23.8 C
Kediri
Thursday, August 11, 2022

Aniaya Pacar, Sekdes Divonis 10 Bulan

NGANJUK-Sekretaris Desa (Sekdes) Sukoharjo, Wilangan, Eko Ariwibowo, 33, divonis 10 bulan penjara dalam kasus penganiayaan ringan terhadap Yolla Ayu Dynia, 21, pacarnya. Meski demikian, Eko tidak ditahan. Sebab, selain vonis 10 bulan penjara, hakim juga memvonis hukuman percobaan selama dua tahun.

          Dalam sidang yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Anton Rizal Setiawan itu, Eko dinilai secara sah dan meyakinkan bersalah. Yaitu, melakukan penganiayaan ringan sesuai pasal 352 KUHP.

Yang memberatkan dalam putusan itu, perbuatan Eko telah membuat Yolla mengalami luka ringan. Kelopak mata perempuan asal Desa Bagorwetan, Sukomoro itu lecet.

          Luka yang dialami korban, menurut Anton termasuk ringan karena tidak mendatangkan penyakit dan tidak menimbulkan cacat. Yolla dianggap masih bisa beraktivitas seperti biasa setelah kejadian itu. “Sesuai dengan hasil visum et revertum,” terang Anton.

Baca Juga :  5 Desa di Nganjuk Berada di Lokasi Rawan Bencana

Karenanya, kemarin hakim memvonis 10 bulan penjara disertai hukuman percobaan selama dua tahun. Artinya, selama masa percobaan hukuman, Eko tidak boleh melakukan tindak pidana.

Jika dalam kurun waktu tersebut Eko mengulangi perbuatannya, Anton menyebut Eko akan langsung ditahan selama 10 bulan. “Terdakwa sudah paham?” tanya Anton yang langsung dijawab anggukan kepala oleh Eko.

Untuk diketahui, sebelum membacakan vonis, Anton sempat membacakan kronologi kasus penganiayaan ringan yang dilakukan Eko pada Senin (18/2) lalu. Menurutnya, penganiayaan yang terjadi di pagi buta itu dipicu akibat rasa cemburu terdakwa.

Dia marah melihat Yola sedang bersama Yogi, 23, warga Kelurahan Kramat, Kota Nganjuk. Keduanya lantas cekcok hingga berujung penganiayaan ringan tersebut. 

  Sayang, Eko yang ditemui sejumlah wartawan usai persidangan, enggan memberikan komentar. “Maaf ya Mas (tidak bisa memberikan komentar, Red),” ujar Eko sembari berlalu sambil memegang ponselnya.

Baca Juga :  Salahi Aturan, Ruko di Jalan Dhoho Diberi Garis Pembatas Satpol PP

Terpisah, Yolla merasa kecewa atas vonis yang diberikan hakim PN Nganjuk. “Harusnya dia (terdakwa, Red) ditahan bukan penganiayaan ringan,” ucapnya sambil berlinang air mata.

Perempuan berkerudung itu mengatakan, selama ini dirinya kerap jadi sasaran tindak kekerasan yang dilakukan Eko. Bukan hanya sekali tapi berulang kali. Bahkan, suatu kali rambutnya dijambak hingga rontok.

Terkait kronologi penganiayaan ringan, menurut Yolla saat itu Eko tiba-tiba datang ke tempat kosnya di Jl Wilis, Kelurahan Kramat, Kota Nganjuk. Dia menampik jika disebut sedang bersama Yogi, saksi. Menurutnya, Yolla sengaja masuk ke kamar Yogi untuk menghindari amukan Eko.

Diakui Yolla, dua tahun berpacaran dengan Eko, dirinya kerap menagih janji sang sekdes untuk menikahinya. Hal itu pula yang membuat Eko kesal dan keduanya sering cekcok.

- Advertisement -

NGANJUK-Sekretaris Desa (Sekdes) Sukoharjo, Wilangan, Eko Ariwibowo, 33, divonis 10 bulan penjara dalam kasus penganiayaan ringan terhadap Yolla Ayu Dynia, 21, pacarnya. Meski demikian, Eko tidak ditahan. Sebab, selain vonis 10 bulan penjara, hakim juga memvonis hukuman percobaan selama dua tahun.

          Dalam sidang yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Anton Rizal Setiawan itu, Eko dinilai secara sah dan meyakinkan bersalah. Yaitu, melakukan penganiayaan ringan sesuai pasal 352 KUHP.

Yang memberatkan dalam putusan itu, perbuatan Eko telah membuat Yolla mengalami luka ringan. Kelopak mata perempuan asal Desa Bagorwetan, Sukomoro itu lecet.

          Luka yang dialami korban, menurut Anton termasuk ringan karena tidak mendatangkan penyakit dan tidak menimbulkan cacat. Yolla dianggap masih bisa beraktivitas seperti biasa setelah kejadian itu. “Sesuai dengan hasil visum et revertum,” terang Anton.

Baca Juga :  Rumah Ambruk Timpa Satu Keluarga di Kapas, Sukomoro, Nganjuk

Karenanya, kemarin hakim memvonis 10 bulan penjara disertai hukuman percobaan selama dua tahun. Artinya, selama masa percobaan hukuman, Eko tidak boleh melakukan tindak pidana.

Jika dalam kurun waktu tersebut Eko mengulangi perbuatannya, Anton menyebut Eko akan langsung ditahan selama 10 bulan. “Terdakwa sudah paham?” tanya Anton yang langsung dijawab anggukan kepala oleh Eko.

Untuk diketahui, sebelum membacakan vonis, Anton sempat membacakan kronologi kasus penganiayaan ringan yang dilakukan Eko pada Senin (18/2) lalu. Menurutnya, penganiayaan yang terjadi di pagi buta itu dipicu akibat rasa cemburu terdakwa.

Dia marah melihat Yola sedang bersama Yogi, 23, warga Kelurahan Kramat, Kota Nganjuk. Keduanya lantas cekcok hingga berujung penganiayaan ringan tersebut. 

  Sayang, Eko yang ditemui sejumlah wartawan usai persidangan, enggan memberikan komentar. “Maaf ya Mas (tidak bisa memberikan komentar, Red),” ujar Eko sembari berlalu sambil memegang ponselnya.

Baca Juga :  Nganjuk Turun Level 2, Tenda Darurat Dibongkar

Terpisah, Yolla merasa kecewa atas vonis yang diberikan hakim PN Nganjuk. “Harusnya dia (terdakwa, Red) ditahan bukan penganiayaan ringan,” ucapnya sambil berlinang air mata.

Perempuan berkerudung itu mengatakan, selama ini dirinya kerap jadi sasaran tindak kekerasan yang dilakukan Eko. Bukan hanya sekali tapi berulang kali. Bahkan, suatu kali rambutnya dijambak hingga rontok.

Terkait kronologi penganiayaan ringan, menurut Yolla saat itu Eko tiba-tiba datang ke tempat kosnya di Jl Wilis, Kelurahan Kramat, Kota Nganjuk. Dia menampik jika disebut sedang bersama Yogi, saksi. Menurutnya, Yolla sengaja masuk ke kamar Yogi untuk menghindari amukan Eko.

Diakui Yolla, dua tahun berpacaran dengan Eko, dirinya kerap menagih janji sang sekdes untuk menikahinya. Hal itu pula yang membuat Eko kesal dan keduanya sering cekcok.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/