23.7 C
Kediri
Sunday, June 26, 2022

Lukir Buruh Pabrik dengan Bos Batik

Kalau urusan gaya hidup hedon, zaman milenial ini eranya. Tak kurang, gaya hidup wah berseliweran di berbagai medsos. Facebook, Instagram, hingga Tiktok. Banyak pula yang keblinger dengan gaya hidup mewah para kresi ric  yang modalnya ternyata hasil apus-apus itu.

Nah, soal urip hedon itu, Mbok Ndewor jagonya. Warga Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri ini bahkan rela nglukir Kang Sudrun yang buruh pabrik dengan Kang Paijo yang pengusaha batik. Semuanya, semata-mata demi hidup mewah, peh, kebangeten tenan!

Cerita lengkapnya, 15 tahun silam Kang Sudrun kenal dengan Mbok Ndewor. Setelah saling mendalami satu sama lain, keduanya sepakat mengikat janji suci.

Nah, dalam perjalanan pernikahan, ternyata sifat asli Mbok Ndewor mulai terlihat. Gaya hidupnya yang suka bermewah-mewah muncul.

“Nem wulan iki bojoku nemen borose. Bayaranku ora cukup gawe njajane deke. Durung maneh urusan make up dan duwit sekolah bocah-bocah,” keluh Kang Sudrun.

Baca Juga :  Angka Kecelakaan Lalin di Kediri Turun 40 Persen

Sebenarnya, tak kurang-kurang Kang Sudrun open pada istrinya itu. Sebelum menikah dia sudah membeli rumah untuk ditinggali berdua. Maklum, Mbok Ndewor memang mewanti-wanti ogah kumpul maratuwa.

Dasar perempuan yang tak bisa merasa puas, Mbok Ndewor tetap menuntut hal yang lebih. Dia lebih senang keluyuran seperti masih perawan ae. Padahal, anake sudah dua. “Ben malam minggu mesti metu, dolan ambek kanca-kancane. Klambi lan tase kudu ganti sing anyar,” gerutu Kang Sudrun.

Tak kurang-kurang Kang Sudrun menasihati sang istri. Tapi, Mbok Ndewor justru marah-marah. Dan ganti menjelek-jelekkan sang suami.

“Kesel aku, dikandani apik-apik malah nesu. Ngomonge aku iki kere merga mung buruh pabrik,” keluhnya.

Lelah dengan kelakuan istrinya, Kang Sudrun hanya bisa terdiam. Sampai suatu ketika ia mendapati istrinya pergi berdua dengan pria lain. Tak disangka selama ini istrinya selingkuh.

Baca Juga :  Persedikab Kediri Sodorkan Kontrak Satu Musim

Dia pun mencari tahu siapa sosok pria idaman lain yang telah memikat hati istrinya itu. Ternyata pria itu adalah seorang pengusaha batik asal Jombang. Ternyata pula, keduanya sering bertemu di suatu kafe daerah Pare ketika Mbok Ndewor pamitan pergi bermalam minggu.

“Pas aku ndelok ya langsung tak ampiri. Muring-muring aku, tapi lha kok bojoku ora ngreken,” ucap Kang Sudrun melas.

Ayah dua anak inipun harus rela istrinya lebih memilih pengusaha batik tersebut karena lebih kaya. Kang Sudrun juga tahu diri, lebih baik dia menceraikan sang istri yang tak bisa diuntung itu. “Luwih becik pegatan wae, fokus ngurus anak, tinimbang diselingkuhi,” ucapnya. (ica/fud)

- Advertisement -

Kalau urusan gaya hidup hedon, zaman milenial ini eranya. Tak kurang, gaya hidup wah berseliweran di berbagai medsos. Facebook, Instagram, hingga Tiktok. Banyak pula yang keblinger dengan gaya hidup mewah para kresi ric  yang modalnya ternyata hasil apus-apus itu.

Nah, soal urip hedon itu, Mbok Ndewor jagonya. Warga Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri ini bahkan rela nglukir Kang Sudrun yang buruh pabrik dengan Kang Paijo yang pengusaha batik. Semuanya, semata-mata demi hidup mewah, peh, kebangeten tenan!

Cerita lengkapnya, 15 tahun silam Kang Sudrun kenal dengan Mbok Ndewor. Setelah saling mendalami satu sama lain, keduanya sepakat mengikat janji suci.

Nah, dalam perjalanan pernikahan, ternyata sifat asli Mbok Ndewor mulai terlihat. Gaya hidupnya yang suka bermewah-mewah muncul.

“Nem wulan iki bojoku nemen borose. Bayaranku ora cukup gawe njajane deke. Durung maneh urusan make up dan duwit sekolah bocah-bocah,” keluh Kang Sudrun.

Baca Juga :  Pedagang Masih Berharap ada Dropping Migor dari Pemerintah

Sebenarnya, tak kurang-kurang Kang Sudrun open pada istrinya itu. Sebelum menikah dia sudah membeli rumah untuk ditinggali berdua. Maklum, Mbok Ndewor memang mewanti-wanti ogah kumpul maratuwa.

Dasar perempuan yang tak bisa merasa puas, Mbok Ndewor tetap menuntut hal yang lebih. Dia lebih senang keluyuran seperti masih perawan ae. Padahal, anake sudah dua. “Ben malam minggu mesti metu, dolan ambek kanca-kancane. Klambi lan tase kudu ganti sing anyar,” gerutu Kang Sudrun.

Tak kurang-kurang Kang Sudrun menasihati sang istri. Tapi, Mbok Ndewor justru marah-marah. Dan ganti menjelek-jelekkan sang suami.

“Kesel aku, dikandani apik-apik malah nesu. Ngomonge aku iki kere merga mung buruh pabrik,” keluhnya.

Lelah dengan kelakuan istrinya, Kang Sudrun hanya bisa terdiam. Sampai suatu ketika ia mendapati istrinya pergi berdua dengan pria lain. Tak disangka selama ini istrinya selingkuh.

Baca Juga :  Identitas Pria Bertato, Otopsi Tak Ada Tanda Kekerasan

Dia pun mencari tahu siapa sosok pria idaman lain yang telah memikat hati istrinya itu. Ternyata pria itu adalah seorang pengusaha batik asal Jombang. Ternyata pula, keduanya sering bertemu di suatu kafe daerah Pare ketika Mbok Ndewor pamitan pergi bermalam minggu.

“Pas aku ndelok ya langsung tak ampiri. Muring-muring aku, tapi lha kok bojoku ora ngreken,” ucap Kang Sudrun melas.

Ayah dua anak inipun harus rela istrinya lebih memilih pengusaha batik tersebut karena lebih kaya. Kang Sudrun juga tahu diri, lebih baik dia menceraikan sang istri yang tak bisa diuntung itu. “Luwih becik pegatan wae, fokus ngurus anak, tinimbang diselingkuhi,” ucapnya. (ica/fud)

Artikel Terkait

Most Read

Megengan Pandemi

Sembadra Karya


Artikel Terbaru

/