29.6 C
Kediri
Friday, July 1, 2022

Tangkap Pembunuh Bos Mebel Nganjuk

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- 16,5 jam. Itulah waktu yang dibutuhkan Satreskrim Polres Nganjuk untuk menangkap pembunuh bos mebel Jalan A. Yani Nganjuk. Pelakunya adalah M. Yogi Sumardi. Seperti yang diduga sebelumnya, pemuda berusia 28 tahun asal Kota Malang ini adalah karyawan Bobby Yong. Dia menghabisi Bobby dengan menggunakan parang. “Saya membeli parang secara online H-1,” aku Yogi kemarin.

Setelah paket parang datang, Yogi menyembunyikan senjata tajam itu di garasi yang juga digunakan sebagai gudang mebel. Karena dia berniat menghabisi Bobby pada Sabtu (5/2).

Sesuai rencana, seperti biasa Yogi mengantar Bobby ke garasi yang disewa di Kelurahan Payaman, Kecamatan Nganjuk, untuk mengambil barang dengan menggunakan pikap bernopol AG 8366 VI. Tanpa curiga, Bobby ikut bersamanya. Dia duduk di samping Yogi. Setelah tiba di garasi, Yogi segera mengambil parang yang telah disembunyikan di garasi. Saat korban keluar dari pikap, Yogi langsung menghampiri dan membacok lehernya.

Baca Juga :  BPJAMSOSTEK Lindungi PKL dengan Bergabung Menjadi Peserta

Sadisnya, Yogi tidak hanya membacok Bobby sekali di leher. Namun, dia juga membacok bosnya di bagian perut. Kemudian, tangan kanannya. Bahkan, hasil otopsi menyebutkan jika ada 11 luka di tubuh Bobby. Ada yang berupa sayatan parang hingga memar karena terkena punggung parang. Tersangka membacok korban dengan membabi buta. “Saya emosi,” ujar Yogi saat pers release di Mapolres Nganjuk kemarin.

Puas menghabisi Bobby, Yogi mengambil uang Rp 400 ribu dari dompet korban. Lalu, mengambil kunci toko. Dia kembali ke toko dengan menggunakan pikap. Di toko,  Yogi mengambil dua handphone, laptop dan Nintendo Switch. Lalu, Yogi kabur ke Blitar dengan menggunakan pikap.

Beruntung, aksi Yogi mulai dari masuk garasi, keluar garasi hingga di Toko Mebel ABC terekam kamera closed circuit television (CCTV). “Rekaman kamera CCTV ini jadi barang bukti kami untuk menangkap tersangka,” ujar Kapolres Nganjuk AKBP Boy Jeckson Situmorang.

Baca Juga :  Tiga Pasien Korona Meninggal

Selain rekaman CCTV, kecurigaan polisi semakin kuat saat melihat toko mebel milik korban yang tidak terkunci. Ini menunjukkan jika Yogi yang merupakan satu-satunya karyawan menjadi terduga pelaku pembunuhan bosnya.  “Kami cek surat lamaran kerja di toko. Akhirnya, dapat nama tersangka dan alamatnya,” ujar Boy.

Saat memburu Yogi, petugas terpaksa membagi dua tim. Karena awalnya, polisi mendapat informasi jika Yogi kabur ke Blitar. Namun, saat dikejar ke Blitar, Yogi sudah kabur. Akhirnya, satu regu menggerebek rumah kos Yogi di Kelurahan Warujayeng, Kecamatan Tanjunganom. Hasilnya, petugas berhasil menangkap Yogi di kamar kosnya.

Sayang, polisi belum menemukan parang yang digunakan Yogi. Menurut pengakuan tersangka ke polisi, parang yang digunakan untuk menghabisi Bobby dibuang ke sungai di Blitar. Sedangkan, pikap dijual seharga Rp 14,5 juta. “Sekarang kami masih mencari parang yang digunakan tersangka untuk membunuh korban,” ujar Boy.

- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- 16,5 jam. Itulah waktu yang dibutuhkan Satreskrim Polres Nganjuk untuk menangkap pembunuh bos mebel Jalan A. Yani Nganjuk. Pelakunya adalah M. Yogi Sumardi. Seperti yang diduga sebelumnya, pemuda berusia 28 tahun asal Kota Malang ini adalah karyawan Bobby Yong. Dia menghabisi Bobby dengan menggunakan parang. “Saya membeli parang secara online H-1,” aku Yogi kemarin.

Setelah paket parang datang, Yogi menyembunyikan senjata tajam itu di garasi yang juga digunakan sebagai gudang mebel. Karena dia berniat menghabisi Bobby pada Sabtu (5/2).

Sesuai rencana, seperti biasa Yogi mengantar Bobby ke garasi yang disewa di Kelurahan Payaman, Kecamatan Nganjuk, untuk mengambil barang dengan menggunakan pikap bernopol AG 8366 VI. Tanpa curiga, Bobby ikut bersamanya. Dia duduk di samping Yogi. Setelah tiba di garasi, Yogi segera mengambil parang yang telah disembunyikan di garasi. Saat korban keluar dari pikap, Yogi langsung menghampiri dan membacok lehernya.

Baca Juga :  Suyadi cs Jalani Sidang Perdana di PN Nganjuk

Sadisnya, Yogi tidak hanya membacok Bobby sekali di leher. Namun, dia juga membacok bosnya di bagian perut. Kemudian, tangan kanannya. Bahkan, hasil otopsi menyebutkan jika ada 11 luka di tubuh Bobby. Ada yang berupa sayatan parang hingga memar karena terkena punggung parang. Tersangka membacok korban dengan membabi buta. “Saya emosi,” ujar Yogi saat pers release di Mapolres Nganjuk kemarin.

Puas menghabisi Bobby, Yogi mengambil uang Rp 400 ribu dari dompet korban. Lalu, mengambil kunci toko. Dia kembali ke toko dengan menggunakan pikap. Di toko,  Yogi mengambil dua handphone, laptop dan Nintendo Switch. Lalu, Yogi kabur ke Blitar dengan menggunakan pikap.

Beruntung, aksi Yogi mulai dari masuk garasi, keluar garasi hingga di Toko Mebel ABC terekam kamera closed circuit television (CCTV). “Rekaman kamera CCTV ini jadi barang bukti kami untuk menangkap tersangka,” ujar Kapolres Nganjuk AKBP Boy Jeckson Situmorang.

Baca Juga :  Riyanto Tersangka Pembunuhan di Wates Tempati Shelter di Grogol

Selain rekaman CCTV, kecurigaan polisi semakin kuat saat melihat toko mebel milik korban yang tidak terkunci. Ini menunjukkan jika Yogi yang merupakan satu-satunya karyawan menjadi terduga pelaku pembunuhan bosnya.  “Kami cek surat lamaran kerja di toko. Akhirnya, dapat nama tersangka dan alamatnya,” ujar Boy.

Saat memburu Yogi, petugas terpaksa membagi dua tim. Karena awalnya, polisi mendapat informasi jika Yogi kabur ke Blitar. Namun, saat dikejar ke Blitar, Yogi sudah kabur. Akhirnya, satu regu menggerebek rumah kos Yogi di Kelurahan Warujayeng, Kecamatan Tanjunganom. Hasilnya, petugas berhasil menangkap Yogi di kamar kosnya.

Sayang, polisi belum menemukan parang yang digunakan Yogi. Menurut pengakuan tersangka ke polisi, parang yang digunakan untuk menghabisi Bobby dibuang ke sungai di Blitar. Sedangkan, pikap dijual seharga Rp 14,5 juta. “Sekarang kami masih mencari parang yang digunakan tersangka untuk membunuh korban,” ujar Boy.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/