23.1 C
Kediri
Monday, August 15, 2022

Kasus Buang Bayi Kandat: Ada Tanda Biru di Kaki

- Advertisement -

KEDIRI KABUPATEN –  Hingga kemarin siapa orang tua bayi malang yang ditemukan di Desa Cendono, Kandat, belum diketahui. Juga, siapa pembuang bayi tersebut belum terkuak. Apakah sang orang tuanya sendiri atau orang lain?

Pihak kepolisian sendiri mengaku masih terus melakukan penyelidikan. Walaupun dugaan sementara ini, pihak pembuang kemungkinan besar adalah orang tua si bayi malang tersebut.

“Proses penyelidikan masih terus berjalan,” aku Kapolsek Kandat Inspektur Satu (Iptu) Harianto, ketika ditanya perkembangan kasus penemuan bayi tersebut.

Polisi, menurut Harianto, memiliki satu petunjuk yang bisa digunakan untuk mengungkap kasus ini. Walaupun, dia mengakui, petunjuk itu sangat sedikit. Namun, tetap akan digunakan untuk menguak tabir pembuang bayi tersebut.

Satu petunjuk yang akan digunakan itu adalah adanya tanda biru di telapak kaki kanan si bayi. Tanda biru itu dari tinta. Biasanya usai proses persalinan bayi diambil cap jempol kakinya. Tujuannya untuk registrasi usai proses persalinan.

- Advertisement -

“Karena itu besar kemungkinan proses persalinan dibantu oleh bidan atau petugas medis. Ini yang bisa jadi pijakan polisi untuk membongkar kasus ini,” urainya lagi.

Masih menurut Harianto, pihaknya terus berupaya agar kasus ini bisa cepat terbongkar. Termasuk bekerja sama dengan anggota dari Polres Kediri.

Sementara itu, bayi temuan tersebut hingga kemarin masih dirawat di RSUD Gambiran, Kota Kediri. Kondisinya juga sudah mulai membaik. Tidak lagi ditempatkan di inkubator. Sang bayi yang belum punya nama itu sudah ditempatkan di tempat tidur bayi. Walaupun masih ditempatkan khusus di ruang bayi.

Baca Juga :  Pemkot Anggarkan Rp 36 Miliar untuk Pemulihan Ekonomi

Menurut Hervin Febrina, dokter yang merawat, kondisi bayi dengan berat badan 2,5 kilogram tersebut terlihat normal sejak masuk pada Senin (4/3). Walaupun saat ditemukan bayi disebutkan mengalami hipotermia. Yaitu suhu di dalam tubuh bayi berada di bawah normal. Di bawah 35 derajat celcius. Hal ini disebabkan karena bayi dibuang di ruang terbuka di malam hari dengan hanya dibungkus kain warna putih. Apalagi, lokasi pembuangan dekat persawahan.

Kemarin, sang bayi terlihat nyaman di ranjangnya. Parasnya juga elok. Dengan pipi yang kemerah-merahan. Matanya terlihat begitu menyala melihat sekelilingnya. Raut mukanya seolah merasakan kegembiraan. Saat itu si bayi baru saja menghabiskan satu botol susu formula ukuran 500 ml. Asupan untuk sang bayi memang hanya dengan susu formula. Karena tak mendapatkan ASI dari ibu kandungnya.

Yang menarik, beberapa pihak sudah berniat mengadopsi bayi mungil tersebut. Namun, keinginan itu tak bisa dipenuhi oleh pihak rumah sakit. Menurut dokter Hervin, beberapa keluarga memang telah menyampaikan keinginan untuk merawat sang bayi. Namun, Hervin menyarankan agar yang berminat menghubungi pihak dinas sosial (dinsos).

Baca Juga :  Minta Tempat Wisata Dibuka

“Banyak warga yang ingin melihat dan mengadopsi. Bahkan, beberapa pegawai rumah sakit juga mengutarakan hal serupa,” terang sang dokter.

Lalu, kapan bayi itu akan diserahkan ke dinsos? Menurut Humas RSUD Gambiran Nitra Sari, pihaknya tidak terlalu tergesa-gesa untuk menyerahkan bayi tersebut. Meskipun perkembangan dalam dua hari ini menunjukkan tren positif. Pihak rumah sakit masih akan menunggu hingga tiga hari. Baru setelah itu melaporkan ke dinsos. “Mungkin besok (hari ini, Red) baru dilaporkan ke dinas sosial,” ujar Nitra Sari.

Diberitakan sebelumnya, bayi malang itu ditemukan berada di meja depan toko pulsa di Desa Cendono, Kandat. Kejadiannya berlangsung Senin (4/3) dini hari, sekitar pukul 01.15.  Penemunya adalah pasangan suami istri pemilik toko kelontong tersebut, Surip dan Jumiati.

 

Petunjuk Kecil Kasus Bayi Cendono

–         Ada bekas tanda biru dari tinta di telapak kaki sebelah kanan. Tanda itu biasa digunakan untuk penanda registrasi usai persalinan.

–         Tanda biru itu juga mengindikasikan persalinan dibantu bidan atau tenaga medis.

