23.3 C
Kediri
Thursday, August 11, 2022

Petani Tewas di Sawah

  NGANJUK- Warga Desa Sumengko, Kecamatan Sukomoro kemarin, sekitar pukul 06.00, gempar. Sukar, 62, warga desa setempat ditemukan tewas setengah telanjang. Kematian petani ini masih dianggap misterius. Meski identifikasi awal tidak ada tanda-tanda penganiayaan, polisi masih menyelidiki keberadaan dua helm di lokasi kejadian.

          Menurut Kapolsek Sukomoro AKP Gendut Wisoko, korban pertama kali ditemukan oleh warga setempat ketika hendak bertani di sawah. Waktu itu, Tarno, 48, dan tetangganya Suyatmin, 55, melintasi jalan setapak di areal persawahan miliknya. Keduanya kaget ketika melihat Sukar dalam kondisi setengah telanjang, terkapar di tengah sawah. “Kedua saksi melaporkan kejadian itu kepada perangkat desa lalu dilaporkan ke Polsek Sukomoro,” katanya.

          Dari kabar tersebut, petugas polsek bersama dengan tim identifikasi dan Satreskrim Polres Nganjuk mendatangi lokasi penemuan jasad. “Kami langsung pasang police line untuk amankan TKP (tempat kejadian perkara),” kata Gendut. Setelah dilakukan olah TKP, polisi sementara menyimpulkan tidak ada tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban. Dari keterangan keluarganya, Sukar selama ini memang memiliki riwayat sakit jantung.

Baca Juga :  Masih di Indonesia

          Meski sudah ada kesimpulan sementara, Gendut mengaku, petugasnya masih mendalami perkara ini terkait dengan barang bukti yang ditemukan di dekat jasadnya. Selain tiga buah nasi bungkus, polisi menemukan dua botol air mineral. “Ada satu yang sudah dibuka,” lanjut perwira balok tiga itu.

          Dari apa yang dia konsumsi tersebut, berkembang kabar bila Sukar meninggal karena mengalami over dosis (OD). Diduga dia mengonsumi minuman suplemen sebelum akhirnya meninggal di tengah sawah. Terkait dengan kabar tersebut, Gendut menyebut bila isu Sukar meninggal karena OD belum terbukti. Hingga kemarin, polisi hanya menduga bila koban meninggal karena sakit jantung.

          Meski dugaan sementara dia meninggal karena jantung, tewasnya Sukar itu menjadi misterius karena di lokasi kejadian ada dua helm warna hijau tua dan muda. “Keberadaan dua helm tersebut masih kami selidiki (siapa pemiliknya),” ucap Gendut.

Baca Juga :  Menyalip, Hindari Lubang, Kreek...Warga Kaliombo Tewas Terlindas Truk

          Polisi belum mengetahui siapa pemilik helm tersebut. Hingga kemarin sore, keluarganya sama sekali tidak mengakui helm tersebut adalah milik Sukar. Selain helm, nasi bungkus, dan air mineral, polisi juga mengamankan beberapa barang bukti lain di lokasi kejadian. Yakni KTP, SIM, STNK Honda GL Max AG 6181 W, handphone (HP) Nokia warn hitam dan uang tunai senilai Rp 200 ribu.

- Advertisement -

  NGANJUK- Warga Desa Sumengko, Kecamatan Sukomoro kemarin, sekitar pukul 06.00, gempar. Sukar, 62, warga desa setempat ditemukan tewas setengah telanjang. Kematian petani ini masih dianggap misterius. Meski identifikasi awal tidak ada tanda-tanda penganiayaan, polisi masih menyelidiki keberadaan dua helm di lokasi kejadian.

          Menurut Kapolsek Sukomoro AKP Gendut Wisoko, korban pertama kali ditemukan oleh warga setempat ketika hendak bertani di sawah. Waktu itu, Tarno, 48, dan tetangganya Suyatmin, 55, melintasi jalan setapak di areal persawahan miliknya. Keduanya kaget ketika melihat Sukar dalam kondisi setengah telanjang, terkapar di tengah sawah. “Kedua saksi melaporkan kejadian itu kepada perangkat desa lalu dilaporkan ke Polsek Sukomoro,” katanya.

          Dari kabar tersebut, petugas polsek bersama dengan tim identifikasi dan Satreskrim Polres Nganjuk mendatangi lokasi penemuan jasad. “Kami langsung pasang police line untuk amankan TKP (tempat kejadian perkara),” kata Gendut. Setelah dilakukan olah TKP, polisi sementara menyimpulkan tidak ada tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban. Dari keterangan keluarganya, Sukar selama ini memang memiliki riwayat sakit jantung.

Baca Juga :  Hasil Tes Usap Bayi Asal Bagor Negatif

          Meski sudah ada kesimpulan sementara, Gendut mengaku, petugasnya masih mendalami perkara ini terkait dengan barang bukti yang ditemukan di dekat jasadnya. Selain tiga buah nasi bungkus, polisi menemukan dua botol air mineral. “Ada satu yang sudah dibuka,” lanjut perwira balok tiga itu.

          Dari apa yang dia konsumsi tersebut, berkembang kabar bila Sukar meninggal karena mengalami over dosis (OD). Diduga dia mengonsumi minuman suplemen sebelum akhirnya meninggal di tengah sawah. Terkait dengan kabar tersebut, Gendut menyebut bila isu Sukar meninggal karena OD belum terbukti. Hingga kemarin, polisi hanya menduga bila koban meninggal karena sakit jantung.

          Meski dugaan sementara dia meninggal karena jantung, tewasnya Sukar itu menjadi misterius karena di lokasi kejadian ada dua helm warna hijau tua dan muda. “Keberadaan dua helm tersebut masih kami selidiki (siapa pemiliknya),” ucap Gendut.

Baca Juga :  Menyalip, Hindari Lubang, Kreek...Warga Kaliombo Tewas Terlindas Truk

          Polisi belum mengetahui siapa pemilik helm tersebut. Hingga kemarin sore, keluarganya sama sekali tidak mengakui helm tersebut adalah milik Sukar. Selain helm, nasi bungkus, dan air mineral, polisi juga mengamankan beberapa barang bukti lain di lokasi kejadian. Yakni KTP, SIM, STNK Honda GL Max AG 6181 W, handphone (HP) Nokia warn hitam dan uang tunai senilai Rp 200 ribu.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/