24.2 C
Kediri
Saturday, July 2, 2022

Ngamuk, Bacok Pedagang Pracangan Warujayeng

WARUJAYENG, JP Radar Nganjuk- Apes dialami Mariyono, pedagang pracangan di Kelurahan Warujayeng, Kecamatan Tanjunganom. Pria berusia 47 tahun ini nyaris tewas. Karena dia dibacok Puji Suwarno, 53, warga Desa Klepek, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri pada Rabu (8/9).

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. Saat itu, Puji mengendarai sepeda motor datang ke toko pracangan milik Mariyono. Awalnya, Mariyono tidak menduga jika Puji akan membacoknya. “Korban menganggap Puji adalah pembeli,” ujar Kasubbag Humas Polres Nganjuk Iptu Supriyanto kemarin.

Namun, Puji marah-marah tak karuan. Dia memaki-maki Mariyono. Hal ini membuat Mariyono bingung. Karena tidak mengenal Puji.

Kemudian, Puji langsung mengancam Mariyono dengan pedang yang dibawanya. Khawatir dibacok, Mariyono memegang pedang tersebut dengan tangan. Namun, Puji justru memukul Mariyono dengan sarung pedangnya. Merasa nyawanya terancam, Mariyono berusaha melawan. Puji langsung menarik pedangnya dan membuat tangan Mariyono terluka. Tak ayal, Mariyono berteriak meminta pertolongan. “Anak korban langsung membantu bapaknya dan merampas pedang Puji,” ujar Supriyanto.

Baca Juga :  Satu Pasien Tulari Lima Orang Baru

Teriakan Mariyono juga didengar warga. Mereka membantu Mariyono dan anaknya untuk meringkus Puji. Setelah Puji diringkus, warga melaporkan kejadian itu ke Polsek Warujayeng. “Korban dibawa ke Puskesmas Warujayeng untuk mendapat perawatan,” ujar Supriyanto.

Sedangkan, Puji diamankan ke Polsek Warujayeng. Pedang dan sepeda motor milik Puji dijadikan sebagai barang bukti (BB).

Supriyanto mengatakan, kasus ini masih dalam penyelidikan. Diduga Puji mengalami gangguan jiwa. Namun, kepastiannya, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan kejiwaan dari Puji.

- Advertisement -

WARUJAYENG, JP Radar Nganjuk- Apes dialami Mariyono, pedagang pracangan di Kelurahan Warujayeng, Kecamatan Tanjunganom. Pria berusia 47 tahun ini nyaris tewas. Karena dia dibacok Puji Suwarno, 53, warga Desa Klepek, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri pada Rabu (8/9).

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. Saat itu, Puji mengendarai sepeda motor datang ke toko pracangan milik Mariyono. Awalnya, Mariyono tidak menduga jika Puji akan membacoknya. “Korban menganggap Puji adalah pembeli,” ujar Kasubbag Humas Polres Nganjuk Iptu Supriyanto kemarin.

Namun, Puji marah-marah tak karuan. Dia memaki-maki Mariyono. Hal ini membuat Mariyono bingung. Karena tidak mengenal Puji.

Kemudian, Puji langsung mengancam Mariyono dengan pedang yang dibawanya. Khawatir dibacok, Mariyono memegang pedang tersebut dengan tangan. Namun, Puji justru memukul Mariyono dengan sarung pedangnya. Merasa nyawanya terancam, Mariyono berusaha melawan. Puji langsung menarik pedangnya dan membuat tangan Mariyono terluka. Tak ayal, Mariyono berteriak meminta pertolongan. “Anak korban langsung membantu bapaknya dan merampas pedang Puji,” ujar Supriyanto.

Baca Juga :  Cegah Wabah, Santri Bawa Surat Sehat

Teriakan Mariyono juga didengar warga. Mereka membantu Mariyono dan anaknya untuk meringkus Puji. Setelah Puji diringkus, warga melaporkan kejadian itu ke Polsek Warujayeng. “Korban dibawa ke Puskesmas Warujayeng untuk mendapat perawatan,” ujar Supriyanto.

Sedangkan, Puji diamankan ke Polsek Warujayeng. Pedang dan sepeda motor milik Puji dijadikan sebagai barang bukti (BB).

Supriyanto mengatakan, kasus ini masih dalam penyelidikan. Diduga Puji mengalami gangguan jiwa. Namun, kepastiannya, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan kejiwaan dari Puji.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/