23.1 C
Kediri
Wednesday, July 6, 2022

Sempat Terdeteksi Berada di Ngawi

NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Keberadaan Icha Fatika Sari, 13, masih menjadi teka-teki hingga kemarin. Pelajar kelas VII SMP yang hilang sejak Rabu (2/9) sore lalu itu masih belum ditemukan. Berdasar pelacakan ponsel gadis berambut panjang itu, dia sempat diketahui berada di Ngawi.

Kasatreskrim Polres Nganjuk Iptu Nikolas Bagas Yudhi Kurniawan mengungkapkan, Minggu (6/8) lalu anggotanya melacak keberadaan Icha. “Dia diduga berada di daerah Ngawi. Pelacakan tim resmob seperti itu,” ujar Niko.

Lebih jauh pria kelahiran Jogjakarta itu menjelaskan, satreskrim masih terus me­lakukan penyelidikan bersama Polsek Nganjuk. Perwira dengan pangkat dua balok di pundak ini menyebut, pihaknya masih terus mendalami kasus anak hilang tersebut. 

Baca Juga :  Kades Harus Mendata Warga dari Zona Merah

Sesuai laporan yang masuk ke Polsek Nganjuk Kota, terang Niko. Icha diketahui pergi bersama seorang lelaki yang diduga adalah kekasihnya. “Masih terus kami lakukan penyelidikan dari data dan fakta yang ada di lapangan,” tandas perwira yang sebelumnya berdinas di Polda Jatim itu.

Seperti diberitakan,  Icha berkenalan dengan lelaki tak dikenal dari game online. Setelah berkenalan, mereka berbincang dan berpindah ke layanan chat gawai. Orang tua Icha, Pujiono dan Lasmiati juga tidak mengetahui siapa lelaki yang membawa pergi Icha tersebut.

Sebelum dilacak berada di Ngawi, sesuai lokasi ponselnya, Icha diduga singgah ke beberapa daerah. Mulai Tuban, hingga Bojonegoro. Menindaklanjuti hal tersebut, Polres Nganjuk juga sudah berkoordinasi dengan Polres Bojonegoro untuk mencari gadis yang terakhir kali diketahui memakai kaus berwarna biru dengan logo Adidas itu.

Baca Juga :  Kena Kasus Korupsi: Ini Vonis Mantan Kepala Dinas Peternakan Kediri

Kepergian Icha memang meninggalkan tanda tanya besar. Pasalnya, sebelumnya dia pamit untuk belajar kelompok bersama dua temannya. Rupanya, itu hanya alibi agar dia bisa pergi ke alun-alun untuk bertemu lelaki tak dikenal itu.

Dari kejadian tersebut, Niko mengimbau kepada masyarakat, khususnya orang tua agar terus melakukan kontrol media sosial anak. Termasuk mewaspadai penggunaan ponsel anak mereka. “Terlebih ini sudah masuk masa work from home, atau school from home. Intensitas anak untuk memegang gawai untuk sekolah juga naik,” tandasnya. 

- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Keberadaan Icha Fatika Sari, 13, masih menjadi teka-teki hingga kemarin. Pelajar kelas VII SMP yang hilang sejak Rabu (2/9) sore lalu itu masih belum ditemukan. Berdasar pelacakan ponsel gadis berambut panjang itu, dia sempat diketahui berada di Ngawi.

Kasatreskrim Polres Nganjuk Iptu Nikolas Bagas Yudhi Kurniawan mengungkapkan, Minggu (6/8) lalu anggotanya melacak keberadaan Icha. “Dia diduga berada di daerah Ngawi. Pelacakan tim resmob seperti itu,” ujar Niko.

Lebih jauh pria kelahiran Jogjakarta itu menjelaskan, satreskrim masih terus me­lakukan penyelidikan bersama Polsek Nganjuk. Perwira dengan pangkat dua balok di pundak ini menyebut, pihaknya masih terus mendalami kasus anak hilang tersebut. 

Baca Juga :  Pengedar Pil Dobel L Asal Ngasem Divonis 2 Tahun 2 Bulan Penjara

Sesuai laporan yang masuk ke Polsek Nganjuk Kota, terang Niko. Icha diketahui pergi bersama seorang lelaki yang diduga adalah kekasihnya. “Masih terus kami lakukan penyelidikan dari data dan fakta yang ada di lapangan,” tandas perwira yang sebelumnya berdinas di Polda Jatim itu.

Seperti diberitakan,  Icha berkenalan dengan lelaki tak dikenal dari game online. Setelah berkenalan, mereka berbincang dan berpindah ke layanan chat gawai. Orang tua Icha, Pujiono dan Lasmiati juga tidak mengetahui siapa lelaki yang membawa pergi Icha tersebut.

Sebelum dilacak berada di Ngawi, sesuai lokasi ponselnya, Icha diduga singgah ke beberapa daerah. Mulai Tuban, hingga Bojonegoro. Menindaklanjuti hal tersebut, Polres Nganjuk juga sudah berkoordinasi dengan Polres Bojonegoro untuk mencari gadis yang terakhir kali diketahui memakai kaus berwarna biru dengan logo Adidas itu.

Baca Juga :  Plt Bupati Beri Bantuan di Patianrowo

Kepergian Icha memang meninggalkan tanda tanya besar. Pasalnya, sebelumnya dia pamit untuk belajar kelompok bersama dua temannya. Rupanya, itu hanya alibi agar dia bisa pergi ke alun-alun untuk bertemu lelaki tak dikenal itu.

Dari kejadian tersebut, Niko mengimbau kepada masyarakat, khususnya orang tua agar terus melakukan kontrol media sosial anak. Termasuk mewaspadai penggunaan ponsel anak mereka. “Terlebih ini sudah masuk masa work from home, atau school from home. Intensitas anak untuk memegang gawai untuk sekolah juga naik,” tandasnya. 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/