26 C
Kediri
Sunday, August 14, 2022

Pengedar Sabu Dituntut Tujuh Tahun

- Advertisement -

KEDIRI KOTA – Nanang Isakhudin, 35, warga Desa Selorejo, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang tertunduk lesu setelah mendengar tuntutan tujuh tahun yang dijatuhkan jaksa, kemarin (8/8).

Tuntutan tersebut dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Aji Sudarmono di Pengadilan Negeri (PN) Kediri Kota. Nanang dituntut dalam dua pasal sekaligus yakni Pasal 112 ayat (1) dan Pasal 127 ayat (1) a UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Terdakwa dinyatakan bersalah karena telah menyalahgunakan serta mengedarkan narkotika golongan I bukan tanaman,” terang Aji dalam persidangan.

Berdasarkan dakwaan serta pemeriksaan saksi serta barang bukti di persidangan sebelumnya, Nanang terbukti telah menyalahgunakan narkotika. Berawal pada Selasa, 25 April lalu. Saat itu sekitar pukul 12.30 WIB ia mendapat pesanan satu paket sabu-sabu dari Tono (DPO). Karena stoknya habis, ia pun memesan satu paket sabu tersebut kepada Freddy (DPO). Satu klip atau satu paket sabu tersebut disepakati seharga Rp 600 ribu.

Baca Juga :  JPU Tuntut 1 Tahun 3 Bulan, Hakim Vonis 1,5 Tahun Kurungan

Kemudian sekitar pukul 22.00 WIB Nanang berjanjian untuk mengambil paket tersebut di Perempatan Semampir, Kelurahan Semampir, Kecamatan Kota. Ditempat tersebut Nanang didatangi seseorang yang mengatakan bahwa ia disuruh Freddy. Setelah mendapat paket sabu tersebut Nanang pulang ke tempat kosnya yang berada di Desa Doko, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri. Di tempat kos tersebut, tanpa sepengetahuan Tono, Nanang pun mengcicipi paket sabu tersebut.

- Advertisement -

Keesokan harinya Nanang berjanjian dengan Tono untuk bertransaksi narkoba di pinggir Jalan Raya Bence, Kelurahan Betet, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. Namun sebelum bertemu dengan Tono, Nanang sudah tertangkap petugas Satresnarkoba Polres Kediri Kota. Setelah ditimbang, ternyata sabu tersebut berukuran 0,41 gram beserta plastik pembungkusnya.

Baca Juga :  Lapas Ini Mau Tambah CCTV, Ini Alasannya

Perbuatan Nanang tentu melanggar program pemerintah yang sedang gencar-gencarnya memberantas peredaran narkotika. Setelah putusan dibacakan, hakim memberi kesempatan pada Nanang untuk berkomentar. “Saya mohon keringanan Yang Mulia, saya berjanji tidak akan mengulangi perbuatan ini lagi,” pinta Nanang di persidangan.

Setelah itu hakim yang diketuai oleh hakim Imam Khanafi mengetuk palu tanda persidangan telah selesai dan akan dilanjutkan minggu depan dalam agenda putusan.

 

- Advertisement -

KEDIRI KOTA – Nanang Isakhudin, 35, warga Desa Selorejo, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang tertunduk lesu setelah mendengar tuntutan tujuh tahun yang dijatuhkan jaksa, kemarin (8/8).

Tuntutan tersebut dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Aji Sudarmono di Pengadilan Negeri (PN) Kediri Kota. Nanang dituntut dalam dua pasal sekaligus yakni Pasal 112 ayat (1) dan Pasal 127 ayat (1) a UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Terdakwa dinyatakan bersalah karena telah menyalahgunakan serta mengedarkan narkotika golongan I bukan tanaman,” terang Aji dalam persidangan.

Berdasarkan dakwaan serta pemeriksaan saksi serta barang bukti di persidangan sebelumnya, Nanang terbukti telah menyalahgunakan narkotika. Berawal pada Selasa, 25 April lalu. Saat itu sekitar pukul 12.30 WIB ia mendapat pesanan satu paket sabu-sabu dari Tono (DPO). Karena stoknya habis, ia pun memesan satu paket sabu tersebut kepada Freddy (DPO). Satu klip atau satu paket sabu tersebut disepakati seharga Rp 600 ribu.

Baca Juga :  Marhaen Tak Diajak Omong Novi

Kemudian sekitar pukul 22.00 WIB Nanang berjanjian untuk mengambil paket tersebut di Perempatan Semampir, Kelurahan Semampir, Kecamatan Kota. Ditempat tersebut Nanang didatangi seseorang yang mengatakan bahwa ia disuruh Freddy. Setelah mendapat paket sabu tersebut Nanang pulang ke tempat kosnya yang berada di Desa Doko, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri. Di tempat kos tersebut, tanpa sepengetahuan Tono, Nanang pun mengcicipi paket sabu tersebut.

Keesokan harinya Nanang berjanjian dengan Tono untuk bertransaksi narkoba di pinggir Jalan Raya Bence, Kelurahan Betet, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. Namun sebelum bertemu dengan Tono, Nanang sudah tertangkap petugas Satresnarkoba Polres Kediri Kota. Setelah ditimbang, ternyata sabu tersebut berukuran 0,41 gram beserta plastik pembungkusnya.

Baca Juga :  Frustrasi, Tabrakkan Diri ke Kereta Api

Perbuatan Nanang tentu melanggar program pemerintah yang sedang gencar-gencarnya memberantas peredaran narkotika. Setelah putusan dibacakan, hakim memberi kesempatan pada Nanang untuk berkomentar. “Saya mohon keringanan Yang Mulia, saya berjanji tidak akan mengulangi perbuatan ini lagi,” pinta Nanang di persidangan.

Setelah itu hakim yang diketuai oleh hakim Imam Khanafi mengetuk palu tanda persidangan telah selesai dan akan dilanjutkan minggu depan dalam agenda putusan.

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/