27.1 C
Kediri
Thursday, August 11, 2022

Kasus Buang Bayi di Kepung: Saksi Menutupi Kehamilannya

KEDIRI KABUPATEN – Isak tangis terpecah di ruang Sidang Cakra Pengadilan Negeri Kelas I-B Kabupaten Kediri, kemarin. Saksi yang sedang diperiksa, Ika Wahyuningsih, 27, menangis saat memberikan kesaksian di depan majelis hakim. Saat itu, ia menjadi saksi dari persidangan Kamsidi, 51, terdakwa pembuang bayi Ika, di Dusun Kebonsari, Desa Krenceng, Kepung, Kamis (15/11) tahun lalu.

          Ia menangis karena menyesal telah melakukan pengguguran bayi yang ia kandung selama sembilan bulan. “Saya menyesal, saya menutupinya selama 9 bulan dari Kamsidi,” imbuhnya.

          Ika menyesal karena apa yang dilakukannya masih menghantuinya hingga sekarang. Ia mengaku pada majelis hakim, bahwa selama berhubungan gelap dengan Kamsidi, ia selalu menyangkal bahwa ia hamil.

          Wanita asal Desa/Kecamatan Kepung itu juga mengaku kepada majelis hakim bahwa ia sudah berhubungan gelap dengan Kamsidi, yang merupakan tetangganya di desa. “Saya juga tidak enak karena Kamsidi juga sudah memiliki istri dan anak,” imbuh Ika.

          Sudah beberapa kali berhubungan dengan Kamsidi, dan mengetahui bahwa dirinya hamil, ia pun berusaha menutup-nutupi kehamilannya. Kamsidi pun kerap menanyainya dengan pertanyaan apakah Ika hamil, karena semakin hari semakin terlihat gemuk.

Baca Juga :  Salip Motor, Pelajar Tewas Tabrak Truk Dekat Polsek Gampengrejo

          Lalu ia menghubungi Kamsidi saat di umur kehamilan yang sudah memasuki bulan ke sembilan. “Baru saya kasih tahu saat saya sudah berada di rumah Sumini,” ujar Ika.

          Setelah datang ke rumah Sumini,di Desa Krenceng, Kepung, yang menurut Ika adalah “orang pintar”, ia meminta bantuan kepada Sumini bahwa kandungannya harus digugurkan.
Sebelum digugurkan, Ika menelepon Kamsidi. Keduanya sepakat untuk menggugurkan bayi dalam kandungan karena Kamsidi sudah memiliki istri dan anak.

          Sumini awalnya meminta uang Rp 3 juta untuk membantu menggugurkan bayi yang berada di dalam kandungan Ika. Namun, saat itu Kamsidi hanya bisa memberikan uang Rp 1,5 juta.

          Proses pengguguran pun dilakukan. Sumini menginjak perut Ika sebanyak tiga kali, setelah memberi Ika jamu racikan yang dirasa untuk pegal pegal. Ika jugas melakukan tekanan kepada perutnya. Namun bayi tidak kunjung keluar dari rahim Ika. Ika dan Kamsidi pun pulang untuk menginap di tempat kos di Desa Kencong, Kepung.

Baca Juga :  Cari Uang Plus Mencari Jodoh

          Namun pada saat berada ditempat kos, bayi tiba-tiba keluar dan jatuh ke lantai. Ika kemudian memindah bayi itu ke kasur. Kemudian menutupi dengan kain sarung.

Tangan kirinya menutup saluran pernapasan sang bayi. Sedangkan tangan kanannya melilitkan sarung ke leher. Ia pun membuang bayinya di area persawahan Dusun Kebonsari. Ketiganya diamankan oleh Polres Kediri pada 22 November 2018.

Sesuai dengan perbuatannya, ketiganya dijatuhi pasal yang berbeda-beda. Ika telah melanggar pasal 80 ayat (4) jo pasal 76 c UU RI No.35 Tahun 2015 tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 53 KUHP atau pasal 340 KUHP atau pasal 341 KUHP Jo pasal  345 KUHP, dengan tuntutan penjara paling lama 15 tahun dengan denda sebesar Rp 3 miliar.

