26.1 C
Kediri
Sunday, June 26, 2022

Pelaku Diduga Lebih dari Satu Orang

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Polisi mulai menemukan titik terang dalam kasus pembuangan bayi membeku di selokan Gedung Juang 45 Nganjuk. Berdasarkan hasil otopsi dan olah tempat kejadian perkara (TKP) didapat jika pelaku adalah warga Kota Angin yang sering berkunjung ke Gedung Juang 45. “Pelaku lebih dari satu orang,” ujar Kasatreskrim Polres Nganjuk AKP Nikolas Bagas Yudhi Kurniawan.

Dugaan pelaku lebih dari satu orang ini setelah hasil otopsi keluar. Karena bayi laki-laki malang itu dilahirkan sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Bayi sudah meninggal dunia di kandungan beberapa hari. “Tali pusar juga sudah dipotong. Jadi ada pelaku yang membantu persalinan,” terang Niko.

Baca Juga :  Oknum PNS Nganjuk Gelapkan Mobil Rental

Karena itu, Niko meminta kepada masyarakat atau tenaga kesehatan yang membantu persalinan dan mengetahui identitas orang tua bayi tersebut untuk melapor ke polisi. Karena jika tidak melapor dan membantu menutupi pelaku atau membantu persalinan bisa dijerat tindak pidana. Karena kasus ini merupakan tindak pidana dan meresahkan masyarakat. “Kami minta semua pihak untuk kooperatif,” pintanya.

Untuk pelaku pembuang bayi dan orang tua bayi, kasatreskrim asal Jogjakarta  ini berharap, mereka segera menyerahkan diri. Jangan bersembunyi atau melarikan diri. Karena akan memperberat hukumannya. “Lebih baik menyerahkan diri ke polisi,” tandasnya.

Niko mengatakan, polisi tidak akan menyerah dalam mengungkap kasus bayi yang dibuang di selokan Gedung Juang 45 Nganjuk pada 1 September 2021. Polisi akan terus memburu pelaku dan orang tua. Bahkan, jika ada orang-orang yang terlibat dan sengaja menutupi maka akan ditangkap.

Baca Juga :  Pakai Label Vitamin B1

Selain mengejar pelaku pembuang bayi di Gedung Juang 45, Niko mengatakan, polisi juga belum menghentikan penyelidikan bayi di rumah almarhum Endang Sulastri. Sampai saat ini, penyelidikan terus dilakukan. Meski saksi di kasus ini hanya tersisa M. Yani, suami Endang. “Kami akan gelar perkara untuk kasus bayi di Kramat,” ujarnya.

- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Polisi mulai menemukan titik terang dalam kasus pembuangan bayi membeku di selokan Gedung Juang 45 Nganjuk. Berdasarkan hasil otopsi dan olah tempat kejadian perkara (TKP) didapat jika pelaku adalah warga Kota Angin yang sering berkunjung ke Gedung Juang 45. “Pelaku lebih dari satu orang,” ujar Kasatreskrim Polres Nganjuk AKP Nikolas Bagas Yudhi Kurniawan.

Dugaan pelaku lebih dari satu orang ini setelah hasil otopsi keluar. Karena bayi laki-laki malang itu dilahirkan sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Bayi sudah meninggal dunia di kandungan beberapa hari. “Tali pusar juga sudah dipotong. Jadi ada pelaku yang membantu persalinan,” terang Niko.

Baca Juga :  Pemuda Asal Prambon dan Tanjunganom Jadi Korban Pembacokan

Karena itu, Niko meminta kepada masyarakat atau tenaga kesehatan yang membantu persalinan dan mengetahui identitas orang tua bayi tersebut untuk melapor ke polisi. Karena jika tidak melapor dan membantu menutupi pelaku atau membantu persalinan bisa dijerat tindak pidana. Karena kasus ini merupakan tindak pidana dan meresahkan masyarakat. “Kami minta semua pihak untuk kooperatif,” pintanya.

Untuk pelaku pembuang bayi dan orang tua bayi, kasatreskrim asal Jogjakarta  ini berharap, mereka segera menyerahkan diri. Jangan bersembunyi atau melarikan diri. Karena akan memperberat hukumannya. “Lebih baik menyerahkan diri ke polisi,” tandasnya.

Niko mengatakan, polisi tidak akan menyerah dalam mengungkap kasus bayi yang dibuang di selokan Gedung Juang 45 Nganjuk pada 1 September 2021. Polisi akan terus memburu pelaku dan orang tua. Bahkan, jika ada orang-orang yang terlibat dan sengaja menutupi maka akan ditangkap.

Baca Juga :  Karaoke Semalam Berujung Penjara

Selain mengejar pelaku pembuang bayi di Gedung Juang 45, Niko mengatakan, polisi juga belum menghentikan penyelidikan bayi di rumah almarhum Endang Sulastri. Sampai saat ini, penyelidikan terus dilakukan. Meski saksi di kasus ini hanya tersisa M. Yani, suami Endang. “Kami akan gelar perkara untuk kasus bayi di Kramat,” ujarnya.

Artikel Terkait

Most Read

Megengan Pandemi

Sembadra Karya


Artikel Terbaru

/