24.4 C
Kediri
Tuesday, June 28, 2022

Geledah Warung, Polisi Sita 12 Botol Miras Ilegal di Pesantren

KOTA, JP Radar Kediri– Bisnis minuman keras (miras) Wahyu Hermawan, 27, berujung pada urusan polisi. Dalam penggeledahan di warungnya, Jl Raya Ketami, Kecamatan Pesantren, ditemukan beberapa botol anggur merah kemasan 620 mililiter (ml). “Ada 12 botol yang kami amankan,” ujar Kapolsek Pesantren Kompol Suyitno kemarin.

Akibatnya, pria asal Desa Gempolan, Kecamatan Gurah ini menjalani pemeriksaan polisi. Karena mengedarkan miras tanpa izin, Wahyu dikenai sanksi tindak pidana ringan (tipiring).

Suyitno mengatakan, kasus bermula saat unit Samapta Polsek Pesantren mendapat laporan masyarakat tentang peredaran miras di wilayah Pesantren. “Kami langsung lakukan penyelidikan apakah laporan itu benar adanya,” ujarnya.

Hasil penyelidikan mengarah pada Wahyu. Petugas pun mendatangi rumah istrinya di Kelurahan Ketami, Pesantren. Ternyata benar, di sana didapati 12 botol anggur merah. “Kami amankan tersangka dan barang buktinya,” tegasnya.

Baca Juga :  Naik Lagi ke Zona Merah, Kabupaten Kediri Terapkan PPKM

Suyitno menambahkan, tersangka mengaku sudah enam bulan menjalani bisnis ini. Awalnya dia hanya berjualan sembako di warung samping rumahnya. Karena perbuatannya, pengedar miras ini melanggar Perda Kota Kediri Nomor 12/1983 tentang izin penjualan miras merujuk Permendag Nomor 6/M-DAG/PER/1/2015 tentang perubahan kedua atas Permendag Nomor 20/M-DAG/PER/4/2014 tentang pengendalian dan pengawasan terhadap pengadaan, peredaran, dan penjualan minuman beralkhohol. (ica/ndr)

 

- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri– Bisnis minuman keras (miras) Wahyu Hermawan, 27, berujung pada urusan polisi. Dalam penggeledahan di warungnya, Jl Raya Ketami, Kecamatan Pesantren, ditemukan beberapa botol anggur merah kemasan 620 mililiter (ml). “Ada 12 botol yang kami amankan,” ujar Kapolsek Pesantren Kompol Suyitno kemarin.

Akibatnya, pria asal Desa Gempolan, Kecamatan Gurah ini menjalani pemeriksaan polisi. Karena mengedarkan miras tanpa izin, Wahyu dikenai sanksi tindak pidana ringan (tipiring).

Suyitno mengatakan, kasus bermula saat unit Samapta Polsek Pesantren mendapat laporan masyarakat tentang peredaran miras di wilayah Pesantren. “Kami langsung lakukan penyelidikan apakah laporan itu benar adanya,” ujarnya.

Hasil penyelidikan mengarah pada Wahyu. Petugas pun mendatangi rumah istrinya di Kelurahan Ketami, Pesantren. Ternyata benar, di sana didapati 12 botol anggur merah. “Kami amankan tersangka dan barang buktinya,” tegasnya.

Baca Juga :  Beli Material Sekali, Palsukan Nota Lima Kali

Suyitno menambahkan, tersangka mengaku sudah enam bulan menjalani bisnis ini. Awalnya dia hanya berjualan sembako di warung samping rumahnya. Karena perbuatannya, pengedar miras ini melanggar Perda Kota Kediri Nomor 12/1983 tentang izin penjualan miras merujuk Permendag Nomor 6/M-DAG/PER/1/2015 tentang perubahan kedua atas Permendag Nomor 20/M-DAG/PER/4/2014 tentang pengendalian dan pengawasan terhadap pengadaan, peredaran, dan penjualan minuman beralkhohol. (ica/ndr)

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/