- Advertisement -

KEDIRI KABUPATEN – Isak tangis terpecah di ruang Sidang Cakra Pengadilan Negeri Kelas I-B Kabupaten Kediri, kemarin. Saksi yang sedang diperiksa, Ika Wahyuningsih, 27, menangis saat memberikan kesaksian di depan majelis hakim. Saat itu, ia menjadi saksi dari persidangan Kamsidi, 51, terdakwa pembuang bayi Ika, di Dusun Kebonsari, Desa Krenceng, Kepung, Kamis (15/11) tahun lalu.

          Ia menangis karena menyesal telah melakukan pengguguran bayi yang ia kandung selama sembilan bulan. “Saya menyesal, saya menutupinya selama 9 bulan dari Kamsidi,” imbuhnya.

          Ika menyesal karena apa yang dilakukannya masih menghantuinya hingga sekarang. Ia mengaku pada majelis hakim, bahwa selama berhubungan gelap dengan Kamsidi, ia selalu menyangkal bahwa ia hamil.

          Wanita asal Desa/Kecamatan Kepung itu juga mengaku kepada majelis hakim bahwa ia sudah berhubungan gelap dengan Kamsidi, yang merupakan tetangganya di desa. “Saya juga tidak enak karena Kamsidi juga sudah memiliki istri dan anak,” imbuh Ika.

          Sudah beberapa kali berhubungan dengan Kamsidi, dan mengetahui bahwa dirinya hamil, ia pun berusaha menutup-nutupi kehamilannya. Kamsidi pun kerap menanyainya dengan pertanyaan apakah Ika hamil, karena semakin hari semakin terlihat gemuk.

Baca Juga :  PAW Ibnu Tunggu DPP Partai Perindo

          Lalu ia menghubungi Kamsidi saat di umur kehamilan yang sudah memasuki bulan ke sembilan. “Baru saya kasih tahu saat saya sudah berada di rumah Sumini,” ujar Ika.

          Setelah datang ke rumah Sumini,di Desa Krenceng, Kepung, yang menurut Ika adalah “orang pintar”, ia meminta bantuan kepada Sumini bahwa kandungannya harus digugurkan.
Sebelum digugurkan, Ika menelepon Kamsidi. Keduanya sepakat untuk menggugurkan bayi dalam kandungan karena Kamsidi sudah memiliki istri dan anak.

          Sumini awalnya meminta uang Rp 3 juta untuk membantu menggugurkan bayi yang berada di dalam kandungan Ika. Namun, saat itu Kamsidi hanya bisa memberikan uang Rp 1,5 juta.

          Proses pengguguran pun dilakukan. Sumini menginjak perut Ika sebanyak tiga kali, setelah memberi Ika jamu racikan yang dirasa untuk pegal pegal. Ika jugas melakukan tekanan kepada perutnya. Namun bayi tidak kunjung keluar dari rahim Ika. Ika dan Kamsidi pun pulang untuk menginap di tempat kos di Desa Kencong, Kepung.

Baca Juga :  Ciduk Pasangan Kekasih Sekamar di Kos Mojoroto

          Namun pada saat berada ditempat kos, bayi tiba-tiba keluar dan jatuh ke lantai. Ika kemudian memindah bayi itu ke kasur. Kemudian menutupi dengan kain sarung.

Tangan kirinya menutup saluran pernapasan sang bayi. Sedangkan tangan kanannya melilitkan sarung ke leher. Ia pun membuang bayinya di area persawahan Dusun Kebonsari. Ketiganya diamankan oleh Polres Kediri pada 22 November 2018.

Sesuai dengan perbuatannya, ketiganya dijatuhi pasal yang berbeda-beda. Ika telah melanggar pasal 80 ayat (4) jo pasal 76 c UU RI No.35 Tahun 2015 tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 53 KUHP atau pasal 340 KUHP atau pasal 341 KUHP Jo pasal  345 KUHP, dengan tuntutan penjara paling lama 15 tahun dengan denda sebesar Rp 3 miliar.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/