31.5 C
Kediri
Sunday, July 3, 2022

Rampas HP, Warga Pare Tega Pukuli Korbannya

KEDIRI – Aksi kejahatan kian mengkhawatirkan saja. Para pelakunya semakin tega menganiaya korbannya. Meskipun barang yang diincar tergolong tak seberapa. Seperti handphone dan uang tunai ratusan ribu rupiah misalnya, pelaku bisa tega memukuli korban hingga babak belur.

Seperti yang dialami oleh Angga, 28, pada Sabtu (2/5) lalu ini. Pemuda warga Desa Wonocatur, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri ini babak belur dianiaya oleh Yoga Sandyan, 20. Pemicunya karena Yoga bertujuan merampas handphone milik korban.

Untungnya pelaku yang juga warga Desa Sidorejo, Kecamatan Pare itu bisa segera tertangkap. Kemarin dia dipamerkan oleh Polsek Pagu di hadapan para pemburu berita.

“Aksi pelaku digolongkan sebagai pencurian dengan kekerasan,” terang Kapolsek Pagu AKP Hariyanto, saat press release kemarin (5/5)

Aksi curas yang dilakukan Yoga itu merupakan aksi kejahatan yang kesekian kalinya sejak April. Salah satu aksi kejahatan itu ada yang dilakukan oleh residivis yang mendapat program asimilasi pada 1 April lalu.

Kembali ke kasus curas di Pagu itu, kejadian berawal ketika korban dan seorang temannya berboncengan motor. Keduanya hendak mendatangi kafe yang berada di Desa Bulupasar, Kecamatan Ngasem. Sebelum sampai tujuan mereka sempat berhenti di dekat jembatan yang ada di selatan Taman Arca Totok Kerot. Polisi mencatat kejadian itu berlangsung sekitar pukul 19.30 WIB.

Baca Juga :  Ternyata Hanya Infertil, Bukan Telur Palsu

Pada saat itulah pelaku mendatangi korban. Dia tidak sendirian tapi ditemani oleh temannya yang berinisial DBS, 16. “Untuk saat ini DBS masih berstatus saksi,” kata Hariyanto kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Tanpa babibu lagi pelaku segera memukul korban. Tak hanya sekali tapi berulang kali. Membuat korban terjatuh dari motor dan terkapar di tanah. Korban sempat mencoba berdiri tapi sekali lagi Yoga memukul dan menendangnya berulang kali. Hingga akhirnya korban jatuh ke parit.

Pelaku tergolong raja tega. Melihat korbannya terkapar di parit dia masih tak puas. Yoga kembali menghujami korban yang tak berdaya itu dengan beberapa kali pukulan. Setelah melihat korbannya benar-benar tak berdaya pelaku mengambil gawai milik korban. Kemudian meninggalkan korban.

Di dalam gawai milik korban ternyata terselip uang Rp 120 ribu. Uang itu sempat dibelanjakan dengan membeli makanan.

Angga kemudian melaporkan peristiwa itu ke Sentra Pengaduan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Pagu. Selajutnya Unit Reskrim Polsek Pagu melakukan serangkaian penyelidikan. Di hari yang sama di sekitar SLG Kediri sekitar pukul 21.00 WIB, Yoga berhasil diamankan Unit Reskrim Polsek Pagu.

Baca Juga :  Polisi Ringkus Tiga Pengedar Sabu-Sabu

“Selanjutnya pelaku dibawa ke Polsek Pagu guna proses lebih lanjut,” beber Hariyanto.

Meskipun sudah tertangkap dan dipamerkan di hadapan wartawan, pelaku masih saja berkelit. Yoga mengelak disebut merampas gawai. Dia berkilah hanya ingin melihat chat di gawai milik korban. Meskipun pengakuan ini jelas aneh karena menurut polisi antara korban dan pelaku tak saling mengenal.

“Saya tidak berniat mengambil HP itu Pak. Saya cuma mau lihat chat, soalnya saya tidak bawa HP,” dalihnya ketika ditanya Kapolsek Hariyanto.

“Terus kalau uangnya itu memang ada di dalam HP,” sambung Yoga di hadapan awak media.

Apapun dalih Yoga, pengadilan nanti yang akan memutuskan. Yang pasti dia kini harus siap membuktikan omongannya itu. Sementara, semua barang bukti yang terkait dengan kasus curas ini diamankan polisi. Yaitu berupa gawai Realme C1, uang tunai Rp 120 ribu, dan beberapa pakaian dan asesoris yang dikenakan korban. Pakaian itu berupa topi, jaket, dan masker,

Yoga sendiri terancam mendekam di bui belasan tahun. Polisi siap menggunakan pasal 365 ayat (1) ke-1 dan ke-2 KUHP untuk menjeratnya. Pasal itu terkait pencurian dengan kekerasan dan ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara.

