24.9 C
Kediri
Friday, August 12, 2022

Soal Sabu-sabu, Tersangka Gugat Polsek Plemahan

- Advertisement -

KEDIRI KABUPATEN – Sidang pra-peradilan kasus penangkapan pengguna narkoba yang dilakukan Polsek Plemahan akan kembali bergulir hari ini. Untuk sidang yang kedua ini, pihak Polsek Plemahan menegaskan bakal datang.

Sebelumnya, pihak Polsek Plemahan tak hadir dalam sidang pra-peradilan yang pertama. Alasannya, karena saat itu ada kegiatan yang bersamaan. “Karena kemarin ada kegiatan di Polres Kediri, jadi kami tak bisa menghadiri persidangan (pra-peradilan) itu,” aku Kapolsek Plemahan AKP Surono.

Gugatan pra-peradilan itu terkait penangkapan dan penahanan Imron Yahya, 24, warga Desa/Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Penggugat adalah Masruroh, 47, ibu Imron. Menurut penggugat, penangkapan dan penahanan itu tanpa disertai surat penangkapan terhadap Imron.

Imron ditangkap Polsek Plemahan (31/1) karena kedapatan membawa narkotika jenis sabu-sabu. Penangkapan itu dilakukan di Jalan Diponegoro, Desa Wonokerto, Plemahan. Di depan apotek Surya Waras.

Baca Juga :  Kampung Kauman, Cerita dan Tradisi yang Bertahan hingga Sekarang (7)

Pihak keluarga berdalih bahwa sabu-sabu itu bukan milik Imron. Sebab, saat itu dia tengah bekerja mengangkut barang milik Wahyu Syahnur, warga Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri. Nah, masih menurut keterangan pihak keluarga, sabu-sabu itu berada di bungkus rokok yang dipegang oleh Imron. Padahal, rokok itu adalah pemberian Wahyu yang sudah dalam keadaan terbuka ketika diterima Imron.

- Advertisement -

Sidang pra-peradilan yang pertama sempat molor hingga enam jam. Sebab, penggugat menunggu kedatangan pihak tergugat. Namun, setelah ditunggu lama tetap tak ada anggota Polsek Plemahan yang datang.

“Sidang tetap berjalan dengan agenda pembacaan isi gugatan,” kata Nanang Jainuri, pengacara dari LBH NU Kabupaten Mojokerto yang mendampingi penggugat.

Baca Juga :  Hukum Sulam Alis dan Bibir

Ketidakhadiran tergugat itu membuat kecewa pihak penggugat. Sebab, mereka sudah menyiapkan diri untuk sidang tersebut. Menurut Nanang, ketidakhadiran tergugat menimbulkan kerugian bagi mereka. Khususnya dari segi waktu. Apalagi, menurut Nanang, ada upaya polisi untuk mengulur-ulur proses penyerahan berkas ke kejaksaan.

Imron sendiri saat ini ditahan di Polres Kediri. Setelah sebelumnya sempat mendekam di tahanan Polsek Plemahan selama 28 hari. “Anak saya diancam agar mengakui perbuatannya,” aku Masruroh kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Terkait itu, Kapolsek Surono menegaskan bahwa polisi sudah melakukan penanganan sesuai prosedur berlaku. Menurutnya, sah atau tidaknya surat penangkapan bisa dibuktikan di persidangan nanti. “Penangkapan dan penahanan itu sudah sesuai prosedur,” tegasnya sembari menyebut bahwa kasus itu juga telah P-21.

- Advertisement -

KEDIRI KABUPATEN – Sidang pra-peradilan kasus penangkapan pengguna narkoba yang dilakukan Polsek Plemahan akan kembali bergulir hari ini. Untuk sidang yang kedua ini, pihak Polsek Plemahan menegaskan bakal datang.

Sebelumnya, pihak Polsek Plemahan tak hadir dalam sidang pra-peradilan yang pertama. Alasannya, karena saat itu ada kegiatan yang bersamaan. “Karena kemarin ada kegiatan di Polres Kediri, jadi kami tak bisa menghadiri persidangan (pra-peradilan) itu,” aku Kapolsek Plemahan AKP Surono.

Gugatan pra-peradilan itu terkait penangkapan dan penahanan Imron Yahya, 24, warga Desa/Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Penggugat adalah Masruroh, 47, ibu Imron. Menurut penggugat, penangkapan dan penahanan itu tanpa disertai surat penangkapan terhadap Imron.

Imron ditangkap Polsek Plemahan (31/1) karena kedapatan membawa narkotika jenis sabu-sabu. Penangkapan itu dilakukan di Jalan Diponegoro, Desa Wonokerto, Plemahan. Di depan apotek Surya Waras.

Baca Juga :  Satpol PP Amankan ODGJ yang Mengamuk di Ngasem

Pihak keluarga berdalih bahwa sabu-sabu itu bukan milik Imron. Sebab, saat itu dia tengah bekerja mengangkut barang milik Wahyu Syahnur, warga Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri. Nah, masih menurut keterangan pihak keluarga, sabu-sabu itu berada di bungkus rokok yang dipegang oleh Imron. Padahal, rokok itu adalah pemberian Wahyu yang sudah dalam keadaan terbuka ketika diterima Imron.

Sidang pra-peradilan yang pertama sempat molor hingga enam jam. Sebab, penggugat menunggu kedatangan pihak tergugat. Namun, setelah ditunggu lama tetap tak ada anggota Polsek Plemahan yang datang.

“Sidang tetap berjalan dengan agenda pembacaan isi gugatan,” kata Nanang Jainuri, pengacara dari LBH NU Kabupaten Mojokerto yang mendampingi penggugat.

Baca Juga :  Warga Polisikan Mantan Sekdes Gebangkerep

Ketidakhadiran tergugat itu membuat kecewa pihak penggugat. Sebab, mereka sudah menyiapkan diri untuk sidang tersebut. Menurut Nanang, ketidakhadiran tergugat menimbulkan kerugian bagi mereka. Khususnya dari segi waktu. Apalagi, menurut Nanang, ada upaya polisi untuk mengulur-ulur proses penyerahan berkas ke kejaksaan.

Imron sendiri saat ini ditahan di Polres Kediri. Setelah sebelumnya sempat mendekam di tahanan Polsek Plemahan selama 28 hari. “Anak saya diancam agar mengakui perbuatannya,” aku Masruroh kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Terkait itu, Kapolsek Surono menegaskan bahwa polisi sudah melakukan penanganan sesuai prosedur berlaku. Menurutnya, sah atau tidaknya surat penangkapan bisa dibuktikan di persidangan nanti. “Penangkapan dan penahanan itu sudah sesuai prosedur,” tegasnya sembari menyebut bahwa kasus itu juga telah P-21.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/