22.9 C
Kediri
Tuesday, August 16, 2022

Bolos, Kongko di Warung Kopi, Pelajar Terjaring Razia

- Advertisement -

KEDIRI KABUPATENSatpol PP Kabupaten Kediri menjaring pelajar bolos, kemarin (8/10). Sekitar pukul 10.30 WIB, aparat penegak perda ini mengamankan dua siswa yang kongko di warung kopi timur jembatan Wijayakusuma, Desa Tambibendo, Mojo.

Kedua pelajar dari Kecamatan Kras yang terjaring razia ini adalah MFI, 14, warga Desa Jabang, dan AKW, 14, warga Desa Bendosari. MFI dan AKW masih kelas dua SMP.

“Saat kita ke sana, mereka sedang ngopi,” ujar Toni Subiyanto, kasi Opsdal Trantibum Satpol PP Kabupaten Kediri, kepada Jawa Pos Radar Kediri, kemarin siang (8/10) di ruangan kerjanya.

Sebenarnya ada enam pelajar yang berada di warung kopi tersebut. Namun empat siswa yang telah menyadari kedatangan mobil satpol PP langsung melarikan diri. Mereka kabur naik dua sepeda motor. Keempat pelajar tersebut langsung tancap gas.

Baca Juga :  Sopir Mengantuk, Sebuah Mobil Tabrak Pohon di Plemahan

Sementara itu, MFI dan AKW tidak sempat melarikan diri karena sepeda motor yang dikendarai langsung dihadang oleh petugas. “Mereka terkepung dan tidak bisa ke mana-mana,” imbuh Toni.

- Advertisement -

Kedua pelajar tersebut mengaku, membolos karena terlambat datang ke sekolah. Berdalih takut dihukum oleh pihak sekolah, mereka memutuskan untuk sekalian membolos di warung kopi tersebut. Oleh petugas, keduanya pun diberikan nasihat dan bimbingan agar tidak membolos lagi.

Selain itu, MFI dan AKW juga diminta menghafalkan Pancasila dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Mereka pun diminta petugas untuk mengisi dokumen berita acara Satpol PP Kabupaten Kediri.

Setelah didata, kedua remaja ini dibawa ke sekolah untuk mendapatkan tindak lanjut. MFI dan AKW beserta sepeda motornya dinaikkan ke truk satpol PP menuju sekolahnya di salah satu SMP negeri Kecamatan Kras.

Baca Juga :  Pakai Dobel L saat Karaoke di Pasar Wage

Menurut keterangan Toni, pihak sekolah berterima kasih kepada petugas karena membantu memberikan efek jera kepada siswanya yang membolos. “Semoga mereka jera dan tidak mengulanginya lagi,” harap Toni.

 

 

- Advertisement -

KEDIRI KABUPATENSatpol PP Kabupaten Kediri menjaring pelajar bolos, kemarin (8/10). Sekitar pukul 10.30 WIB, aparat penegak perda ini mengamankan dua siswa yang kongko di warung kopi timur jembatan Wijayakusuma, Desa Tambibendo, Mojo.

Kedua pelajar dari Kecamatan Kras yang terjaring razia ini adalah MFI, 14, warga Desa Jabang, dan AKW, 14, warga Desa Bendosari. MFI dan AKW masih kelas dua SMP.

“Saat kita ke sana, mereka sedang ngopi,” ujar Toni Subiyanto, kasi Opsdal Trantibum Satpol PP Kabupaten Kediri, kepada Jawa Pos Radar Kediri, kemarin siang (8/10) di ruangan kerjanya.

Sebenarnya ada enam pelajar yang berada di warung kopi tersebut. Namun empat siswa yang telah menyadari kedatangan mobil satpol PP langsung melarikan diri. Mereka kabur naik dua sepeda motor. Keempat pelajar tersebut langsung tancap gas.

Baca Juga :  JPU Kebut Susun Surat Dakwaan Korupsi BPNT

Sementara itu, MFI dan AKW tidak sempat melarikan diri karena sepeda motor yang dikendarai langsung dihadang oleh petugas. “Mereka terkepung dan tidak bisa ke mana-mana,” imbuh Toni.

Kedua pelajar tersebut mengaku, membolos karena terlambat datang ke sekolah. Berdalih takut dihukum oleh pihak sekolah, mereka memutuskan untuk sekalian membolos di warung kopi tersebut. Oleh petugas, keduanya pun diberikan nasihat dan bimbingan agar tidak membolos lagi.

Selain itu, MFI dan AKW juga diminta menghafalkan Pancasila dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Mereka pun diminta petugas untuk mengisi dokumen berita acara Satpol PP Kabupaten Kediri.

Setelah didata, kedua remaja ini dibawa ke sekolah untuk mendapatkan tindak lanjut. MFI dan AKW beserta sepeda motornya dinaikkan ke truk satpol PP menuju sekolahnya di salah satu SMP negeri Kecamatan Kras.

Baca Juga :  Konsultasi Bengkel Auto Detailing & Services

Menurut keterangan Toni, pihak sekolah berterima kasih kepada petugas karena membantu memberikan efek jera kepada siswanya yang membolos. “Semoga mereka jera dan tidak mengulanginya lagi,” harap Toni.

 

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/