24 C
Kediri
Tuesday, July 5, 2022

Bojo Meneng, Endas Puyeng

Punya istri pendiam, mungkin, ada baiknya. Tapi, kalau terlalu pendiam? Nah, yang model begini hanya Sudrun yang bisa menjawab.

“Jelas puyeng duwe bojo meneng,” aku pria asal Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri ini.

Mengapa puyeng? Bukane malah penak tak pernah diomeli istri? “Awale sih kepenak. Suwe-suwe ya nggatelne ati,” sungutnya.

Sudrun pun berkisah, dia kenal dengan wanita yang akhirnya jadi istrinya itu, Mbok Ndewor, karena dijodohkan. Usianya yang beranjak tua membuat keluarganya khawatir bila tak segera mendapat jodoh.

“Jarene keluargaku, calon istri saya lulusan pesantren, jadi tak pernah aneh-aneh,” kisahnya.

Konon, Mbok Ndewor punya sifat pendiam sejak kecil. Nyaris tak pernah keluar rumah. Mungkin, kurang pede apa isin, ngunu. Sampai-sampai, orang tua Mbok Ndewor memilihkan model home schooling untuk anaknya.

Nah, ketika awal menikah, Sudrun masih bisa menerima tabiat pendiam Mbok Ndewor. Bahkan, ada juga perasaan senangnya. Sang istri dianggapnya bisa menjaga kehormatan diri serta tidak suka menghambur-hamburkan uang.

“Istri ya tidak neka-neka, nurut ambek bojo,” sebutnya.

Baca Juga :  Sopir Ngantuk, Truk Terperosok ke Sawah

Yang bikin Sudrun makin senang, sikap tertutup Mbok Ndewor membuat jarang yang pinjam uang pada dirinya. Padahal, sebelum ini baik saudara maupun tetangga banyak yang nyilih duwit. Kebetulan, di antara saudara-saudara Sudrun, dia yang dianggap paling sukes. Karena itu sering ‘nabrak’ ke dia kalau sedang didesak kebutuhan.

Tapi, sejak beristri Mbok Ndewor yang pendiam, saudara atau tetangga jarang yang datang pinjam uang. “Mungkin malu,” duganya.

Namun, seiring perjalanan waktu, dia akhirnya menganggap sikap istrinya itu sudah kelewat batas. Sehari-hari kerjanya hanya diam di rumah. Belanja pun yang disuruh pembantu.

“Mengantar anak pun pembantu,” keluh Sudrun, yang bekerja di salah satu bank BUMN ini.

Puncaknya, Sudrun tak bisa memaafkan lagi watak sang istri. Yaitu ketika dia mengusir teman-temannya dari rumah. Padahal, selama ini kehadiran teman-temannya itu adalah hiburan paling besar bagi Sudrun.

Memang, berbeda dengan sang istri, Sudrun tergolong pria gaul. Punya banyak komunitas. Mulai kumpulan moge hingga mobil. Dia juga punya grup band segala.

Baca Juga :  Linglung di Jl PK Bangsa, Kakek Asal Wonojoyo Gurah Dipulangkan Satpol

“Mereka sering saya ajak kumpul di rumah. Kalau sudah begitu, ya istri tidak mau keluar rumah,” katanya.

Biasanya, Dimas membiarkan teman-temannya bermain dan menginap di rumahnya. Dia tetap berangkat kerja. Tapi, lama-lama, teman-temannya itu mulai jarang hingga tak pernah lagi berkunjung.

Sudrun beberapa kali menghubungi teman-temannya itu. Memintanya datang ke rumah. Tapi, dengan berbagai alasan, mereka menolak.

Suatu saat, ada temannya yang bertamu. Kebetulan pembantu rumah tangga pas pulang kampung. Nah, ketika Mbok Ndewor diminta membuatkan kopi, petaka itu terjadilah.

“Istri menolak membuatkan kopi. Bahkan ke ruang tamu mengusir teman-teman saya,” kata Sudrun.

Tak terima, Sudrun pun naik pitam. Dia sampai memukul sang istri. “Iya memang KDRT dan dia tidak melawan sama sekali. Tapi, saya sudah tidak mau melanjutkan hubungan lagi dengan dia,” pungkasnya ketika bercerita di Pengadilan Agama Kabupaten Kediri. Mengajukan talak untuk sang istri. Peh, kok ya sampek ngunu. (ica/fud)

- Advertisement -

Punya istri pendiam, mungkin, ada baiknya. Tapi, kalau terlalu pendiam? Nah, yang model begini hanya Sudrun yang bisa menjawab.

