30.9 C
Kediri
Sunday, August 14, 2022

Polisi Ringkus Tiga Pengedar Sabu-Sabu

- Advertisement -

NGANJUK – Peredaran narkoba di Kota Angin harus terus diwaspadai. Selasa (3/10) lalu, Satreskoba Polres Nganjuk berhasil mengamankan tiga pengedar sabu-sabu (SS). Mereka adalah Sugianto, 38, asal Desa Ketawang, Kecamatan Gondang ; Andris Nanang Widiono, 39, asal Desa Sumberkepuh, Kecamatan Lengkong dan Dwi Saputro, 31, Desa Tanjung, Kecamatan Kertosono.

          Kasatreskoba Polres Nganjuk AKP Sumadi mengatakan, tiga pengedar SS itu merupakan target operasi (TO) anggota. Awalnya polisi mendapat laporan dari masyarakat tentang aktivitas ketiganya mengonsumsi dan mengedarkan narkoba. “Setelah diselidiki kami mendapat informasi jika Sugianto dan Andris sedang pesta sabu,” kata Sumadi.

          Tak ingin kehilangan buruannya, tim Buser Satreskoba langsung bertindak. Mereka menggerebek rumah Andris di Desa Sumberkepuh, Lengkong. Saat itu, petugas mendapati satu poket sisa SS dan seperangkat alat hisap.

Baca Juga :  Polisi Selidiki Dana PDAU Nganjuk di Akhir 2021

          Dengan barang bukti yang lengkap, keduanya tidak bisa lagi mengelak. Kepada polisi, mereka langsung mengaku mendapatkan barang dari Dwi. Setelah mendapat alamat yang dimaksud, tim buser langsung mencokok pria yang tinggal di Desa Tanjung, Kertosono itu.

          Tidak hanya berhasil mengamankan Dwi, enam anggota tim buser Satreskoba yang menggerebek rumah Dwi juga mendapati barang bukti sabu-sabu seberat 0,79 gram. “BB langsung kami sita untuk penyidikan lanjutan,” terang Sumadi. 

- Advertisement -

          Ketiga pria itu lantas digelandang ke Polres Nganjuk untuk pemeriksaan lebih mendalam. Kepada penyidik, Dwi mengaku mendapatkan barang terlarang itu dari luar Nganjuk.

          Sayangnya, saat ditanya identitas pemasok besar yang biasa mengirim barang kepadanya, lagi-lagi Dwi berkilah tidak kenal. “Tersangka hanya tahu kalau penjualnya bukan orang Nganjuk,” imbuh Sumadi tentang jaringan narkoba yang terputus itu.

Baca Juga :  Dua Bulan Tindak Ratusan Pelanggar

          Akibat aksi nekatnya, tiga pria itu terancam dipenjara paling lama 12 tahun. Mereka dikenakan pasal 132 ayat (1) sub pasal 112 ayat (1) sub pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika.

          Atas kejadian ini, Sumadi mengimbau masayarakat agar lebih berhati-hati. Pasalnya sabu-sabu merupakan barang terlarang dan tidak boleh dikonsumsi. “Bila ada yang mengetahui (peredaran sabu-sabu, Red) segera laporkan ke petugas,” pintanya sembari mengajak masyarakat memusuhi narkoba.

- Advertisement -

NGANJUK – Peredaran narkoba di Kota Angin harus terus diwaspadai. Selasa (3/10) lalu, Satreskoba Polres Nganjuk berhasil mengamankan tiga pengedar sabu-sabu (SS). Mereka adalah Sugianto, 38, asal Desa Ketawang, Kecamatan Gondang ; Andris Nanang Widiono, 39, asal Desa Sumberkepuh, Kecamatan Lengkong dan Dwi Saputro, 31, Desa Tanjung, Kecamatan Kertosono.

          Kasatreskoba Polres Nganjuk AKP Sumadi mengatakan, tiga pengedar SS itu merupakan target operasi (TO) anggota. Awalnya polisi mendapat laporan dari masyarakat tentang aktivitas ketiganya mengonsumsi dan mengedarkan narkoba. “Setelah diselidiki kami mendapat informasi jika Sugianto dan Andris sedang pesta sabu,” kata Sumadi.

          Tak ingin kehilangan buruannya, tim Buser Satreskoba langsung bertindak. Mereka menggerebek rumah Andris di Desa Sumberkepuh, Lengkong. Saat itu, petugas mendapati satu poket sisa SS dan seperangkat alat hisap.

Baca Juga :  Dua Bulan Tindak Ratusan Pelanggar

          Dengan barang bukti yang lengkap, keduanya tidak bisa lagi mengelak. Kepada polisi, mereka langsung mengaku mendapatkan barang dari Dwi. Setelah mendapat alamat yang dimaksud, tim buser langsung mencokok pria yang tinggal di Desa Tanjung, Kertosono itu.

          Tidak hanya berhasil mengamankan Dwi, enam anggota tim buser Satreskoba yang menggerebek rumah Dwi juga mendapati barang bukti sabu-sabu seberat 0,79 gram. “BB langsung kami sita untuk penyidikan lanjutan,” terang Sumadi. 

          Ketiga pria itu lantas digelandang ke Polres Nganjuk untuk pemeriksaan lebih mendalam. Kepada penyidik, Dwi mengaku mendapatkan barang terlarang itu dari luar Nganjuk.

          Sayangnya, saat ditanya identitas pemasok besar yang biasa mengirim barang kepadanya, lagi-lagi Dwi berkilah tidak kenal. “Tersangka hanya tahu kalau penjualnya bukan orang Nganjuk,” imbuh Sumadi tentang jaringan narkoba yang terputus itu.

Baca Juga :  Lebaran, Boscu dan Mbak Sri Menangis di Tahanan

          Akibat aksi nekatnya, tiga pria itu terancam dipenjara paling lama 12 tahun. Mereka dikenakan pasal 132 ayat (1) sub pasal 112 ayat (1) sub pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika.

          Atas kejadian ini, Sumadi mengimbau masayarakat agar lebih berhati-hati. Pasalnya sabu-sabu merupakan barang terlarang dan tidak boleh dikonsumsi. “Bila ada yang mengetahui (peredaran sabu-sabu, Red) segera laporkan ke petugas,” pintanya sembari mengajak masyarakat memusuhi narkoba.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/