24.4 C
Kediri
Tuesday, June 28, 2022

Mengenal INCAR, Mobil Polisi yang Siap Menilang Pelanggar Lalu Lintas

Dulu, banyak pelanggar lalu lintas yang kucing-kucingan ketika akan ditilang. Kini, dengan INCAR, mereka akan sulit berkelit. Surat tilang pun langsung melayang di rumah pelanggar.

Seminggu sudah Polres Kediri Kota mengoperasikan mobil Integrated Node Capture Attitude Record, atau disebut mobil INCAR. Kehadiran mobil ini membuat tugas polisi menjadi mudah. Tak lagi harus menggelar razia di jalanan. Yang seringkali berhadapan dengan pengendara yang ndablek. Yang memilih kucing-kucingan ketika hendak ditilang.

Nah, dengan mobil ini, fenomena itu tak bakal terjadi lagi. Para pelanggar lalu lintas harus bersiap terjerat dan mendapat surat tilang meskipun dia mencoba melarikan diri.

“Mobil INCAR ini memiliki kamera dengan resolusi tinggi. Yang terintegrasi dengan mesin canggih,” terang Kepala Unit Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan dan Patroli (Turjawali) Polres Kediri Kota Iptu Cahyo Widodo. Kecanggihan kamera itulah yang membuat mobil ini mampu mendeteksi pelanggaran yang dilakukan.

Dari sisi ‘tongkrongan’ mobil ini tak beda jauh dengan mobil milik polantas. Yang membedakan adalah piranti di  bagian luar dan dalam. Selain kamera resolusi tinggi di bagian atas, ada tablet di dashboard. Di tablet inilah petugas akan bisa memonitor setiap pelanggaran yang terjadi.

Baca Juga :  Satu Pejabat LH Tak Hadiri Panggilan KPK

Di tablet itu, ada aplikasi khusus yang terpasang. Saat aplikasi dijalankan, monitor pada benda ini akan menyiarkan apa yang ditangkap oleh kamera. Bila menemukan pelanggar, akan muncul kotak merah di layar.

“Karena yang ter-capture banyak, perlu melakukan seleksi,” imbuhnya.

(Ilustrasi: Afrizal)

Mobil INCAR tak hanya berkeliling. Juga akan berhenti di titik-titik yang dianggap sering terjadi pelanggaran lalu lintas. Saat berhenti itu, kondisi mesin mobil juga tetap menyala. Sebab, bila mesin mati, fasilitas di mobil termasuk INCAR juga mati. Dan harus mereset ulang untuk menghidupkan lagi.

Bila terpaksa berhenti di satu  titik dalam waktu lama, dan mesin terpaksa dimatikan, energi untuk menghidupkan INCAR berganti ke converter. Tapi, converter ini butuh dicolokkan ke listrik. Karena itu, di banyak titik nanti telah disiapkan stop kontak.

Setelah berkeliling, mobil INCAR akan kembali ke markas. Di sini, data yang sudah terekam akan dikirim ke server. Pengiriman ini bisa membutuhkan waktu. Karena resolusi yang dikirim besar serta mengandalkan jaringan internet.

Baca Juga :  Pelanggaran Naik 600 Persen

“Jika resolusi kecil, gambar bisa pecah bila dibesarkan,” tutur laki-laki berpangkat dua balok ini.

Bagaimana mengidentifikasi pelanggar? Petugas melihat dari nomor kendaraan. Yang tersambung ke data di STNK, SIM, dan KTP. Jenis pelanggaran hingga orangnya akan terdeteksi. Setelah dikonfirmasi akan dibuat surat tilang. Surat itu akan dikirim ke alamat yang ada di database. Waktunya, tiga hari setelah waktu pelanggaran.

Para pelanggar bisa membayar denda tilang melalui transfer bank. Untuk membayar denda ini, pelanggar diberi waktu lima hari. Jika tidak, kendaraan akan diblokir oleh Samsat. “Blokir baru dicabut bila denda tilang dibayar,” terang Cahyo lagi.

Bagaimana jika pelanggar bukan pemilik kendaraan? Hal itu akan diketahui dari proses konfirmasi. Surat konfirmasi akan dikirim ke pemilik sesuai alamat di STNK. Jika kendaraan ternyata sudah pindah pemilik, maka pemilik lama wajib membuat surat pernyataan telah menjual. Nah, dari surat lapor jual itu, denda tilang akan diarahkan ke pemilik baru.