- Advertisement -

KEDIRI – Aksi kejahatan kian mengkhawatirkan saja. Para pelakunya semakin tega menganiaya korbannya. Meskipun barang yang diincar tergolong tak seberapa. Seperti handphone dan uang tunai ratusan ribu rupiah misalnya, pelaku bisa tega memukuli korban hingga babak belur.

Seperti yang dialami oleh Angga, 28, pada Sabtu (2/5) lalu ini. Pemuda warga Desa Wonocatur, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri ini babak belur dianiaya oleh Yoga Sandyan, 20. Pemicunya karena Yoga bertujuan merampas handphone milik korban.

Untungnya pelaku yang juga warga Desa Sidorejo, Kecamatan Pare itu bisa segera tertangkap. Kemarin dia dipamerkan oleh Polsek Pagu di hadapan para pemburu berita.

“Aksi pelaku digolongkan sebagai pencurian dengan kekerasan,” terang Kapolsek Pagu AKP Hariyanto, saat press release kemarin (5/5)

Aksi curas yang dilakukan Yoga itu merupakan aksi kejahatan yang kesekian kalinya sejak April. Salah satu aksi kejahatan itu ada yang dilakukan oleh residivis yang mendapat program asimilasi pada 1 April lalu.

Kembali ke kasus curas di Pagu itu, kejadian berawal ketika korban dan seorang temannya berboncengan motor. Keduanya hendak mendatangi kafe yang berada di Desa Bulupasar, Kecamatan Ngasem. Sebelum sampai tujuan mereka sempat berhenti di dekat jembatan yang ada di selatan Taman Arca Totok Kerot. Polisi mencatat kejadian itu berlangsung sekitar pukul 19.30 WIB.

Baca Juga :  Ternyata Hanya Infertil, Bukan Telur Palsu

Pada saat itulah pelaku mendatangi korban. Dia tidak sendirian tapi ditemani oleh temannya yang berinisial DBS, 16. “Untuk saat ini DBS masih berstatus saksi,” kata Hariyanto kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Tanpa babibu lagi pelaku segera memukul korban. Tak hanya sekali tapi berulang kali. Membuat korban terjatuh dari motor dan terkapar di tanah. Korban sempat mencoba berdiri tapi sekali lagi Yoga memukul dan menendangnya berulang kali. Hingga akhirnya korban jatuh ke parit.

Pelaku tergolong raja tega. Melihat korbannya terkapar di parit dia masih tak puas. Yoga kembali menghujami korban yang tak berdaya itu dengan beberapa kali pukulan. Setelah melihat korbannya benar-benar tak berdaya pelaku mengambil gawai milik korban. Kemudian meninggalkan korban.

Di dalam gawai milik korban ternyata terselip uang Rp 120 ribu. Uang itu sempat dibelanjakan dengan membeli makanan.

Angga kemudian melaporkan peristiwa itu ke Sentra Pengaduan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Pagu. Selajutnya Unit Reskrim Polsek Pagu melakukan serangkaian penyelidikan. Di hari yang sama di sekitar SLG Kediri sekitar pukul 21.00 WIB, Yoga berhasil diamankan Unit Reskrim Polsek Pagu.

Baca Juga :  Kapolsek dan Kasatintel di Polres Kediri Bergeser

“Selanjutnya pelaku dibawa ke Polsek Pagu guna proses lebih lanjut,” beber Hariyanto.

Meskipun sudah tertangkap dan dipamerkan di hadapan wartawan, pelaku masih saja berkelit. Yoga mengelak disebut merampas gawai. Dia berkilah hanya ingin melihat chat di gawai milik korban. Meskipun pengakuan ini jelas aneh karena menurut polisi antara korban dan pelaku tak saling mengenal.

“Saya tidak berniat mengambil HP itu Pak. Saya cuma mau lihat chat, soalnya saya tidak bawa HP,” dalihnya ketika ditanya Kapolsek Hariyanto.

“Terus kalau uangnya itu memang ada di dalam HP,” sambung Yoga di hadapan awak media.

Apapun dalih Yoga, pengadilan nanti yang akan memutuskan. Yang pasti dia kini harus siap membuktikan omongannya itu. Sementara, semua barang bukti yang terkait dengan kasus curas ini diamankan polisi. Yaitu berupa gawai Realme C1, uang tunai Rp 120 ribu, dan beberapa pakaian dan asesoris yang dikenakan korban. Pakaian itu berupa topi, jaket, dan masker,

Yoga sendiri terancam mendekam di bui belasan tahun. Polisi siap menggunakan pasal 365 ayat (1) ke-1 dan ke-2 KUHP untuk menjeratnya. Pasal itu terkait pencurian dengan kekerasan dan ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/