23.3 C
Kediri
Thursday, August 11, 2022

Warga Bojonegoro Nekat Curi Kayu di Ngluyu

NGANJUK, JP Radar Nganjuk–AS, 24 kena batunya. Pemuda asal Gondang, Bojonegoro yang nekat mencuri kayu di kawasan hutan Desa Sugihwaras, Ngluyu, itu ditangkap polisi setelah tepergok membawa empat batang kayu Sonokeling gelondongan pada Senin (8/2) malam lalu.

Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, pencurian yang dilakukan AS terbongkar setelah aksinya diketahui oleh petugas gabungan RPH Cabean, Polhutmob KPH Nganjuk dan Unitreskrim Polsek Ngluyu. “Tersangka ditangkap sekitar pukul 18.00,” ujar Kapolsek Ngluyu Iptu Roni Andreas.

Penangkapan itu berawal saat petugas melakukan patroli di area hutan petak 228C RPH Cabean, BKPH Wengkal, KPH Nganjuk. Saat itu mereka mendengar suara bising dari dalam hutan.

Baca Juga :  Semalam Mbak Pur Hanya Dapat 3 Jam

Dugaan awalnya, suara bising tersebut adalah bunyi gergaji mesin yang sedang dinyalakan. Petugas pun langsung melakukan pengecekan. Ternyata benar, petugas melihat sekelompok orang yang sedang menebang pohon.

Mereka langsung melakukan penyergapan di arah suara. Saat digerebek, petugas hanya mendapati AS saja. Sedangkan empat teman AS lainnya melarikan diri.

Saat itu, di sepeda motor AS juga ada empat potong gelondongan kayu berbagai ukuran. Mendapati barang bukti tersebut pemuda asal Bojonegoro itu tidak bisa mengelak. Apalagi, dia juga tidak bisa menunjukkan surat keterangan sahnya hasil hutan (SKSHH). “Barang bukti masih kami amankan diamankan. Kasus masih terus dikembangkan,” terang Roni.

Akibat perbuatannya, AS dapat dikenai pasal 82 ayat (1) huruf b jo Pasal 12 huruf b UU 18/2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan. AS dapat dikenai pidana penjara minimal 1 tahun dan maksimal 5 tahun. Dia juga terancam denda paling sedikit Rp 500 juta.

Baca Juga :  Satpol Razia Bangunan Ruko yang Jadi Karaoke
- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk–AS, 24 kena batunya. Pemuda asal Gondang, Bojonegoro yang nekat mencuri kayu di kawasan hutan Desa Sugihwaras, Ngluyu, itu ditangkap polisi setelah tepergok membawa empat batang kayu Sonokeling gelondongan pada Senin (8/2) malam lalu.

Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, pencurian yang dilakukan AS terbongkar setelah aksinya diketahui oleh petugas gabungan RPH Cabean, Polhutmob KPH Nganjuk dan Unitreskrim Polsek Ngluyu. “Tersangka ditangkap sekitar pukul 18.00,” ujar Kapolsek Ngluyu Iptu Roni Andreas.

Penangkapan itu berawal saat petugas melakukan patroli di area hutan petak 228C RPH Cabean, BKPH Wengkal, KPH Nganjuk. Saat itu mereka mendengar suara bising dari dalam hutan.

Baca Juga :  Komplotan Penjarah Makam Tionghoa Klotok Divonis, Bagaimana Pemesan?

Dugaan awalnya, suara bising tersebut adalah bunyi gergaji mesin yang sedang dinyalakan. Petugas pun langsung melakukan pengecekan. Ternyata benar, petugas melihat sekelompok orang yang sedang menebang pohon.

Mereka langsung melakukan penyergapan di arah suara. Saat digerebek, petugas hanya mendapati AS saja. Sedangkan empat teman AS lainnya melarikan diri.

Saat itu, di sepeda motor AS juga ada empat potong gelondongan kayu berbagai ukuran. Mendapati barang bukti tersebut pemuda asal Bojonegoro itu tidak bisa mengelak. Apalagi, dia juga tidak bisa menunjukkan surat keterangan sahnya hasil hutan (SKSHH). “Barang bukti masih kami amankan diamankan. Kasus masih terus dikembangkan,” terang Roni.

Akibat perbuatannya, AS dapat dikenai pasal 82 ayat (1) huruf b jo Pasal 12 huruf b UU 18/2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan. AS dapat dikenai pidana penjara minimal 1 tahun dan maksimal 5 tahun. Dia juga terancam denda paling sedikit Rp 500 juta.

Baca Juga :  Tepergok dengan Pakaian Berantakan

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/