22.4 C
Kediri
Saturday, August 20, 2022

Muda-Mudi asal Trenggalek dan Nganjuk Terjaring saat Berduaan di Kos 

- Advertisement -

KEDIRI KOTA – Petugas Satpol PP Kota Kediri menjaring pasangan diduga mesum di dua lokasi berbeda, Rabu (8/5) malam. Yakni di sekitar bantaran Sungai Brantas dan di tempat kos putri, Kelurahan/Kecamatan Mojoroto.

Pasangan pertama yang dijaring adalah AS, 25, pemuda asal Desa Kendalrejo, Kecamatan Durenan, Trenggalek bersama pasangannya, DW, 24, asal Kramat, Nganjuk. Keduanya digerebek dalam kamar kos yang disewa DW di Mojoroto.

“Berawal dari informasi warga sekitar yang sedang ada doa bersama, dan melihat ada sepasang muda-mudi memasuki kamar kos,” ungkap Kepala Seksi Penegak Produk Hukum Daerah (Kasi PPHD) Satpol PP Kota Kediri Edy Santoso.

Ketika dimintai keterangan, keduanya mengaku sudah bertunangan. Namun, karena tak bisa menunjukkan bukti konkret, AS dan DW dibawa ke kantor Satpol PP Kota Kediri. “Kami data dan minta keterangan lebih dalam,” imbuh Edy.

Baca Juga :  Ribuan Orang Antar Pak Haji Mukhayat ke Pemakaman

Ketika orang tua DW dipanggil, ternyata benar, keduanya sudah tunangan dan berencana menikah beberapa bulan mendatang. Edy pun mengatakan, pasangan itu diamankan lantaran dilaporkan warga yang melihat mereka masuk kamar kos dan pintunya tertutup.

- Advertisement -

Pasangan selanjutnya, menurut Edy, ditemukan dalam warung yang sudah tutup di bantaran Sungai Brantas. Awalnya petugas curiga melihat gerak-gerik dari dalam warung tersebut, ketika dilihat ternyata muda-mudi itu sedang berada di sana. “Lokasinya tidak jauh dari tempat kos yang disasar pertama,” beber Edy.

Keduanya berinisial SFD, 29, perempuan asal Desa Jambean, Kras dengan kekasihnya, BAG, 34, pria asal Desa Beru, Wlingi, Blitar. Ketika dimintai keterangan, keduanya mengaku bukan pasangan suami istri. BAG masih melajang, sedangkan SFD mengaku memiliki suami.

Baca Juga :  Makan di Tempat atau Dibawa Pulang Tetap Enak

Edy menjelaskan bahwa saat Ramadan pun Satpol PP Kota Kediri akan terus patrol. Itu untuk menjaga keamanan dan kondusivitas daerah. “Agar di bulan Ramadan ini ketenteraman dan ketertiban umum terjaga,” tuturnya.

- Advertisement -

KEDIRI KOTA – Petugas Satpol PP Kota Kediri menjaring pasangan diduga mesum di dua lokasi berbeda, Rabu (8/5) malam. Yakni di sekitar bantaran Sungai Brantas dan di tempat kos putri, Kelurahan/Kecamatan Mojoroto.

Pasangan pertama yang dijaring adalah AS, 25, pemuda asal Desa Kendalrejo, Kecamatan Durenan, Trenggalek bersama pasangannya, DW, 24, asal Kramat, Nganjuk. Keduanya digerebek dalam kamar kos yang disewa DW di Mojoroto.

“Berawal dari informasi warga sekitar yang sedang ada doa bersama, dan melihat ada sepasang muda-mudi memasuki kamar kos,” ungkap Kepala Seksi Penegak Produk Hukum Daerah (Kasi PPHD) Satpol PP Kota Kediri Edy Santoso.

Ketika dimintai keterangan, keduanya mengaku sudah bertunangan. Namun, karena tak bisa menunjukkan bukti konkret, AS dan DW dibawa ke kantor Satpol PP Kota Kediri. “Kami data dan minta keterangan lebih dalam,” imbuh Edy.

Baca Juga :  Kasus Limbah Beracun: Sesak, Tiga Bocah Diungsikan

Ketika orang tua DW dipanggil, ternyata benar, keduanya sudah tunangan dan berencana menikah beberapa bulan mendatang. Edy pun mengatakan, pasangan itu diamankan lantaran dilaporkan warga yang melihat mereka masuk kamar kos dan pintunya tertutup.

Pasangan selanjutnya, menurut Edy, ditemukan dalam warung yang sudah tutup di bantaran Sungai Brantas. Awalnya petugas curiga melihat gerak-gerik dari dalam warung tersebut, ketika dilihat ternyata muda-mudi itu sedang berada di sana. “Lokasinya tidak jauh dari tempat kos yang disasar pertama,” beber Edy.

Keduanya berinisial SFD, 29, perempuan asal Desa Jambean, Kras dengan kekasihnya, BAG, 34, pria asal Desa Beru, Wlingi, Blitar. Ketika dimintai keterangan, keduanya mengaku bukan pasangan suami istri. BAG masih melajang, sedangkan SFD mengaku memiliki suami.

Baca Juga :  Kasatlantas Polres Kediri AKP Bobby: Ganti dengan Kamera

Edy menjelaskan bahwa saat Ramadan pun Satpol PP Kota Kediri akan terus patrol. Itu untuk menjaga keamanan dan kondusivitas daerah. “Agar di bulan Ramadan ini ketenteraman dan ketertiban umum terjaga,” tuturnya.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/