25.6 C
Kediri
Friday, July 1, 2022

Balap Liar di Kabupaten Nganjuk Semakin Merajalela

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Aksi balap liar di Kabupaten Nganjuk semakin merajalela di Bulan Suci Ramadan. Setelah balap liar di Desa Trayang, Kecamatan Ngronggot pada Rabu pagi (6/4) dibubarkan. Pada sore harinya, ternyata ada lagi aksi balap liar. Lokasinya di Jalan Raya Desa Sumengko, Kecamatan Sukomoro.

Saat digerebek tersebut, polisi berhasil menangkap  puluhan remaja. “Kami juga menyita 19 sepeda motor,” ujar Kasatlantas Polres Nganjuk AKP Indra Budi Wibowo kemarin.

Ironisnya, saat puluhan remaja dikumpulkan di tepi jalan, ada seorang ibu yang memakai daster warna ungu dan biru duduk di plengsengan parit. Ibu yang hanya memakai sandal japit tersebut menangis melihat anaknya bersama puluhan remaja diciduk polisi karena balap liar. Dia seolah tidak percaya jika anaknya ikut balap liar.  “Pamitnya ngabuburit sama temannya. Malah ikut balap liar,” ujarnya sambil menangis.

Baca Juga :  Selesaikan Dulu Lantai Satu Pasar Kertosono

Melihat hal itu, Indra memberikan nasihat kepada puluhan remaja untuk tidak mengulangi perbuatannya. Sebagai bukti penyesalannya, puluhan remaja wajib membuat surat pernyataan yang ditandatangani orang tua, perangkat desa, babinsa, bhabinkamtibmas, danramil dan kapolsek.

Kemudian, 19 sepeda motor tersebut dibawa ke Mapolres Nganjuk sebagai barang bukti. Belasan motor itu diangkut dengan menggunakan truk. Motor itu baru bisa diambil pada 10 Mei 2022 setelah pemiliknya membayar denda tilang. “19 motor itu kami tilang,” tandas Indra.

Untuk motor protolan, mantan Kasatlantas Polres Ponorogo ini mewajibkan pemiliknya mengembalikan motor dalam bentuk standar. Jika tidak dituruti maka motor tidak akan diizinkan diambil. “Motor protolan itu sangat berbahaya bagi keselamatan pengendara maupun orang lain di jalan,” ingatnya.

Baca Juga :  Kasus TPPU, Mantan Bupati Nganjuk Divonis 4,5 Tahun Penjara

Sementara itu, Kapolres Nganjuk AKBP Boy Jeckson Situmorang menegaskan, akan menindak tegas aksi balap liar di Kabupaten Nganjuk. Razia akan semakin digencarkan. Ini untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Apalagi, saat ini, umat muslim sedang menjalan ibadah puasa. “Balap liar itu meresahkan masyarakat,” ujarnya.

Selain meresahkan, Boy mengatakan, balap liar bisa berakibat fatal. Joki balap liar bisa tewas dan terluka parah karena terjatuh. Bisa juga motor yang dikendarainya bertabrakan dengan temannya. Ada juga kemungkinan motor balap liar menabrak penonton yang berjubel di tepi jalan. “Balap liar itu sangat berbahaya,” pungkasnya. (wib/tyo)

- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Aksi balap liar di Kabupaten Nganjuk semakin merajalela di Bulan Suci Ramadan. Setelah balap liar di Desa Trayang, Kecamatan Ngronggot pada Rabu pagi (6/4) dibubarkan. Pada sore harinya, ternyata ada lagi aksi balap liar. Lokasinya di Jalan Raya Desa Sumengko, Kecamatan Sukomoro.

Saat digerebek tersebut, polisi berhasil menangkap  puluhan remaja. “Kami juga menyita 19 sepeda motor,” ujar Kasatlantas Polres Nganjuk AKP Indra Budi Wibowo kemarin.

Ironisnya, saat puluhan remaja dikumpulkan di tepi jalan, ada seorang ibu yang memakai daster warna ungu dan biru duduk di plengsengan parit. Ibu yang hanya memakai sandal japit tersebut menangis melihat anaknya bersama puluhan remaja diciduk polisi karena balap liar. Dia seolah tidak percaya jika anaknya ikut balap liar.  “Pamitnya ngabuburit sama temannya. Malah ikut balap liar,” ujarnya sambil menangis.

Baca Juga :  Pakai Knalpot Brong di Kediri, Siap-Siap Dapat Sanksi Tambahan Ini

Melihat hal itu, Indra memberikan nasihat kepada puluhan remaja untuk tidak mengulangi perbuatannya. Sebagai bukti penyesalannya, puluhan remaja wajib membuat surat pernyataan yang ditandatangani orang tua, perangkat desa, babinsa, bhabinkamtibmas, danramil dan kapolsek.

Kemudian, 19 sepeda motor tersebut dibawa ke Mapolres Nganjuk sebagai barang bukti. Belasan motor itu diangkut dengan menggunakan truk. Motor itu baru bisa diambil pada 10 Mei 2022 setelah pemiliknya membayar denda tilang. “19 motor itu kami tilang,” tandas Indra.

Untuk motor protolan, mantan Kasatlantas Polres Ponorogo ini mewajibkan pemiliknya mengembalikan motor dalam bentuk standar. Jika tidak dituruti maka motor tidak akan diizinkan diambil. “Motor protolan itu sangat berbahaya bagi keselamatan pengendara maupun orang lain di jalan,” ingatnya.

Baca Juga :  Saksi Ahli PH Anggap Sitaan BB Tak Berkaitan

Sementara itu, Kapolres Nganjuk AKBP Boy Jeckson Situmorang menegaskan, akan menindak tegas aksi balap liar di Kabupaten Nganjuk. Razia akan semakin digencarkan. Ini untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Apalagi, saat ini, umat muslim sedang menjalan ibadah puasa. “Balap liar itu meresahkan masyarakat,” ujarnya.

Selain meresahkan, Boy mengatakan, balap liar bisa berakibat fatal. Joki balap liar bisa tewas dan terluka parah karena terjatuh. Bisa juga motor yang dikendarainya bertabrakan dengan temannya. Ada juga kemungkinan motor balap liar menabrak penonton yang berjubel di tepi jalan. “Balap liar itu sangat berbahaya,” pungkasnya. (wib/tyo)

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/