima maka total hukuman Taufiq adalah 11,5 tahun penjara. Karena pada 2018, Taufiq telah divonis 7 tahun penjara. “Hukuman yang pertama itu akan ditambah vonis kedua jika nanti terdakwa menerimanya,” ujar Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI Arif Suhermanto saat dihubungi Jawa Pos Radar Nganjuk kemarin.

Sampai kemarin, Taufiq dan pengacaranya memang belum memberi keputusan apakah menerima atau banding atas putusan 4,5 tahun atas kasus pencucian uang. Mereka lebih memilih untuk pikir-pikir. “Masih ada waktu tujuh hari bagi terdakwa dan jaksa untuk memutuskan apakah menerima atau banding,” ujar Arif.

Baca Juga :  Tak Bawa PH, Ibnu Ngaku Tak Punya Uang

Lalu apakah Arif akan menerima putusan majelis hakim? JPU KPK RI ini juga belum mengambil keputusan. Dia masih mempertimbangkan keputusan dari majelis hakim tersebut. Karena meski dakwaan pencucian uang terbukti tetapi hukuman yang dijatuhkan majelis hakim masih lebih ringan dari tuntutan jaksa. Sebelumnya, jaksa menuntut Taufiq dengan enam tahun penjara. Selain itu, uang pengganti juga lebih sedikit. Di tuntutan, uang pengganti sebesar Rp 25,6 miliar. Jika tidak bisa membayar dikenakan penjara 4 tahun penjara. Sedangkan, putusan untuk uang pengganti hanya Rp 24,6 miliar. Jika tidak mampu membayar maka dipenjara 1 tahun tiga bulan penjara.  

Hal yang sama juga dilakukan Taufiq dan pengacaranya. “Kami masih mempertimbangkan vonis dari majelis hukum. Jadi kami masih pikir-pikir dulu,” ujar Mansur Munir, salah satu pengacara Taufiq saat dihubungi lewat ponselnya, kemarin.

Baca Juga :  Harga Hewan Kurban Merangkak Naik

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/