“Jelas puyeng duwe bojo meneng,” aku pria asal Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri ini.

Mengapa puyeng? Bukane malah penak tak pernah diomeli istri? “Awale sih kepenak. Suwe-suwe ya nggatelne ati,” sungutnya.

Sudrun pun berkisah, dia kenal dengan wanita yang akhirnya jadi istrinya itu, Mbok Ndewor, karena dijodohkan. Usianya yang beranjak tua membuat keluarganya khawatir bila tak segera mendapat jodoh.

“Jarene keluargaku, calon istri saya lulusan pesantren, jadi tak pernah aneh-aneh,” kisahnya.

Konon, Mbok Ndewor punya sifat pendiam sejak kecil. Nyaris tak pernah keluar rumah. Mungkin, kurang pede apa isin, ngunu. Sampai-sampai, orang tua Mbok Ndewor memilihkan model home schooling untuk anaknya.

Nah, ketika awal menikah, Sudrun masih bisa menerima tabiat pendiam Mbok Ndewor. Bahkan, ada juga perasaan senangnya. Sang istri dianggapnya bisa menjaga kehormatan diri serta tidak suka menghambur-hamburkan uang.

“Istri ya tidak neka-neka, nurut ambek bojo,” sebutnya.

Baca Juga :  Sopir Ngantuk, Truk Terperosok ke Sawah

Yang bikin Sudrun makin senang, sikap tertutup Mbok Ndewor membuat jarang yang pinjam uang pada dirinya. Padahal, sebelum ini baik saudara maupun tetangga banyak yang nyilih duwit. Kebetulan, di antara saudara-saudara Sudrun, dia yang dianggap paling sukes. Karena itu sering ‘nabrak’ ke dia kalau sedang didesak kebutuhan.

Tapi, sejak beristri Mbok Ndewor yang pendiam, saudara atau tetangga jarang yang datang pinjam uang. “Mungkin malu,” duganya.

Namun, seiring perjalanan waktu, dia akhirnya menganggap sikap istrinya itu sudah kelewat batas. Sehari-hari kerjanya hanya diam di rumah. Belanja pun yang disuruh pembantu.

“Mengantar anak pun pembantu,” keluh Sudrun, yang bekerja di salah satu bank BUMN ini.

Puncaknya, Sudrun tak bisa memaafkan lagi watak sang istri. Yaitu ketika dia mengusir teman-temannya dari rumah. Padahal, selama ini kehadiran teman-temannya itu adalah hiburan paling besar bagi Sudrun.

Memang, berbeda dengan sang istri, Sudrun tergolong pria gaul. Punya banyak komunitas. Mulai kumpulan moge hingga mobil. Dia juga punya grup band segala.

Baca Juga :  Dua Pemain Anyar Persik Kediri Ini Belum Bisa Tampil, Ini Alasannya

“Mereka sering saya ajak kumpul di rumah. Kalau sudah begitu, ya istri tidak mau keluar rumah,” katanya.

Biasanya, Dimas membiarkan teman-temannya bermain dan menginap di rumahnya. Dia tetap berangkat kerja. Tapi, lama-lama, teman-temannya itu mulai jarang hingga tak pernah lagi berkunjung.

Sudrun beberapa kali menghubungi teman-temannya itu. Memintanya datang ke rumah. Tapi, dengan berbagai alasan, mereka menolak.

Suatu saat, ada temannya yang bertamu. Kebetulan pembantu rumah tangga pas pulang kampung. Nah, ketika Mbok Ndewor diminta membuatkan kopi, petaka itu terjadilah.

“Istri menolak membuatkan kopi. Bahkan ke ruang tamu mengusir teman-teman saya,” kata Sudrun.

Tak terima, Sudrun pun naik pitam. Dia sampai memukul sang istri. “Iya memang KDRT dan dia tidak melawan sama sekali. Tapi, saya sudah tidak mau melanjutkan hubungan lagi dengan dia,” pungkasnya ketika bercerita di Pengadilan Agama Kabupaten Kediri. Mengajukan talak untuk sang istri. Peh, kok ya sampek ngunu. (ica/fud)

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/