24.2 C
Kediri
Friday, July 1, 2022

Pemuda Asal Kandat Mabuk, Kepala Paman Hingga Dipukul Palu

KANDAT, JP Radar Kediri– Kejam benar Yudi Wantoro, 37, warga Dusun Kertosari, Desa/Kecamatan Kandat. Dalam kondisi mabuk, dia tega memukul palu kepala Andik Kurniawan, 45, suami bibinya. Akibatnya, paman ipar itu terluka dan berdarah. Dia dibawa ke Klinik RS Arga Husada, Ngadiluwih.

Sementara Yudi telah ditangkap polisi pada Minggu lalu (9/1). “Tersangka sudah diamankan dengan barang bukti berupa palu besi,” terang Kapolsek Kandat AKP Sutrisno kemarin.

Tindak penganiayaan ini diduga karena Yudi emosi. Dia menganggap Andik tak memberi nafkah anaknya yang dititipkan kepada Mbah Usrek, mertua Yudi. Andik menitipkannya karena bekerja di luar kota dan setelah istrinya yang juga bude Yudi meninggal dunia.

Menurut Sutrisno, kejadian penganiayaan tersebut terjadi sekitar pukul 22.00. Malam itu dalam kondisi mabuk minuman beralkohol, Yudi datang ke rumah Andik. Dia mengetuk pintu dengan keras.

Baca Juga :  Kasus Limbah Beracun: Lakukan Penyelidikan, Polisi Tanyai 5 Saksi

Waktu itu yang membukakan pintu adalah Diba, anak Andik. “Tersangka ini menanyakan keberadaan korban (Andik) kepada saksi (Diba),” ujarnya.

Mendapat pertanyaan tersebut, Diba menjawab bahwa ayahnya sedang berada di belakang. Tidak lama kemudian, Andik muncul dan berhadapan dengan Yudi. Keduanya sempat berbincang. Namun kemudian cekcok. Puncaknya, terjadi pertengkaran.

“Pertengkaran tersebut terkait pemberian nafkah (dari Andik) kepada Mbah Usrek,” kata Sutrisno.

Yudi menuding pamannya tidak pernah mengirimi uang pada Mbah Usrek, saudara ipar Andik yang juga mertua Yudi. Padahal Andik menitipkan anaknya kepada Mbah Usrek setelah istrinya meninggal. “Korban ini bekerja di luar kota, sehingga jarang berada di rumah,” ungkap Sutrisno.

Karena salah paham, Yudi pun mengambil palu besi. Sontak dia memukul kepala Andik sebanyak dua kali. Pukulan itu menyebabkan hidung dan bagian kepala sang paman terluka berdarah.

Baca Juga :  Pagi Ini Saksikan Audisi KFW di CFD Jalan Dhoho

Insiden berdarah itu langsung dilaporkan ke Polsek Kandat. “Mendapatkan laporan tersebut, kami langsung membawa korban ke Klinik Arga Husada untuk visum,” kata perwira Polri yang baru saja naik pangkat ini.

Sambil menunggu hasil visum selesai, Sutrisno mengatakan, petugas kepolisian meminta keterangan beberapa saksi. Setelah semua petunjuk lengkap, petugas melakukan penangkapan. Ketika ditangkap, Yudi sudah dalam keadaan tidak mabuk.

Ketika dimintai keterangan, laki-laki yang bekerja serabutan ini mengakui perbuatannya. Bersama dengan barang bukti berupa palu, laki-laki kelahiran 1984 itu diamankan ke kantor polisi. Akibat perbuatannya, ia dijerat pasal 351 KUHP tentang penganiayaan. (ara/ndr) 

 

 

- Advertisement -

KANDAT, JP Radar Kediri– Kejam benar Yudi Wantoro, 37, warga Dusun Kertosari, Desa/Kecamatan Kandat. Dalam kondisi mabuk, dia tega memukul palu kepala Andik Kurniawan, 45, suami bibinya. Akibatnya, paman ipar itu terluka dan berdarah. Dia dibawa ke Klinik RS Arga Husada, Ngadiluwih.

Sementara Yudi telah ditangkap polisi pada Minggu lalu (9/1). “Tersangka sudah diamankan dengan barang bukti berupa palu besi,” terang Kapolsek Kandat AKP Sutrisno kemarin.

Tindak penganiayaan ini diduga karena Yudi emosi. Dia menganggap Andik tak memberi nafkah anaknya yang dititipkan kepada Mbah Usrek, mertua Yudi. Andik menitipkannya karena bekerja di luar kota dan setelah istrinya yang juga bude Yudi meninggal dunia.

Menurut Sutrisno, kejadian penganiayaan tersebut terjadi sekitar pukul 22.00. Malam itu dalam kondisi mabuk minuman beralkohol, Yudi datang ke rumah Andik. Dia mengetuk pintu dengan keras.

Baca Juga :  Sidang Korupsi Taman Hijau SLG: JPU Persoalkan RAB yang Beda

Waktu itu yang membukakan pintu adalah Diba, anak Andik. “Tersangka ini menanyakan keberadaan korban (Andik) kepada saksi (Diba),” ujarnya.

Mendapat pertanyaan tersebut, Diba menjawab bahwa ayahnya sedang berada di belakang. Tidak lama kemudian, Andik muncul dan berhadapan dengan Yudi. Keduanya sempat berbincang. Namun kemudian cekcok. Puncaknya, terjadi pertengkaran.

“Pertengkaran tersebut terkait pemberian nafkah (dari Andik) kepada Mbah Usrek,” kata Sutrisno.

Yudi menuding pamannya tidak pernah mengirimi uang pada Mbah Usrek, saudara ipar Andik yang juga mertua Yudi. Padahal Andik menitipkan anaknya kepada Mbah Usrek setelah istrinya meninggal. “Korban ini bekerja di luar kota, sehingga jarang berada di rumah,” ungkap Sutrisno.

Karena salah paham, Yudi pun mengambil palu besi. Sontak dia memukul kepala Andik sebanyak dua kali. Pukulan itu menyebabkan hidung dan bagian kepala sang paman terluka berdarah.

Baca Juga :  Harus Berkarakter, Jangan Lebay

Insiden berdarah itu langsung dilaporkan ke Polsek Kandat. “Mendapatkan laporan tersebut, kami langsung membawa korban ke Klinik Arga Husada untuk visum,” kata perwira Polri yang baru saja naik pangkat ini.

Sambil menunggu hasil visum selesai, Sutrisno mengatakan, petugas kepolisian meminta keterangan beberapa saksi. Setelah semua petunjuk lengkap, petugas melakukan penangkapan. Ketika ditangkap, Yudi sudah dalam keadaan tidak mabuk.

Ketika dimintai keterangan, laki-laki yang bekerja serabutan ini mengakui perbuatannya. Bersama dengan barang bukti berupa palu, laki-laki kelahiran 1984 itu diamankan ke kantor polisi. Akibat perbuatannya, ia dijerat pasal 351 KUHP tentang penganiayaan. (ara/ndr) 

 

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/