24.4 C
Kediri
Tuesday, June 28, 2022

Pemkab Nganjuk Dukung Kejaksaan Periksa Pengelolaan Dana di PDAU

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Pemkab Nganjuk buka suara terkait penyelidikan pengelolaan dana di Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) oleh  kejaksaan. Pemkab memutuskan untuk lepas tangan. Bahkan, pemkab mendukung upaya kejaksaan mengungkap adanya dugaan korupsi di tubuh PDAU dengan melakukan penyelidikan. “Intinya kami mendukung saja untuk perbaikan bersama. Kami tidak akan ikut campur apalagi intervensi,” tegas Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Nganjuk Muslim Harsoyo.

Dijelaskan Muslim, PDAU merupakan perusahaan milik daerah. Namun begitu, selama ini, pemkab tidak ikut campur tangan dalam pengelolaan di PDAU. Semua diserahkan ke orang profesional. Karena sebagai perusahaan, PDAU juga memiliki jajaran direksi yang berisi orang-orang profesional di bidangnya. Yang mana bisa mengatur dan mengelola unit usaha di sana. Ada empat unit usaha di PDAU Nganjuk. Yaitu, Hotel Karya Wisata Sawahan, dua apotek di Kecamatan Nganjuk dan Kertosono, kebun cengkih serta percetakan. Pengelolaan dana juga tanggung jawab sepenuhnya ada di direksi PDAU.

Baca Juga :  Ketua DPRD Nganjuk Usul Peningkatkan 5 Aspek di Perubahan RPJMD

Muslim menganggap, penyelidikan kejaksaan dengan memeriksa direksi PDAU adalah upaya untuk perbaikan PDAU Nganjuk. Harapannya, PDAU bisa menjadi perusahaan daerah yang sehat. Sehingga, keinginan PDAU menjadi salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD) di Pemkab Nganjuk bisa terwujud.  “Kami terbuka saja. Kami melihat ini sebagai sebuah pelajaran bagi semuanya,” ujarnya.

Untuk diketahui, selama ini keinginan pemkab agar PDAU Nganjuk menjadi sumber PAD masih ibarat jauh panggang dari api. Dalam tiga tahun terakhir, PDAU selalu mengalami kerugian. Tahun 2019 rugi Rp 500 juta. Kemudian, tahun 2020 dan 2021 masing-masing mengalami kerugian sebesar Rp 700 juta dan Rp 400 juta. Bahkan, berdasarkan catatan Jawa Pos Radar Nganjuk, PDAU hanya mampu menyetor PAD sebanyak dua kali sejak berdiri tahun 1962. Yaitu, pada 2012 sebesar Rp 356,13 juta dan tahun 2018 sebesar Rp 32,6 juta.

Baca Juga :  Menelisik Sejarah Islam di Sepanjang Sungai Brantas (14)

Mantan Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Nganjuk tersebut mengatakan, meski tidak akan melakukan intervensi ke kejaksaan tetapi dia berharap, tidak ada masalah di PDAU. Pengelolaan dana di PDAU selama 2016-2020 yang sedang diselidiki kejaksaan diharapkan sudah sesuai prosedur. Sehingga, laporan masyarakat adanya penyalahgunaan dana tidak terbukti.

Sementara itu, Kepala Kejari Nganjuk Nophy Tennophero Suoth mengatakan, penyelidikan pengelolaan keuangan di PDAU masih dilakukan. Karena itu, dia belum bisa berkomentar banyak. “Saat ini masih pengumpulan bahan keterangan,” ujarnya.

Nophy mengatakan, pemeriksaan saksi-saksi akan dilakukan. Ini untuk kroscek apakah laporan masyarakat adanya penyalahgunaan pengelolaan anggaran di PDAU benar atau tidak. Karena itu, jajaran direksi di PDAU akan dimintai keterangan dan bukti-bukti laporan keuangan akan diminta. “Kami akan dalami dugaan penyalahgunaan dana di PDAU,” pungkasnya. (tar/tyo)

 

- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Pemkab Nganjuk buka suara terkait penyelidikan pengelolaan dana di Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) oleh  kejaksaan. Pemkab memutuskan untuk lepas tangan. Bahkan, pemkab mendukung upaya kejaksaan mengungkap adanya dugaan korupsi di tubuh PDAU dengan melakukan penyelidikan. “Intinya kami mendukung saja untuk perbaikan bersama. Kami tidak akan ikut campur apalagi intervensi,” tegas Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Nganjuk Muslim Harsoyo.

Dijelaskan Muslim, PDAU merupakan perusahaan milik daerah. Namun begitu, selama ini, pemkab tidak ikut campur tangan dalam pengelolaan di PDAU. Semua diserahkan ke orang profesional. Karena sebagai perusahaan, PDAU juga memiliki jajaran direksi yang berisi orang-orang profesional di bidangnya. Yang mana bisa mengatur dan mengelola unit usaha di sana. Ada empat unit usaha di PDAU Nganjuk. Yaitu, Hotel Karya Wisata Sawahan, dua apotek di Kecamatan Nganjuk dan Kertosono, kebun cengkih serta percetakan. Pengelolaan dana juga tanggung jawab sepenuhnya ada di direksi PDAU.

Baca Juga :  Teler, Keroyok Pemuda di Kafe

Muslim menganggap, penyelidikan kejaksaan dengan memeriksa direksi PDAU adalah upaya untuk perbaikan PDAU Nganjuk. Harapannya, PDAU bisa menjadi perusahaan daerah yang sehat. Sehingga, keinginan PDAU menjadi salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD) di Pemkab Nganjuk bisa terwujud.  “Kami terbuka saja. Kami melihat ini sebagai sebuah pelajaran bagi semuanya,” ujarnya.

Untuk diketahui, selama ini keinginan pemkab agar PDAU Nganjuk menjadi sumber PAD masih ibarat jauh panggang dari api. Dalam tiga tahun terakhir, PDAU selalu mengalami kerugian. Tahun 2019 rugi Rp 500 juta. Kemudian, tahun 2020 dan 2021 masing-masing mengalami kerugian sebesar Rp 700 juta dan Rp 400 juta. Bahkan, berdasarkan catatan Jawa Pos Radar Nganjuk, PDAU hanya mampu menyetor PAD sebanyak dua kali sejak berdiri tahun 1962. Yaitu, pada 2012 sebesar Rp 356,13 juta dan tahun 2018 sebesar Rp 32,6 juta.

Baca Juga :  Dua PSK Positif HIV

Mantan Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Nganjuk tersebut mengatakan, meski tidak akan melakukan intervensi ke kejaksaan tetapi dia berharap, tidak ada masalah di PDAU. Pengelolaan dana di PDAU selama 2016-2020 yang sedang diselidiki kejaksaan diharapkan sudah sesuai prosedur. Sehingga, laporan masyarakat adanya penyalahgunaan dana tidak terbukti.

Sementara itu, Kepala Kejari Nganjuk Nophy Tennophero Suoth mengatakan, penyelidikan pengelolaan keuangan di PDAU masih dilakukan. Karena itu, dia belum bisa berkomentar banyak. “Saat ini masih pengumpulan bahan keterangan,” ujarnya.

Nophy mengatakan, pemeriksaan saksi-saksi akan dilakukan. Ini untuk kroscek apakah laporan masyarakat adanya penyalahgunaan pengelolaan anggaran di PDAU benar atau tidak. Karena itu, jajaran direksi di PDAU akan dimintai keterangan dan bukti-bukti laporan keuangan akan diminta. “Kami akan dalami dugaan penyalahgunaan dana di PDAU,” pungkasnya. (tar/tyo)

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/