28.3 C
Kediri
Wednesday, June 29, 2022

JPU Tuntut Penipu CPNS Tiga Tahun

NGASEM, JP Radar Kediri– Nanang Suryono, 39, terdakwa kasus penipuan dengan modus rekrutmen CPNS, dituntut tiga tahun penjara. Jaksa mendakwa laki-laki asal Jl Tlutur, Kelurahan Jingglong, Ponorogo ini melanggar pasal 378 KUHP juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Dia dianggap telah menipu dua perempuan yang telah menyetor uang ratusan juta rupiah agar diterima jadi pegawai di lingkup Pemkab Kediri. “Perbuatan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana, secara bersama-sama melakukan penipuan,” ujar Jaksa Penuntut Umum (JPU) Moch. Iskandar dalam persidangan di ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Kediri kemarin.

Dalam berkas tuntutan, jaksa juga membacakan apa saja yang menjadi pertimbangan dalam mengajukan tuntutannya. Menurut Iskandar, hal yang memberatkan terdakwa adalah karena perbuatannya meresahkan masyarakat. Selain itu, Nanang didakwa menimbulkan kerugian bagi orang lain. Apalagi, dia pernah dihukum dalam perkara yang sama.

Baca Juga :  Bagikan THR Jadi Ajang Silahturahmi

“Sedangkan pertimbangan yang meringankan, terdakwa bersikap sopan di persidangan,” papar Iskandar.

Setelah jaksa membacakan tuntutan, ketua majelis hakim M. Fahmi Hary Nugroho yang memimpin persidangan memberikan kesempatan kepada Nanang untuk memberikan tanggapan. Kesempatan tersebut ditanggapi pengacara terdakwa.

“Terhadap tuntutan JPU, saya sebagai penasihat hukum akan mengajukan pembelaan,” terang Penasihat Hukum (PH) Nanang, Imam Muslim, ketika persidangan secara telekonferensi itu.

Namun untuk menyiapkan pembelaan tersebut, Imam mengatakan, pihaknya  membutuhkan waktu satu minggu. Dengan begitu, sidang kasus penipuan penerimaan PNS ini ditunda.

Majelis hakim menyatakan akan kembali membuka sidang di PN pada Selasa pekan depan (16/11). Agendanya adalah pembacaan pembelaan terdakwa. Sebelum mengakhiri persidangan, Fahmi memberi peringatan untuk penasihat hukum terkait pembelaan agar tidak mundur. Mengingat masa penahanan terdakwa segera berakhir.(ara/ndr)

Baca Juga :  Kisah Peraih Emas Kejuaraan Atletik Disabilitas Jatim Asal Kediri
- Advertisement -

NGASEM, JP Radar Kediri– Nanang Suryono, 39, terdakwa kasus penipuan dengan modus rekrutmen CPNS, dituntut tiga tahun penjara. Jaksa mendakwa laki-laki asal Jl Tlutur, Kelurahan Jingglong, Ponorogo ini melanggar pasal 378 KUHP juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Dia dianggap telah menipu dua perempuan yang telah menyetor uang ratusan juta rupiah agar diterima jadi pegawai di lingkup Pemkab Kediri. “Perbuatan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana, secara bersama-sama melakukan penipuan,” ujar Jaksa Penuntut Umum (JPU) Moch. Iskandar dalam persidangan di ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Kediri kemarin.

Dalam berkas tuntutan, jaksa juga membacakan apa saja yang menjadi pertimbangan dalam mengajukan tuntutannya. Menurut Iskandar, hal yang memberatkan terdakwa adalah karena perbuatannya meresahkan masyarakat. Selain itu, Nanang didakwa menimbulkan kerugian bagi orang lain. Apalagi, dia pernah dihukum dalam perkara yang sama.

Baca Juga :  Suyadi cs Jalani Sidang Perdana di PN Nganjuk

“Sedangkan pertimbangan yang meringankan, terdakwa bersikap sopan di persidangan,” papar Iskandar.

Setelah jaksa membacakan tuntutan, ketua majelis hakim M. Fahmi Hary Nugroho yang memimpin persidangan memberikan kesempatan kepada Nanang untuk memberikan tanggapan. Kesempatan tersebut ditanggapi pengacara terdakwa.

“Terhadap tuntutan JPU, saya sebagai penasihat hukum akan mengajukan pembelaan,” terang Penasihat Hukum (PH) Nanang, Imam Muslim, ketika persidangan secara telekonferensi itu.

Namun untuk menyiapkan pembelaan tersebut, Imam mengatakan, pihaknya  membutuhkan waktu satu minggu. Dengan begitu, sidang kasus penipuan penerimaan PNS ini ditunda.

Majelis hakim menyatakan akan kembali membuka sidang di PN pada Selasa pekan depan (16/11). Agendanya adalah pembacaan pembelaan terdakwa. Sebelum mengakhiri persidangan, Fahmi memberi peringatan untuk penasihat hukum terkait pembelaan agar tidak mundur. Mengingat masa penahanan terdakwa segera berakhir.(ara/ndr)

Baca Juga :  Beraneka Toping dalam Semangkuk Seblak

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/