26.7 C
Kediri
Monday, July 4, 2022

Kabur lewat Kamar Mandi

KEDIRI KABUPATEN – Peredaran minuman keras (miras) illegal di Kabupaten Kediri sepertinya tidak ada habisnya. Seperti Kamis sore (2/11) petugas Satpol PP Kabupaten Kediri kembali menyita berliter-liter miras. Puluhan liter miras itu ditempatkan dalam drum, jeriken, hingga puluhan botol.

Sayangnya, produsen miras tersebut sempat kabur saat hendak dibawa petugas satpol PP. Beralasan ke kamar mandi, sang pembuat ternyata kabur.

Aksi satpol PP itu berawal dari laporan masyarakat. Yang menyebut beberapa titik di Kecamatan Plemahan jadi tempat pembuatan miras ilegal.

Yang didatangi satpol PP pertama kali adalah di Desa Kesamben. “Kami langsung datangi rumah milik Mukiran,” terang Kepala Bidang Penegak Perda Satpol PP Susanto.

Petugas awalnya hanya menemukan tiga botol merek Kuntul. Ketika ditanya Mukiran berkelit. Tak mengaku memiliki yang lain. Bahkan dia sesumbar agar petugas mencari di segala sudut rumah. Bila ketemu dia akan beli Rp 500 ribu.

Baca Juga :  Tabrakan Motor KLX dan Beat di Kandat, Satu Meninggal

Koar Mukiran terbukti bohong. Petugas bisa menemukan lima botol Kuntul dan lima arak jowo (arjo). Botol-botol itu disembunyikan di rerimbunan tanaman binahong.

Masih ada lagi. Di belakang rumah petugas menemukan dua drum berisi 150 liter cairan warna biru. Cairan itu ternyata adalah miras. Barang-barang itu yang kemudian diangkut satpol ke mobil.

Namun, ketika Mukiran juga hendak dibawa ke kantor satpol, dia izin ke kamar mandi. Setelah ditunggu lama Mukiran tak kunjung keluar. Setelah digedor, ternyata lelaki itu melarikan diri. Karena Mukiran kabur, sang istri yang akhirnya dimintai keterangan petugas.

Selain di rumah Mukiran, satpol PP juga menggerebek warung penjual puyuh goreng di Desa Wonokerto, Kecamatan Plosoklaten. Di warung milik Andis Arianto, 34, ini petugas menemukan satu jeriken berisi 25 liter arjo.

Baca Juga :  Seminggu Jaring Enam Pemabuk

Terakhir, penggerebekan dilakukan di warung Sunarsih, 42. Di warung yang ada di Desa Bogem, Kecamatan Plemahan ini petugas menyita 8 botol bintang kuntul, dan 27 botol arak jowo. Sama dengan Mukiran dan Andis, miras-miras itu juga dibawa ke kantor Satpol PP untuk disita. Karena melanggar tindak pidana ringan ketiga penjual miras tersebut juga diwajibkan untuk mengikuti persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Kediri. “Terus kami lakukan penyelidikan untuk di tempat lain,” tegas Santo.

- Advertisement -

KEDIRI KABUPATEN – Peredaran minuman keras (miras) illegal di Kabupaten Kediri sepertinya tidak ada habisnya. Seperti Kamis sore (2/11) petugas Satpol PP Kabupaten Kediri kembali menyita berliter-liter miras. Puluhan liter miras itu ditempatkan dalam drum, jeriken, hingga puluhan botol.

Sayangnya, produsen miras tersebut sempat kabur saat hendak dibawa petugas satpol PP. Beralasan ke kamar mandi, sang pembuat ternyata kabur.

Aksi satpol PP itu berawal dari laporan masyarakat. Yang menyebut beberapa titik di Kecamatan Plemahan jadi tempat pembuatan miras ilegal.

Yang didatangi satpol PP pertama kali adalah di Desa Kesamben. “Kami langsung datangi rumah milik Mukiran,” terang Kepala Bidang Penegak Perda Satpol PP Susanto.

Petugas awalnya hanya menemukan tiga botol merek Kuntul. Ketika ditanya Mukiran berkelit. Tak mengaku memiliki yang lain. Bahkan dia sesumbar agar petugas mencari di segala sudut rumah. Bila ketemu dia akan beli Rp 500 ribu.

Baca Juga :  Pembunuhan Banyakan: Korban Sempat Berniat Kabur

Koar Mukiran terbukti bohong. Petugas bisa menemukan lima botol Kuntul dan lima arak jowo (arjo). Botol-botol itu disembunyikan di rerimbunan tanaman binahong.

Masih ada lagi. Di belakang rumah petugas menemukan dua drum berisi 150 liter cairan warna biru. Cairan itu ternyata adalah miras. Barang-barang itu yang kemudian diangkut satpol ke mobil.

Namun, ketika Mukiran juga hendak dibawa ke kantor satpol, dia izin ke kamar mandi. Setelah ditunggu lama Mukiran tak kunjung keluar. Setelah digedor, ternyata lelaki itu melarikan diri. Karena Mukiran kabur, sang istri yang akhirnya dimintai keterangan petugas.

Selain di rumah Mukiran, satpol PP juga menggerebek warung penjual puyuh goreng di Desa Wonokerto, Kecamatan Plosoklaten. Di warung milik Andis Arianto, 34, ini petugas menemukan satu jeriken berisi 25 liter arjo.

Baca Juga :  Bawa Sajam, Pelaku Pakai Cadar saat Beraksi

Terakhir, penggerebekan dilakukan di warung Sunarsih, 42. Di warung yang ada di Desa Bogem, Kecamatan Plemahan ini petugas menyita 8 botol bintang kuntul, dan 27 botol arak jowo. Sama dengan Mukiran dan Andis, miras-miras itu juga dibawa ke kantor Satpol PP untuk disita. Karena melanggar tindak pidana ringan ketiga penjual miras tersebut juga diwajibkan untuk mengikuti persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Kediri. “Terus kami lakukan penyelidikan untuk di tempat lain,” tegas Santo.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/