24.2 C
Kediri
Saturday, July 2, 2022

Pencabulan Mojo: Bawa ke Rumah Sepi, Korban Ada yang 14 Tahun

KOTA, JP Radar Kediri – Bima Naufal memang licik. Pemuda Mojo yang menjadi tersangka kasus pencabulan banyak gadis di bawah umur ini punya banyak cara memperdaya korbannya. Awalnya diajak berkenalan, kemudian calon mangsa itu diajak ke rumah temannya yang sepi. Hal itu dilakukan berulang kali.

Fakta itu terkuak ketika polisi menggelar rilis kasus pencabulan itu kemarin pagi. Bertempat di Mapolres Kediri Kota, pemuda berusia 19 tahun itu ditunjukkan ke awak media dengan mengenakan balaclava atau penutup wajah.

Kapolres Kediri Kota AKBP Miko Indrayana menjelaskan bahwa dari hasil pemeriksaan sementara oleh Unit PPA satreskrim, korban Bima sebanyak delapan gadis. Semuanya dicabuli hingga disetubuhi.

“(Jumlah itu berdasar) pengakuan dari pelaku berinisial BN kepada petugas,” terang Miko.

Dari delapan gadis itu hingga kemarin baru satu orang yang membuat laporan resmi ke polisi. Yakni Anggrek, bukan nama sebenarnya, yang masih berumur 16 tahun. Gadis itu merupakan korban terakhir Bima.

Sedangkan tujuh korban lainnya masih sebatas pengakuan tersangka. Saat ini polisi terus mendalami pengakuan tersebut. Karena bisa jadi korbannya juga lebih dari itu. Kabarnya, korban bahkan ada yang masih berusia 14 tahun saat peristiwa pencabulan tersebut.

Baca Juga :  Periksa Mantan Karyawan Bobby

Dalam rilis  yang berlangsung di Gedung Rupatama Polres Kediri Kota itu, Miko menjelaskan sebagian besar korban masih di bawah umur. Yang melapor itu juga masih duduk di bangku sekolah lanjutan atas.

Soal modus, polisi berpangkat dua melati di pundaknya ini menjelaskan, pelaku awalnya berkenalan dengan korban. Setelah kenal, pelaku mengajak korban bertemu. “Pelaku mengajak korban ke salah satu rumah saksi, yakni temannya, untuk melakukan tindakan tidak terpujinya,” imbuh Miko.

Menurut Miko, rumah yang dijadikan lokasi aksi mesum itu sering sepi kondisinya. Karena itu dipilih pelaku untuk melampiaskan nafsu bejatnya. Biasanya, setelah berkenalan dan berada di rumah itu Bima mengajak masuk ke kamar. Setelah itu pelaku memaksa korban dan melakukan persetubuhan.

Saat ini polisi masih menyiapkan pasal 81 ayat 1 UU RI nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak untuk menjerat tersangka. Hukuman maksimalnya 15 tahun penjara.

Baca Juga :  Polisi Periksa Tujuh Saksi Kasus Pembunuhan Sunarti

“Sementara kami fokuskan untuk kasus persetubuhan yang dilaporkan. Apabila ada perkembangan lebih lanjut terus kami proses,” pungkasnya.

Usai rilis, Bima digiring keluar dari Gedung Rupatama Polres Kediri Kota. Untuk memasuki ruang tahanan di Sat Tahti Polres Kediri Kota. Digiring oleh dua petugas bersenjata dan juga satu petugas provos Polres Kediri Kota. Wajahnya tertunduk selama berjalan menuju ke Sat Tahti. Balaclava hitam yang menutupi wajahnya ini hanya memperlihatkan matanya saja yang sesekali melirik ketika berjalan menuju ke ruang tahanan.

Sebelumnya, Bima diamankan Satreskrim Polres Kediri Kota saat sedang berada di teras rumah. Setelah dilaporkan oleh keluarga korban pada Rabu (3/6).

 

Fakta-Fakta Korban Bima

 

–         Korban termuda dari Bima berusia 14 tahun.

–         Korban paling banyak adalah berusia 16 tahun, jumlahnya empat orang. Termasuk yang melaporkan kasus ini ke polisi.

–         Dua orang korban berusia 17 tahun.

–         Korban paling tua berusia 18 tahun. Namun saat dicabuli usianya masih 17 tahun.

