27.5 C
Kediri
Sunday, July 3, 2022

Gelapkan Uang, Karyawan Sales asal Semen Ditahan Polisi

 KOTA, JP Radar Kediri- Satreskrim Polres Kediri Kota menangkap AW, 36, laki-laki asal Desa Puhsarang, Kecamatan Semen pada Sabtu (5/3). Karyawan sales PT Roda Pratama Asia (RPA) Kota Kediri ini dilaporkan melakukan penggelapan dalam jabatan.

“Tersangka diduga menggelapkan barang perusahaan yang mengakibatkan kerugian Rp 150 juta,” ujar Kasubbag Humas Polresta Iptu Henry Mudi Yuwono kemarin.

Penggelapan diketahui akhir 2021. Berawal dari admin PT RPA mengecek Invois. Ditemukan order-an dari piutang toko-toko namun tidak ada pembayaran selama periode Mei sampai Juni 2021. “Setelah dicek, toko tersebut order barang melalui sales AW,”  imbuh Herry seraya menyebut PT RPA adalah distributor sepeda dan onderdil sepeda.

Baca Juga :  Polres Kediri Kota Tutup Jalan di Jam-Jam Padat, Ini Daftarnya¬†

Perusahaan pun mengunjungi dan mengecek piutang di beberapa toko yang order pada AW. Diketahui beberapa tidak menerima barang namun di Invois ada tanda tangan penerimaan barang. Selanjutnya PT RPA mengaudit dan didapati beberapa order fiktif. Akibatnya, ada kerugian Rp 150.205.335.

Pihak perusahaan memanggil AW untuk mempertanggungjawabkan hal tersebut. Namun tidak ada iktikad baik untuk menyelesaikan. Karenanya, AW dilaporkan ke polresta. “Setelah penyelidikan petugas melakukan penangkapan, saat ini tersangka dalam proses penyidikan satreskrim,” kata Henry.

AW dijerat pasal 374 KUHP tentang Penggelapan. Ia diancam pidana penjara paling lama lima tahun. (ica/ndr)

- Advertisement -

 KOTA, JP Radar Kediri- Satreskrim Polres Kediri Kota menangkap AW, 36, laki-laki asal Desa Puhsarang, Kecamatan Semen pada Sabtu (5/3). Karyawan sales PT Roda Pratama Asia (RPA) Kota Kediri ini dilaporkan melakukan penggelapan dalam jabatan.

“Tersangka diduga menggelapkan barang perusahaan yang mengakibatkan kerugian Rp 150 juta,” ujar Kasubbag Humas Polresta Iptu Henry Mudi Yuwono kemarin.

Penggelapan diketahui akhir 2021. Berawal dari admin PT RPA mengecek Invois. Ditemukan order-an dari piutang toko-toko namun tidak ada pembayaran selama periode Mei sampai Juni 2021. “Setelah dicek, toko tersebut order barang melalui sales AW,”  imbuh Herry seraya menyebut PT RPA adalah distributor sepeda dan onderdil sepeda.

Baca Juga :  Macan Putih Wajib Maksimalkan Laga Sisa

Perusahaan pun mengunjungi dan mengecek piutang di beberapa toko yang order pada AW. Diketahui beberapa tidak menerima barang namun di Invois ada tanda tangan penerimaan barang. Selanjutnya PT RPA mengaudit dan didapati beberapa order fiktif. Akibatnya, ada kerugian Rp 150.205.335.

Pihak perusahaan memanggil AW untuk mempertanggungjawabkan hal tersebut. Namun tidak ada iktikad baik untuk menyelesaikan. Karenanya, AW dilaporkan ke polresta. “Setelah penyelidikan petugas melakukan penangkapan, saat ini tersangka dalam proses penyidikan satreskrim,” kata Henry.

AW dijerat pasal 374 KUHP tentang Penggelapan. Ia diancam pidana penjara paling lama lima tahun. (ica/ndr)

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/