27.5 C
Kediri
Sunday, July 3, 2022

Bayi Gedung Juang 45 Nganjuk Meninggal di Kandungan

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Penyebab kematian bayi yang dibuang di Gedung Juang 45 Nganjuk pada 1 September 2021 akhirnya terungkap. Kemarin, hasil otopsi dari Rumah Sakit Bhayangkara sudah keluar. Polisi juga sudah menerima hasil otopsi. “Bayi meninggal dunia saat di kandungan,” ujar Kasatreskrim Polres Nganjuk AKP Nikolas Bagas Yudhi Kurniawan kemarin.

Diperkirakan, bayi itu sudah meninggal dunia beberapa hari di kandungan sebelum dilahirkan. Sehingga, saat dilahirkan, bayi dengan berat badan 3,5 kilogram itu sudah dalam kondisi tak bernapas.

Hasil otopsi itu diperkuat dengan tidak ditemukannya bekas penganiayaan di tubuh bayi. Tak ada luka di tubuh bayi malang tersebut. “Tubuh bayi bersih,” imbuhnya.

Baca Juga :  Masih Banyak Yang Pilih Isolasi Mandiri

Hasil otopsi tersebut  menjadi bekal polisi untuk mengungkap identitas orang tua bayi dan pembuangnya. Karena diyakini pelakunya adalah orang Nganjuk. Dugaan itu diperkuat dengan pelaku yang sudah mengetahui kondisi Gedung Juang 45 Nganjuk pada malam hari. Sehingga, dia bisa membuang bayi yang dimasukkan tas belanja plastik ke selokan tanpa diketahui orang. “Kami masih memburu pelakunya saat ini,” ujarnya.

Disinggung terkait kemiripan kasus bayi yang dibuang di Kelurahan Kramat beberapa waktu lalu, kasatreskrim asal Jogjakarta ini mengakui ada kesamaan terkait tempat bayi. Namun, Niko menduga, pelaku di Kelurahan Kramat dengan Gedung Juang 45 Nganjuk berbeda. Meski pelaku pembuang bayi di rumah almarhum Endang Sulastri belum terungkap tetapi polisi yakin, bayi di Gedung Juang 45 Nganjuk tidak ada hubungannya.”Beda pelaku,” tandasnya.

Baca Juga :  KPK Periksa Lima Saksi
- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Penyebab kematian bayi yang dibuang di Gedung Juang 45 Nganjuk pada 1 September 2021 akhirnya terungkap. Kemarin, hasil otopsi dari Rumah Sakit Bhayangkara sudah keluar. Polisi juga sudah menerima hasil otopsi. “Bayi meninggal dunia saat di kandungan,” ujar Kasatreskrim Polres Nganjuk AKP Nikolas Bagas Yudhi Kurniawan kemarin.

Diperkirakan, bayi itu sudah meninggal dunia beberapa hari di kandungan sebelum dilahirkan. Sehingga, saat dilahirkan, bayi dengan berat badan 3,5 kilogram itu sudah dalam kondisi tak bernapas.

Hasil otopsi itu diperkuat dengan tidak ditemukannya bekas penganiayaan di tubuh bayi. Tak ada luka di tubuh bayi malang tersebut. “Tubuh bayi bersih,” imbuhnya.

Baca Juga :  Masih Tunggu Putusan MA

Hasil otopsi tersebut  menjadi bekal polisi untuk mengungkap identitas orang tua bayi dan pembuangnya. Karena diyakini pelakunya adalah orang Nganjuk. Dugaan itu diperkuat dengan pelaku yang sudah mengetahui kondisi Gedung Juang 45 Nganjuk pada malam hari. Sehingga, dia bisa membuang bayi yang dimasukkan tas belanja plastik ke selokan tanpa diketahui orang. “Kami masih memburu pelakunya saat ini,” ujarnya.

Disinggung terkait kemiripan kasus bayi yang dibuang di Kelurahan Kramat beberapa waktu lalu, kasatreskrim asal Jogjakarta ini mengakui ada kesamaan terkait tempat bayi. Namun, Niko menduga, pelaku di Kelurahan Kramat dengan Gedung Juang 45 Nganjuk berbeda. Meski pelaku pembuang bayi di rumah almarhum Endang Sulastri belum terungkap tetapi polisi yakin, bayi di Gedung Juang 45 Nganjuk tidak ada hubungannya.”Beda pelaku,” tandasnya.

Baca Juga :  KPK Periksa Lima Saksi

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/