23.7 C
Kediri
Sunday, June 26, 2022

Korban Guru Ngaji Cabul di Nganjuk Bertambah

PRAMBON, JP Radar Nganjuk- Korban dugaan pencabulan guru ngaji asal Kecamatan Ngronggot tidak hanya satu orang. Setelah orang tua Lara (bukan nama sebenarnya, Red) melaporkan guru ngaji berinisial A.M ke Polres Nganjuk pada 4 Agustus, kemarin, dua teman Lara juga melapor. Dua cewek yang mengaku menjadi korban pencabulan guru ngaji tersebut didampingi penasihat hukum Bambang Sukoco dan Rahardji Santoso. “Kami bawa barang bukti pakaian dalam korban,” ujar Bambang.

Menurut keterangan kedua korban yang masih berusia 13 tahun, mereka dicabuli sejak dua tahun lalu. Modus tersangka adalah menyuruh menyapu halaman belakang masjid. Tiba-tiba, AM menarik santriwatinya. Lalu, mencabuli di ruangan kosong atau kamar mandi. “Saya tak berani cerita ke siapa saja karena diancam,” ungkap Mawar, 13, teman Lara.

Baca Juga :  Stok Melimpah, Harga Brambang Anjlok

Hal tersebut dibenarkan Lara. Siswi SMP ini juga mengaku tidak hanya sekali dicabuli pada 28 Juli lalu. Dia sering mengalami pelecehan seksual sejak kelas V SD. “Sudah dua tahun saya dicabuli,” keluhnya.

Atas kejadian tersebut, Kasatreskrim Polres Nganjuk AKP Nikolas Bugas Yudhi Kurniawan mengatakan, masih menyelidiki kasus ini. “Kami sudah periksa saksi-saksi dan mengamankan barang bukti,” ujarnya.

Namun demikian, Niko mengaku belum menahan guru ngaji tersebut. Saat ini, statusnya masih sebagai saksi. Karena itu, belum dilakukan penahanan. “Kami sudah memeriksa guru ngaji itu,” ujarnya.

Untuk diketahui, kasus dugaan guru ngaji asal Ngronggot mencabuli santriwatinya asal Prambon ini terjadi pada 28 Juli lalu. Saat itu, Lara yang menjadi korban pencabulan menceritakan ulah guru ngaji itu ke temannya. Kemudian, teman korban menceritakan ke ibunya masing-masing. Akhirnya, ibu teman korban melaporkan apa yang dialami Lara ke ibunya. Tidak terima dengan perbuatan guru ngaji tersebut, orang tua Lara menempuh jalur hukum. Ternyata, teman-teman Lara juga mengaku dicabuli guru ngaji tersebut. Sehingga, mereka akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polres Nganjuk kemarin.

Baca Juga :  Polisi Ringkus Tiga Pengedar Sabu-Sabu
- Advertisement -

PRAMBON, JP Radar Nganjuk- Korban dugaan pencabulan guru ngaji asal Kecamatan Ngronggot tidak hanya satu orang. Setelah orang tua Lara (bukan nama sebenarnya, Red) melaporkan guru ngaji berinisial A.M ke Polres Nganjuk pada 4 Agustus, kemarin, dua teman Lara juga melapor. Dua cewek yang mengaku menjadi korban pencabulan guru ngaji tersebut didampingi penasihat hukum Bambang Sukoco dan Rahardji Santoso. “Kami bawa barang bukti pakaian dalam korban,” ujar Bambang.

Menurut keterangan kedua korban yang masih berusia 13 tahun, mereka dicabuli sejak dua tahun lalu. Modus tersangka adalah menyuruh menyapu halaman belakang masjid. Tiba-tiba, AM menarik santriwatinya. Lalu, mencabuli di ruangan kosong atau kamar mandi. “Saya tak berani cerita ke siapa saja karena diancam,” ungkap Mawar, 13, teman Lara.

Baca Juga :  Diduga Mengantuk, Truk Tabrak Warung

Hal tersebut dibenarkan Lara. Siswi SMP ini juga mengaku tidak hanya sekali dicabuli pada 28 Juli lalu. Dia sering mengalami pelecehan seksual sejak kelas V SD. “Sudah dua tahun saya dicabuli,” keluhnya.

Atas kejadian tersebut, Kasatreskrim Polres Nganjuk AKP Nikolas Bugas Yudhi Kurniawan mengatakan, masih menyelidiki kasus ini. “Kami sudah periksa saksi-saksi dan mengamankan barang bukti,” ujarnya.

Namun demikian, Niko mengaku belum menahan guru ngaji tersebut. Saat ini, statusnya masih sebagai saksi. Karena itu, belum dilakukan penahanan. “Kami sudah memeriksa guru ngaji itu,” ujarnya.

Untuk diketahui, kasus dugaan guru ngaji asal Ngronggot mencabuli santriwatinya asal Prambon ini terjadi pada 28 Juli lalu. Saat itu, Lara yang menjadi korban pencabulan menceritakan ulah guru ngaji itu ke temannya. Kemudian, teman korban menceritakan ke ibunya masing-masing. Akhirnya, ibu teman korban melaporkan apa yang dialami Lara ke ibunya. Tidak terima dengan perbuatan guru ngaji tersebut, orang tua Lara menempuh jalur hukum. Ternyata, teman-teman Lara juga mengaku dicabuli guru ngaji tersebut. Sehingga, mereka akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polres Nganjuk kemarin.

Baca Juga :  Penyebab Laka Tinggi karena Pengendara Lengah

Artikel Terkait

Most Read

Megengan Pandemi

Sembadra Karya


Artikel Terbaru

/