26.9 C
Kediri
Tuesday, July 5, 2022

Siswa SD Pingsan Dipukul Mama Muda asal Kelurahan Ngadirejo

KOTA, JP Radar Kediri–Kemarahan RE, 22, membuatnya harus berurusan dengan polisi. Mama muda asal lingkungan Ngadisimo, Kelurahan Ngadirejo, Kota Kediri itu dipolisikan Sabtu (8/1) setelah memukul OS, 10, tetangganya hingga pingsan pada Rabu (5/1) lalu.

          Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri menyebutkan, pemukulan bermula ketika siswa SD itu bermain di dekat rumah RE sekitar pukul 17.00. Diduga, saat bermain di sana OS mengejek anak RE yang masih berusia setahun. “Kene, anakmu tak guwak nek kali (sini, anakmu tak buang ke sungai, Red),” kata Kasubbag Humas Polres Kediri Kota Iptu Henry Mudi Yuwono menirukan perkataan OS terhadap RE.

          Mendapat perkataan kasar itu, RE yang juga karyawan swasta itu langsung naik pitam.  RE yang tidak bisa menahan amarahnya langsung mendatangi OS dan memukulnya sebanyak tiga kali. Masing-masing mengenai pipi kanan dan kepala bagian belakang.

          Akibat pemukulan tersebut, OS langsung tersungkur dan tidak sadarkan diri. “Korban langsung dilarikan ke RSUD Gambiran setelah hidungnya mengeluarkan darah atau mimisan,” lanjut perwira dengan pangkat dua balok di pundak itu.

Baca Juga :  Rajin Bikin Catatan, Membuka Jalan Syiar Islam

          Tidak terima anaknya dianiaya, HZ, 48, ayah OS mendatangi Polres Kediri Kota sekitar pukul 23.00, Sabtu (8/1) lalu. Terkait penanganan kasus tersebut, Henry menegaskan satreskrim masih melakukan penyelidikan. Akibat perbuatannya, RE diancam pasal 80 UU RI No. 35/2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak.

          Henry menegaskan, penyidik sudah meminta keterangan terhadap RE. Demikian juga HZ dan beberapa saksi lain. Termasuk YW, ibu korban. “Masih terus kami dalami dan kami kembangkan,” terangnya.

          Sementara itu, hingga kemarin OS masih menjalani perawatan di RSUD Gambiran. Sayangnya, manajemen RSUD Gambiran belum bisa dikonfirmasi terkait perkembangan terkini siswa yang duduk di bangku SD tersebut. Humas RSUD Gambiran Nitrasari yang dihubungi koran ini melalui WhatsApp, belum membalas.

          Terpisah, Lurah Ngadirejo Ahmad Sofwan menjelaskan, tiga pilar di kelurahan sudah melakukan mediasi pada Sabtu (8/1) siang. Selanjutnya, Sabtu malam pihak kelurahan juga melanjutkan mediasi tersebut. “Intinya ada kesepakatan untuk menyelesaikan secara kekeluargaan,” beber pria yang akrab disapa Sofwan itu.

Baca Juga :  Limbah Asalum Ngepung Dibawa ke Gresik

          Ditanya tentang kasusnya di Polres Kediri Kota yang masih terus berlanjut, Sofwan mengaku menyerahkannya ke kepolisian. Meski demikian, dia menyebut keluarga korban dan pelaku sudah sepakat untuk berdamai.

          Rencananya, hari ini Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kelurahan Ngadirejo juga akan kembali memanggil keluarga korban dan pelaku. “Dilihat bagaimana besok. Sebenarnya dua belah pihak sama-sama legawa,” paparnya sembari menyebut kasus pemukulan itu awalnya hanyalah guyonan antar anak-anak. (ica/ut)

 

Kronologi:

1.     Rabu (5/1) sekitar pukul 17.00 korban OS, 10, bermain di dekat rumah pelaku RE, 22. Setelah itu korban mengejek anak RE yang sedang berada di depan rumah

2.     Emosi anaknya diejek, RE langsung memukul OS sebanyak tiga kali mengenai pipi dan kepala belakang korban hingga tersungkur dan pingsan.

