26.7 C
Kediri
Monday, July 4, 2022

Pria Mengamuk Bawa Celurit

KEDIRI KABUPATEN Sutrisno, warga Desa Dolopo, Kecamatan Ngasem berulah kemarin pagi (9/7). Ia mengamuk di kebunnya. Diduga lantaran depresi. Yang mengkhawatirkan, pria ini mengamuk sambil membawa celurit.

Karena bersenjata tajam (sajam) itulah warga ketakutan. Mereka terganggu dengan ulah Sutrisno. Akibatnya, warga melaporkannya ke Polsek Gampengrejo. Sekitar pukul 06.15 WIB, Kapolsek Gampengrejo beserta anggotanya langsung mendatangi lokasi kejadian.

Sesampainya di lokasi kejadian, Kapolsek Gampengrejo beserta anggota langsung menemui istri dan keluarga Sutrisno. Mereka ternyata telah berada di kebun. Kemudian, petugas membujuk Sutrisno agar menyerahkan celurit yang dibawanya.

“Kami rayu di depan pintu kebun miliknya yang dikunci dari dalam,” terang Kapolsek Gampengrejo AKP Mukhlason.

Baca Juga :  Terdampak Pandemi, Jumlah Gepeng di Kota Angin Meningkat

Sutrisno sendiri berada di kebun yang tidak kelihatan karena tertutup pagar pohon. Setelah dirayu, akhirnya Sutrisno mau menyerahkan celurit yang dibawanya. “Akhirnya berhasil kami bujuk,” ujarnya.

Begitu celurit bisa diamankan, petugas dan istri Sutrisno masuk ke kebun untuk berdialog dengan Sutrisno. Mereka membujuknya supaya mau pulang. Setelah diajak bicara baik-baik oleh petugas dan istrinya, Sutrisno pun mau pulang ke rumahnya.

Menurut Mukhlason, saat mengamuk Sutrisno tidak melukai warga. Dia hanya membawa celurit saja. Namun akibat aksinya, warga resah dan ketakutan. “Warga masuk rumah semua karena ketakutan,” imbuhnya.

Setelah diusut, ternyata Sutrisno pernah menjalani rehabilitasi jiwa di Nganjuk. Beberapa tahun ia mengalami depresi lantaran keluar dari pekerjaannya. Meskipun sempat meresahkan warga sekitarnya, Sutrisno tidak ditahan. Namun, barang bukti celurit diamankan mapolsek. “Kami serahkan ke keluarganya dan perangkat desa,” pungkas Mukhlason.

Baca Juga :  Belum Berniat Lapor Polisi
- Advertisement -

KEDIRI KABUPATEN Sutrisno, warga Desa Dolopo, Kecamatan Ngasem berulah kemarin pagi (9/7). Ia mengamuk di kebunnya. Diduga lantaran depresi. Yang mengkhawatirkan, pria ini mengamuk sambil membawa celurit.

Karena bersenjata tajam (sajam) itulah warga ketakutan. Mereka terganggu dengan ulah Sutrisno. Akibatnya, warga melaporkannya ke Polsek Gampengrejo. Sekitar pukul 06.15 WIB, Kapolsek Gampengrejo beserta anggotanya langsung mendatangi lokasi kejadian.

Sesampainya di lokasi kejadian, Kapolsek Gampengrejo beserta anggota langsung menemui istri dan keluarga Sutrisno. Mereka ternyata telah berada di kebun. Kemudian, petugas membujuk Sutrisno agar menyerahkan celurit yang dibawanya.

“Kami rayu di depan pintu kebun miliknya yang dikunci dari dalam,” terang Kapolsek Gampengrejo AKP Mukhlason.

Baca Juga :  Geledah Kamar Takmir, Warga Tulungagung Diamuk Massa¬†

Sutrisno sendiri berada di kebun yang tidak kelihatan karena tertutup pagar pohon. Setelah dirayu, akhirnya Sutrisno mau menyerahkan celurit yang dibawanya. “Akhirnya berhasil kami bujuk,” ujarnya.

Begitu celurit bisa diamankan, petugas dan istri Sutrisno masuk ke kebun untuk berdialog dengan Sutrisno. Mereka membujuknya supaya mau pulang. Setelah diajak bicara baik-baik oleh petugas dan istrinya, Sutrisno pun mau pulang ke rumahnya.

Menurut Mukhlason, saat mengamuk Sutrisno tidak melukai warga. Dia hanya membawa celurit saja. Namun akibat aksinya, warga resah dan ketakutan. “Warga masuk rumah semua karena ketakutan,” imbuhnya.

Setelah diusut, ternyata Sutrisno pernah menjalani rehabilitasi jiwa di Nganjuk. Beberapa tahun ia mengalami depresi lantaran keluar dari pekerjaannya. Meskipun sempat meresahkan warga sekitarnya, Sutrisno tidak ditahan. Namun, barang bukti celurit diamankan mapolsek. “Kami serahkan ke keluarganya dan perangkat desa,” pungkas Mukhlason.

Baca Juga :  Temukan Tulang Manusia di Saluran Air Ngadiluwih

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/