 






Reporter: Habibaham Anisa Muktiara
- Advertisement -

Dulu, banyak pelanggar lalu lintas yang kucing-kucingan ketika akan ditilang. Kini, dengan INCAR, mereka akan sulit berkelit. Surat tilang pun langsung melayang di rumah pelanggar.

Seminggu sudah Polres Kediri Kota mengoperasikan mobil Integrated Node Capture Attitude Record, atau disebut mobil INCAR. Kehadiran mobil ini membuat tugas polisi menjadi mudah. Tak lagi harus menggelar razia di jalanan. Yang seringkali berhadapan dengan pengendara yang ndablek. Yang memilih kucing-kucingan ketika hendak ditilang.

Nah, dengan mobil ini, fenomena itu tak bakal terjadi lagi. Para pelanggar lalu lintas harus bersiap terjerat dan mendapat surat tilang meskipun dia mencoba melarikan diri.

“Mobil INCAR ini memiliki kamera dengan resolusi tinggi. Yang terintegrasi dengan mesin canggih,” terang Kepala Unit Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan dan Patroli (Turjawali) Polres Kediri Kota Iptu Cahyo Widodo. Kecanggihan kamera itulah yang membuat mobil ini mampu mendeteksi pelanggaran yang dilakukan.

Dari sisi ‘tongkrongan’ mobil ini tak beda jauh dengan mobil milik polantas. Yang membedakan adalah piranti di  bagian luar dan dalam. Selain kamera resolusi tinggi di bagian atas, ada tablet di dashboard. Di tablet inilah petugas akan bisa memonitor setiap pelanggaran yang terjadi.

Baca Juga :  Kasus Korupsi DD Heri Kawul Masuk Tahap Dua

Di tablet itu, ada aplikasi khusus yang terpasang. Saat aplikasi dijalankan, monitor pada benda ini akan menyiarkan apa yang ditangkap oleh kamera. Bila menemukan pelanggar, akan muncul kotak merah di layar.

“Karena yang ter-capture banyak, perlu melakukan seleksi,” imbuhnya.

(Ilustrasi: Afrizal)

Mobil INCAR tak hanya berkeliling. Juga akan berhenti di titik-titik yang dianggap sering terjadi pelanggaran lalu lintas. Saat berhenti itu, kondisi mesin mobil juga tetap menyala. Sebab, bila mesin mati, fasilitas di mobil termasuk INCAR juga mati. Dan harus mereset ulang untuk menghidupkan lagi.

Bila terpaksa berhenti di satu  titik dalam waktu lama, dan mesin terpaksa dimatikan, energi untuk menghidupkan INCAR berganti ke converter. Tapi, converter ini butuh dicolokkan ke listrik. Karena itu, di banyak titik nanti telah disiapkan stop kontak.

Setelah berkeliling, mobil INCAR akan kembali ke markas. Di sini, data yang sudah terekam akan dikirim ke server. Pengiriman ini bisa membutuhkan waktu. Karena resolusi yang dikirim besar serta mengandalkan jaringan internet.

Baca Juga :  Target Tuntas sebelum Bulan September

“Jika resolusi kecil, gambar bisa pecah bila dibesarkan,” tutur laki-laki berpangkat dua balok ini.

Bagaimana mengidentifikasi pelanggar? Petugas melihat dari nomor kendaraan. Yang tersambung ke data di STNK, SIM, dan KTP. Jenis pelanggaran hingga orangnya akan terdeteksi. Setelah dikonfirmasi akan dibuat surat tilang. Surat itu akan dikirim ke alamat yang ada di database. Waktunya, tiga hari setelah waktu pelanggaran.

Para pelanggar bisa membayar denda tilang melalui transfer bank. Untuk membayar denda ini, pelanggar diberi waktu lima hari. Jika tidak, kendaraan akan diblokir oleh Samsat. “Blokir baru dicabut bila denda tilang dibayar,” terang Cahyo lagi.

Bagaimana jika pelanggar bukan pemilik kendaraan? Hal itu akan diketahui dari proses konfirmasi. Surat konfirmasi akan dikirim ke pemilik sesuai alamat di STNK. Jika kendaraan ternyata sudah pindah pemilik, maka pemilik lama wajib membuat surat pernyataan telah menjual. Nah, dari surat lapor jual itu, denda tilang akan diarahkan ke pemilik baru.

 






Reporter: Habibaham Anisa Muktiara

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/