26.9 C
Kediri
Tuesday, July 5, 2022

Dapat Jaminan Kades, 9 Orang Tak Ditahan

KABUPATEN, JP Radar Kediri- Aksi gerombolan ini ibarat pagar makan tanaman. Bagaimana tidak, dipercaya oleh perusahaannya untuk melakukan tebang tebu, mereka justru membawa kabur hasil panenan. Akhirnya, jerat hukum yang menarik mereka jadi tersangka.

Tak tanggung-tanggung jumlah yang jadi tersangka mencapai 11 orang. Mereka terdiri dari otak pencurian sekaligus mandor tebang bernama Sujarwo, 63, warga Desa Kambingan, Kecamatan pagu. Kemudian ada Supriono, 44, warga Desa Gabruk, Kecamatan Gurah, yang bertugas sebagai sopir.

“Sementara sembilan pelaku lainnya hanya bertugas sebagai penebang tebu,” jelas Kapolsek Pagu AKP Haryanto melalui Kasi Humas Bripka Erwan Subagyo kemarin (7/7).

Para pelaku pencurian itu ditangkap di rumah masing-masing pada Senin (6/7) sekitar pukul 18.00. Mereka adalah pekerja di perusahaan pengepul tebu gelondongan.

Terbongkarnya aksi para pencoleng tebu itu berawal saat staf perusahaan pengepul tebu itu mendatangi lahan yang tebunya telah mereka beli secara borongan. Staf yang bernama Edy itu mendatangi lahan tebu yang berada di Desa Kambingan.

Baca Juga :  Hakim Vonis Warga Ngasem 2,5 Tahun Penjara

“Saat itu pelapor melihat ada kejanggalan,” ungkap Erwan.

Kejanggalan itu, menurut Erwan, sisa tebu yang telah ditebang berkurang. Edy pun bertanya pada Sujarwo yang bertindak sebagai mandor penjaga tebu. Dia juga menanyakan catatan angkutan tebu.

Dari catatan itulah diketahui hasil tebangan tidak sesuai dengan perkiraan hasil tebangan yang sudah ditimbang. “Dan diperkirakan ada tebu yang dicuri orang,” tambah Erwan.

Setelah melihat lahan tebu di Desa Kambingan, Edy  pergi ke penimbangan tebu di Desa Sambirobyong, Kecamatan Kayenkidul. Saat di Desa Sambirobyong Edy melihat truk AG 8780 GG melintas ke arah utara. Truk yang bermuatan tebu itu, menurut Erwan, harusnya menuju ke daerah Wates.

“Sehingga pelapor curiga. Dan melaporkan itu ke Polsek Pagu,” kata Erwan.

Baca Juga :  Seleksi Direktur Perumda Air Minum Mengerucut saat UKK

Erwan menjelaskan,  dari sebelas pelaku tak semuanya ditahan di rumah tahanan (rutan) Mapolsek Pagu. Hanya dua orang yang ditahan. Yaitu Sujarwo selaku mandor dan Supriono yang menjadi supir truk. Sembilan pelaku lainnya sementara itni tak ditahan.

“Dari hasil pemeriksaan tugas mereka hanya sebagai penebang. Selain itu ada permohonan dari keluarga dan ada penjaminan dari pihak kepala desa masing-masing bahwa mereka tidak melarikan diri,” tambah Erwan.

Sementara barang bukti yang berhasil diamankan petugas di antaranya berupa satu unit truk Mitsubishi AG 8780 GG warna kuning beserta STNK-nya. Juga uang tuani Rp 1 juta, lima buah sabit, dan empat struk timbangan tebu.  Gerombolan ini akan dijerat dengan pasal 363 Subs 362 Jo 55 dan 65 KHUP tentang pencurian dengan kekerasan. Ancaman hukumnya paling lama lima tahun penjara. (ren/fud)

 

- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri- Aksi gerombolan ini ibarat pagar makan tanaman. Bagaimana tidak, dipercaya oleh perusahaannya untuk melakukan tebang tebu, mereka justru membawa kabur hasil panenan. Akhirnya, jerat hukum yang menarik mereka jadi tersangka.

Tak tanggung-tanggung jumlah yang jadi tersangka mencapai 11 orang. Mereka terdiri dari otak pencurian sekaligus mandor tebang bernama Sujarwo, 63, warga Desa Kambingan, Kecamatan pagu. Kemudian ada Supriono, 44, warga Desa Gabruk, Kecamatan Gurah, yang bertugas sebagai sopir.

“Sementara sembilan pelaku lainnya hanya bertugas sebagai penebang tebu,” jelas Kapolsek Pagu AKP Haryanto melalui Kasi Humas Bripka Erwan Subagyo kemarin (7/7).

Para pelaku pencurian itu ditangkap di rumah masing-masing pada Senin (6/7) sekitar pukul 18.00. Mereka adalah pekerja di perusahaan pengepul tebu gelondongan.

Terbongkarnya aksi para pencoleng tebu itu berawal saat staf perusahaan pengepul tebu itu mendatangi lahan yang tebunya telah mereka beli secara borongan. Staf yang bernama Edy itu mendatangi lahan tebu yang berada di Desa Kambingan.

Baca Juga :  Online Learning dan Potensi Lost Generation

“Saat itu pelapor melihat ada kejanggalan,” ungkap Erwan.

Kejanggalan itu, menurut Erwan, sisa tebu yang telah ditebang berkurang. Edy pun bertanya pada Sujarwo yang bertindak sebagai mandor penjaga tebu. Dia juga menanyakan catatan angkutan tebu.

Dari catatan itulah diketahui hasil tebangan tidak sesuai dengan perkiraan hasil tebangan yang sudah ditimbang. “Dan diperkirakan ada tebu yang dicuri orang,” tambah Erwan.

Setelah melihat lahan tebu di Desa Kambingan, Edy  pergi ke penimbangan tebu di Desa Sambirobyong, Kecamatan Kayenkidul. Saat di Desa Sambirobyong Edy melihat truk AG 8780 GG melintas ke arah utara. Truk yang bermuatan tebu itu, menurut Erwan, harusnya menuju ke daerah Wates.

“Sehingga pelapor curiga. Dan melaporkan itu ke Polsek Pagu,” kata Erwan.

Baca Juga :  2 Minggu Hanyut, Sopir Backhoe Asal Surabaya Ditemukan Tertimbun Pasir

Erwan menjelaskan,  dari sebelas pelaku tak semuanya ditahan di rumah tahanan (rutan) Mapolsek Pagu. Hanya dua orang yang ditahan. Yaitu Sujarwo selaku mandor dan Supriono yang menjadi supir truk. Sembilan pelaku lainnya sementara itni tak ditahan.

“Dari hasil pemeriksaan tugas mereka hanya sebagai penebang. Selain itu ada permohonan dari keluarga dan ada penjaminan dari pihak kepala desa masing-masing bahwa mereka tidak melarikan diri,” tambah Erwan.

Sementara barang bukti yang berhasil diamankan petugas di antaranya berupa satu unit truk Mitsubishi AG 8780 GG warna kuning beserta STNK-nya. Juga uang tuani Rp 1 juta, lima buah sabit, dan empat struk timbangan tebu.  Gerombolan ini akan dijerat dengan pasal 363 Subs 362 Jo 55 dan 65 KHUP tentang pencurian dengan kekerasan. Ancaman hukumnya paling lama lima tahun penjara. (ren/fud)

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/