Catatan : Berdasarkan pengakuan Bima

- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri – Bima Naufal memang licik. Pemuda Mojo yang menjadi tersangka kasus pencabulan banyak gadis di bawah umur ini punya banyak cara memperdaya korbannya. Awalnya diajak berkenalan, kemudian calon mangsa itu diajak ke rumah temannya yang sepi. Hal itu dilakukan berulang kali.

Fakta itu terkuak ketika polisi menggelar rilis kasus pencabulan itu kemarin pagi. Bertempat di Mapolres Kediri Kota, pemuda berusia 19 tahun itu ditunjukkan ke awak media dengan mengenakan balaclava atau penutup wajah.

Kapolres Kediri Kota AKBP Miko Indrayana menjelaskan bahwa dari hasil pemeriksaan sementara oleh Unit PPA satreskrim, korban Bima sebanyak delapan gadis. Semuanya dicabuli hingga disetubuhi.

“(Jumlah itu berdasar) pengakuan dari pelaku berinisial BN kepada petugas,” terang Miko.

Dari delapan gadis itu hingga kemarin baru satu orang yang membuat laporan resmi ke polisi. Yakni Anggrek, bukan nama sebenarnya, yang masih berumur 16 tahun. Gadis itu merupakan korban terakhir Bima.

Sedangkan tujuh korban lainnya masih sebatas pengakuan tersangka. Saat ini polisi terus mendalami pengakuan tersebut. Karena bisa jadi korbannya juga lebih dari itu. Kabarnya, korban bahkan ada yang masih berusia 14 tahun saat peristiwa pencabulan tersebut.

Baca Juga :  Pengamen Kertosono Edarkan SS

Dalam rilis  yang berlangsung di Gedung Rupatama Polres Kediri Kota itu, Miko menjelaskan sebagian besar korban masih di bawah umur. Yang melapor itu juga masih duduk di bangku sekolah lanjutan atas.

Soal modus, polisi berpangkat dua melati di pundaknya ini menjelaskan, pelaku awalnya berkenalan dengan korban. Setelah kenal, pelaku mengajak korban bertemu. “Pelaku mengajak korban ke salah satu rumah saksi, yakni temannya, untuk melakukan tindakan tidak terpujinya,” imbuh Miko.

Menurut Miko, rumah yang dijadikan lokasi aksi mesum itu sering sepi kondisinya. Karena itu dipilih pelaku untuk melampiaskan nafsu bejatnya. Biasanya, setelah berkenalan dan berada di rumah itu Bima mengajak masuk ke kamar. Setelah itu pelaku memaksa korban dan melakukan persetubuhan.

Saat ini polisi masih menyiapkan pasal 81 ayat 1 UU RI nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak untuk menjerat tersangka. Hukuman maksimalnya 15 tahun penjara.

Baca Juga :  Tangkap Tiga Orang Sindikat Kredit Fiktif

“Sementara kami fokuskan untuk kasus persetubuhan yang dilaporkan. Apabila ada perkembangan lebih lanjut terus kami proses,” pungkasnya.

Usai rilis, Bima digiring keluar dari Gedung Rupatama Polres Kediri Kota. Untuk memasuki ruang tahanan di Sat Tahti Polres Kediri Kota. Digiring oleh dua petugas bersenjata dan juga satu petugas provos Polres Kediri Kota. Wajahnya tertunduk selama berjalan menuju ke Sat Tahti. Balaclava hitam yang menutupi wajahnya ini hanya memperlihatkan matanya saja yang sesekali melirik ketika berjalan menuju ke ruang tahanan.

Sebelumnya, Bima diamankan Satreskrim Polres Kediri Kota saat sedang berada di teras rumah. Setelah dilaporkan oleh keluarga korban pada Rabu (3/6).

 

Fakta-Fakta Korban Bima

 

–         Korban termuda dari Bima berusia 14 tahun.

–         Korban paling banyak adalah berusia 16 tahun, jumlahnya empat orang. Termasuk yang melaporkan kasus ini ke polisi.

–         Dua orang korban berusia 17 tahun.

–         Korban paling tua berusia 18 tahun. Namun saat dicabuli usianya masih 17 tahun.

Catatan : Berdasarkan pengakuan Bima

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/