23.3 C
Kediri
Tuesday, August 16, 2022

Dok! Vonis Berbeda untuk Pasutri Jual-Beli Hewan Langka

- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri – Meskipun pengadilan menyatakan bersalah, dan memvonis empat bulan penjara, Nuril Khamida, 21, bisa merasa lega. Dia tak perlu lagi merasakan hidup di lembaga pemasyarakatan (lapas). Sebab, masa tahanannya melebihi lamanya hukuman yang dia terima.

Wanita yang tengah hamil tua inipun bisa langsung menghirup udara kebebasan. Bahkan, dalam sidang yang berlangsung online kemarin Nuril juga tak terlihat di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kediri. “Dia berada di rumah, sudah  mendekati waktu melahirkan,” terang ibu terdakwa Vald yang kemarin datang ke kejaksaan untuk menyaksikan jalannya sidang vonis.

Berbeda dengan Nuril, sang suami-Vald Prediksi-mendapat hukuman lebih lama. Lelaki ini divonis sepuluh bulan penjara. Sama dengan istrinya, hukuman Vald juga dikurangi masa tahanan yang sudah dia jalani selama lima bulanan. Selain hukuman penjara itu, keduanya juga diharuskan membayar denda sebesar Rp 5 juta subsider dua bulan kurungan.

Baca Juga :  Satpol PP Kediri Amankan Pengamen asal Tulungagung

Vonis itu lebih ringan dibanding tuntutan jaksa penuntut umum (JPU). Dalam sidang sebelumnya JPU Sigit Artantojati menuntut hukuman satu tahun enam bulan untuk Vald dan delapan bulan untuk Nuril.

Pasutri muda ini terjerat kasus jual beli hewan langka. Keduanya ditangkap polisi dari Polda Jatim pada 8 Februari lalu.

- Advertisement -

“Kedua terdakwa dijerat pasal 40 ayat 2 Jo pasal 21 ayat 2 huruf a UU RI Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, Jo Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHP,” kata Ketua Majelis Hakim Novi Nurdhayanti saat membacakan putusan kemarin.

Keduanya terbukti memperdagangkan hewan-hewan langka. Yaitu berupa delapan ekor lutung budeng dan satu elang brontok. Selain menyita hewan-hewan itu polisi juga menjadikan handphone dan buku tabungan atas nama Nuril Khamida sebagai barang bukti.

Pada sidang sebelumnya, dua terdakwa juga membacakan berkas pembelaannya. Mereka mengaku tidak bersalah dan minta dibebaskan. Ternyata, pembelaan keduanya tak dikabulkan majelis hakim. Vonis bersalah tetap diketukkan dan mereka mendapat hukuman penjara meskipun di bawah tuntutan jaksa.

Baca Juga :  Resah Pria Bersajam, Warga Bawang Pesantren Lapor Satpol PP

Hakim menjelaskan hal-hal yang memberatkan adalah perbuatan terdakwa merusak kelestarian alam hayati dan ekosistemnya. “Sementara yang meringankan, terdakwa mengakui dan menyesali perbuatannya serta sopan selama persidangan,” imbuh Novi.

Putusan itu langsung diterima oleh kedua terdakwa. Mereka menyatakan tak melakukan upaya banding. Jawaban itu keluar setelah terdakwa diminta menanggapi putusan oleh ketua majelis hakim.

“Saya menerima Yang Mulia,” ujar Vald.

Demikian pula dengan penasihat hukum (PH) yang mendampingi terdakwa, Danan Prabandaru. Dia juga menerima putusan tersebut. “Terdakwa sudah menyatakan menerima putusan ya sudah berarti selesai,” ujar Danan.

Begitu juga JPU, menerima keputusan yang diberikan majelis hakim kepada terdakwa. “Menerima Yang Mulia,” jawab JPU Sigit. Hakim ketua pun segera mengetok palu atas putusan tersebut. (ica/fud)

- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri – Meskipun pengadilan menyatakan bersalah, dan memvonis empat bulan penjara, Nuril Khamida, 21, bisa merasa lega. Dia tak perlu lagi merasakan hidup di lembaga pemasyarakatan (lapas). Sebab, masa tahanannya melebihi lamanya hukuman yang dia terima.

Wanita yang tengah hamil tua inipun bisa langsung menghirup udara kebebasan. Bahkan, dalam sidang yang berlangsung online kemarin Nuril juga tak terlihat di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kediri. “Dia berada di rumah, sudah  mendekati waktu melahirkan,” terang ibu terdakwa Vald yang kemarin datang ke kejaksaan untuk menyaksikan jalannya sidang vonis.

Berbeda dengan Nuril, sang suami-Vald Prediksi-mendapat hukuman lebih lama. Lelaki ini divonis sepuluh bulan penjara. Sama dengan istrinya, hukuman Vald juga dikurangi masa tahanan yang sudah dia jalani selama lima bulanan. Selain hukuman penjara itu, keduanya juga diharuskan membayar denda sebesar Rp 5 juta subsider dua bulan kurungan.

Baca Juga :  Ditresnarkoba Polda Serahkan Pengedar SS

Vonis itu lebih ringan dibanding tuntutan jaksa penuntut umum (JPU). Dalam sidang sebelumnya JPU Sigit Artantojati menuntut hukuman satu tahun enam bulan untuk Vald dan delapan bulan untuk Nuril.

Pasutri muda ini terjerat kasus jual beli hewan langka. Keduanya ditangkap polisi dari Polda Jatim pada 8 Februari lalu.

“Kedua terdakwa dijerat pasal 40 ayat 2 Jo pasal 21 ayat 2 huruf a UU RI Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, Jo Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHP,” kata Ketua Majelis Hakim Novi Nurdhayanti saat membacakan putusan kemarin.

Keduanya terbukti memperdagangkan hewan-hewan langka. Yaitu berupa delapan ekor lutung budeng dan satu elang brontok. Selain menyita hewan-hewan itu polisi juga menjadikan handphone dan buku tabungan atas nama Nuril Khamida sebagai barang bukti.

Pada sidang sebelumnya, dua terdakwa juga membacakan berkas pembelaannya. Mereka mengaku tidak bersalah dan minta dibebaskan. Ternyata, pembelaan keduanya tak dikabulkan majelis hakim. Vonis bersalah tetap diketukkan dan mereka mendapat hukuman penjara meskipun di bawah tuntutan jaksa.

Baca Juga :  Dua Kuli Dicokok, Ini Sebabnya

Hakim menjelaskan hal-hal yang memberatkan adalah perbuatan terdakwa merusak kelestarian alam hayati dan ekosistemnya. “Sementara yang meringankan, terdakwa mengakui dan menyesali perbuatannya serta sopan selama persidangan,” imbuh Novi.

Putusan itu langsung diterima oleh kedua terdakwa. Mereka menyatakan tak melakukan upaya banding. Jawaban itu keluar setelah terdakwa diminta menanggapi putusan oleh ketua majelis hakim.

“Saya menerima Yang Mulia,” ujar Vald.

Demikian pula dengan penasihat hukum (PH) yang mendampingi terdakwa, Danan Prabandaru. Dia juga menerima putusan tersebut. “Terdakwa sudah menyatakan menerima putusan ya sudah berarti selesai,” ujar Danan.

Begitu juga JPU, menerima keputusan yang diberikan majelis hakim kepada terdakwa. “Menerima Yang Mulia,” jawab JPU Sigit. Hakim ketua pun segera mengetok palu atas putusan tersebut. (ica/fud)

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/