–         Bobot bayi normal, indikasi bahwa bayi lahir di usia kehamilan normal, bukan prematur.

- Advertisement -

KEDIRI KABUPATEN –  Hingga kemarin siapa orang tua bayi malang yang ditemukan di Desa Cendono, Kandat, belum diketahui. Juga, siapa pembuang bayi tersebut belum terkuak. Apakah sang orang tuanya sendiri atau orang lain?

Pihak kepolisian sendiri mengaku masih terus melakukan penyelidikan. Walaupun dugaan sementara ini, pihak pembuang kemungkinan besar adalah orang tua si bayi malang tersebut.

“Proses penyelidikan masih terus berjalan,” aku Kapolsek Kandat Inspektur Satu (Iptu) Harianto, ketika ditanya perkembangan kasus penemuan bayi tersebut.

Polisi, menurut Harianto, memiliki satu petunjuk yang bisa digunakan untuk mengungkap kasus ini. Walaupun, dia mengakui, petunjuk itu sangat sedikit. Namun, tetap akan digunakan untuk menguak tabir pembuang bayi tersebut.

Satu petunjuk yang akan digunakan itu adalah adanya tanda biru di telapak kaki kanan si bayi. Tanda biru itu dari tinta. Biasanya usai proses persalinan bayi diambil cap jempol kakinya. Tujuannya untuk registrasi usai proses persalinan.

“Karena itu besar kemungkinan proses persalinan dibantu oleh bidan atau petugas medis. Ini yang bisa jadi pijakan polisi untuk membongkar kasus ini,” urainya lagi.

Masih menurut Harianto, pihaknya terus berupaya agar kasus ini bisa cepat terbongkar. Termasuk bekerja sama dengan anggota dari Polres Kediri.

Sementara itu, bayi temuan tersebut hingga kemarin masih dirawat di RSUD Gambiran, Kota Kediri. Kondisinya juga sudah mulai membaik. Tidak lagi ditempatkan di inkubator. Sang bayi yang belum punya nama itu sudah ditempatkan di tempat tidur bayi. Walaupun masih ditempatkan khusus di ruang bayi.

Baca Juga :  Kiai Kampung Se-Kabupaten Kediri Dukung Mas Dhito

Menurut Hervin Febrina, dokter yang merawat, kondisi bayi dengan berat badan 2,5 kilogram tersebut terlihat normal sejak masuk pada Senin (4/3). Walaupun saat ditemukan bayi disebutkan mengalami hipotermia. Yaitu suhu di dalam tubuh bayi berada di bawah normal. Di bawah 35 derajat celcius. Hal ini disebabkan karena bayi dibuang di ruang terbuka di malam hari dengan hanya dibungkus kain warna putih. Apalagi, lokasi pembuangan dekat persawahan.

Kemarin, sang bayi terlihat nyaman di ranjangnya. Parasnya juga elok. Dengan pipi yang kemerah-merahan. Matanya terlihat begitu menyala melihat sekelilingnya. Raut mukanya seolah merasakan kegembiraan. Saat itu si bayi baru saja menghabiskan satu botol susu formula ukuran 500 ml. Asupan untuk sang bayi memang hanya dengan susu formula. Karena tak mendapatkan ASI dari ibu kandungnya.

Yang menarik, beberapa pihak sudah berniat mengadopsi bayi mungil tersebut. Namun, keinginan itu tak bisa dipenuhi oleh pihak rumah sakit. Menurut dokter Hervin, beberapa keluarga memang telah menyampaikan keinginan untuk merawat sang bayi. Namun, Hervin menyarankan agar yang berminat menghubungi pihak dinas sosial (dinsos).

Baca Juga :  Dua Verifikator PNPM Dijebloskan Penjara

“Banyak warga yang ingin melihat dan mengadopsi. Bahkan, beberapa pegawai rumah sakit juga mengutarakan hal serupa,” terang sang dokter.

Lalu, kapan bayi itu akan diserahkan ke dinsos? Menurut Humas RSUD Gambiran Nitra Sari, pihaknya tidak terlalu tergesa-gesa untuk menyerahkan bayi tersebut. Meskipun perkembangan dalam dua hari ini menunjukkan tren positif. Pihak rumah sakit masih akan menunggu hingga tiga hari. Baru setelah itu melaporkan ke dinsos. “Mungkin besok (hari ini, Red) baru dilaporkan ke dinas sosial,” ujar Nitra Sari.

Diberitakan sebelumnya, bayi malang itu ditemukan berada di meja depan toko pulsa di Desa Cendono, Kandat. Kejadiannya berlangsung Senin (4/3) dini hari, sekitar pukul 01.15.  Penemunya adalah pasangan suami istri pemilik toko kelontong tersebut, Surip dan Jumiati.

 

Petunjuk Kecil Kasus Bayi Cendono

–         Ada bekas tanda biru dari tinta di telapak kaki sebelah kanan. Tanda itu biasa digunakan untuk penanda registrasi usai persalinan.

–         Tanda biru itu juga mengindikasikan persalinan dibantu bidan atau tenaga medis.

–         Bobot bayi normal, indikasi bahwa bayi lahir di usia kehamilan normal, bukan prematur.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/