3.     OS langsung mengalami mimisan hingga dilarikan ke RSUD Gambiran untuk mendapat perawatan

4.     Hingga kemarin OS masih menjalani perawatan di RS dan RE sebagai terlapor sudah dimintai keterangan penyidik Satreskrim Polres Kediri Kota

 

- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri–Kemarahan RE, 22, membuatnya harus berurusan dengan polisi. Mama muda asal lingkungan Ngadisimo, Kelurahan Ngadirejo, Kota Kediri itu dipolisikan Sabtu (8/1) setelah memukul OS, 10, tetangganya hingga pingsan pada Rabu (5/1) lalu.

          Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri menyebutkan, pemukulan bermula ketika siswa SD itu bermain di dekat rumah RE sekitar pukul 17.00. Diduga, saat bermain di sana OS mengejek anak RE yang masih berusia setahun. “Kene, anakmu tak guwak nek kali (sini, anakmu tak buang ke sungai, Red),” kata Kasubbag Humas Polres Kediri Kota Iptu Henry Mudi Yuwono menirukan perkataan OS terhadap RE.

          Mendapat perkataan kasar itu, RE yang juga karyawan swasta itu langsung naik pitam.  RE yang tidak bisa menahan amarahnya langsung mendatangi OS dan memukulnya sebanyak tiga kali. Masing-masing mengenai pipi kanan dan kepala bagian belakang.

          Akibat pemukulan tersebut, OS langsung tersungkur dan tidak sadarkan diri. “Korban langsung dilarikan ke RSUD Gambiran setelah hidungnya mengeluarkan darah atau mimisan,” lanjut perwira dengan pangkat dua balok di pundak itu.

Baca Juga :  12 Hari Operasi Ketupat Polres Kediri Kota Jaring Ribuan Pelanggar

          Tidak terima anaknya dianiaya, HZ, 48, ayah OS mendatangi Polres Kediri Kota sekitar pukul 23.00, Sabtu (8/1) lalu. Terkait penanganan kasus tersebut, Henry menegaskan satreskrim masih melakukan penyelidikan. Akibat perbuatannya, RE diancam pasal 80 UU RI No. 35/2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak.

          Henry menegaskan, penyidik sudah meminta keterangan terhadap RE. Demikian juga HZ dan beberapa saksi lain. Termasuk YW, ibu korban. “Masih terus kami dalami dan kami kembangkan,” terangnya.

          Sementara itu, hingga kemarin OS masih menjalani perawatan di RSUD Gambiran. Sayangnya, manajemen RSUD Gambiran belum bisa dikonfirmasi terkait perkembangan terkini siswa yang duduk di bangku SD tersebut. Humas RSUD Gambiran Nitrasari yang dihubungi koran ini melalui WhatsApp, belum membalas.

          Terpisah, Lurah Ngadirejo Ahmad Sofwan menjelaskan, tiga pilar di kelurahan sudah melakukan mediasi pada Sabtu (8/1) siang. Selanjutnya, Sabtu malam pihak kelurahan juga melanjutkan mediasi tersebut. “Intinya ada kesepakatan untuk menyelesaikan secara kekeluargaan,” beber pria yang akrab disapa Sofwan itu.

Baca Juga :  Puncak Konflik sejak Pemberontakan Madiun

          Ditanya tentang kasusnya di Polres Kediri Kota yang masih terus berlanjut, Sofwan mengaku menyerahkannya ke kepolisian. Meski demikian, dia menyebut keluarga korban dan pelaku sudah sepakat untuk berdamai.

          Rencananya, hari ini Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kelurahan Ngadirejo juga akan kembali memanggil keluarga korban dan pelaku. “Dilihat bagaimana besok. Sebenarnya dua belah pihak sama-sama legawa,” paparnya sembari menyebut kasus pemukulan itu awalnya hanyalah guyonan antar anak-anak. (ica/ut)

 

Kronologi:

1.     Rabu (5/1) sekitar pukul 17.00 korban OS, 10, bermain di dekat rumah pelaku RE, 22. Setelah itu korban mengejek anak RE yang sedang berada di depan rumah

2.     Emosi anaknya diejek, RE langsung memukul OS sebanyak tiga kali mengenai pipi dan kepala belakang korban hingga tersungkur dan pingsan.

3.     OS langsung mengalami mimisan hingga dilarikan ke RSUD Gambiran untuk mendapat perawatan

4.     Hingga kemarin OS masih menjalani perawatan di RS dan RE sebagai terlapor sudah dimintai keterangan penyidik Satreskrim Polres Kediri Kota

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/