25.6 C
Kediri
Thursday, June 30, 2022

Di Kediri, Satpol PP dan Polisi Bubarkan Pengunjung yang Bergerombol

KOTA, JP Radar Kediri – Satuan polisi pamong praja (satpol PP) bertindak tegas. Mereka membubarkan pelanggan warung atau rumah makan yang kedapatan tak mematuhi protokol pencegahan Covid-19. Terutama bagi warung yang tetap melayani konsumen lebih dari 50 persen daya tampung.

“Tiap patroli kami masih menemukan warung atau tempat  game yang ramai,” terang Kabid Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat (Trantibum) Nur Khamid.

Menurut Nur Khamid, upaya satpol itu untuk mengawal Perwali Nomor 16 tahun 2020 tentang Pengendalian Kegiatan Hiburan dan Perdagangan dalam rangka percepatan penaganan virus korona. Total hingga kemarin, ada 50 tempat keramaian yang dibubarkan pengunjungnya karena tidak mematuhi protokol kesehatan.

Selain jumlah pengunjung melebihi ketentuan, ada beberapa pelanggaran lain yang dilakukan warung dan pengunjungnya. Seperti tidak memakai masker dan tidak mengindahkan physical distancing.

“Ada yang kami ingatkan tapi tidak diperhatikan sehingga kami minta tutup satu hari,” terang Nur Khamid.

Warung yang diminta tutup harus membuat surat pernyataan. Agar bersedia memenuhi protokol kesehatan. Satpol PP juga meminta pemilik usaha datang ke kantor mereka.

Baca Juga :  Jasa Penukaran Uang Baru di Wilayah Mojoroto Masih Sepi

Terkait soal pembatasan jam buka hingga pukul 22.00 WIB, Nur Khamid menyebut hampir semua mematuhi. Apalagi pihak kepolisian juga membantu melakukan penertiban. Juga dengan penutupan beberapa ruas jalan untuk menekankan penerapan physical distancing.

“Kami berharap masyarakat dapat diajak kerja sama dalam penanganan Covid. Agar penanggulangan virus ini bisa cepat teratasi,” harap Nur Khamid.

Selain berpatroli, satpol PP juga membagikan seribu masker setiap hari. Sasarannya adalah di keramaian. Seperti di pasar, warung, dan pusat perbelanjaan. Mereka yang kedapatan tidak memakai masker langsung diberi dan diminta mengenakannya.

Langkah pembubaran pengunjung warung juga dilakukan Polsek Mojoroto. Saat melakukan patroli, mereka mendatangi warung-warung yang masih terlihat pengunjung yang bergerombol.

“Kegiatan tersebut dilakukan guna mencegah penyebaran virus Covid-19, terlebih di tempat-tempat kerumunan,” ujar Kapolsek Mojoroto Kompol Sartana.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 20.30 WIB tersebut menyasar sejumlah tempat yang jadi tempat bergerombol. Misalnya di warung-warung kopi, kafe, maupun taman-taman.

Baca Juga :  Residivis Pencuri Gawai asal Kandangan Divonis 18 Bulan Penjara

Patroli dimulai dari Jalan KH Ahmad Dahlan, Mojoroto, Kota Kediri. Tempat itu merupakan wilayah dengan jumlah tempat makan dan nongkrong yang banyak. Setidaknya ada dua kafe dan satu angkringan yang didatangi.

Hasilnya ada kafe dan juga warung makan yang tidak mengindahkan protokol kesehatan. “Dilakukan pembubaran kepada pengunjung serta diberikan pesan mengenai bahaya Covid-19,” tambah Sartana.

Pelanggaran yang ditemui adalah pengunjung yang duduk berdekatan. Jumlahnya juga melebihi kapasitas yang ditentukan.

Selanjutnya polisi meneruskan ke Jalan Wakhid Hasyim, Kelurahan Bandarlor. Terakhir di Jalan Agus Salim, Kelurahan Bandarkidul. Di salah satu warung ditemukan pembeli yang bergerombol melebihi 10 orang.

Sartana mengimbau agar masyarakat selalu mematuhi protokol kesahatan. Terlebih jika berada di tempat-tempat keramaian. “Selalu memakai masker, menjaga jarak, dan cuci tangan agar kondisi berjalan aman dan terkendali,” pintanya.

- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri – Satuan polisi pamong praja (satpol PP) bertindak tegas. Mereka membubarkan pelanggan warung atau rumah makan yang kedapatan tak mematuhi protokol pencegahan Covid-19. Terutama bagi warung yang tetap melayani konsumen lebih dari 50 persen daya tampung.

“Tiap patroli kami masih menemukan warung atau tempat  game yang ramai,” terang Kabid Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat (Trantibum) Nur Khamid.

Menurut Nur Khamid, upaya satpol itu untuk mengawal Perwali Nomor 16 tahun 2020 tentang Pengendalian Kegiatan Hiburan dan Perdagangan dalam rangka percepatan penaganan virus korona. Total hingga kemarin, ada 50 tempat keramaian yang dibubarkan pengunjungnya karena tidak mematuhi protokol kesehatan.

Selain jumlah pengunjung melebihi ketentuan, ada beberapa pelanggaran lain yang dilakukan warung dan pengunjungnya. Seperti tidak memakai masker dan tidak mengindahkan physical distancing.

“Ada yang kami ingatkan tapi tidak diperhatikan sehingga kami minta tutup satu hari,” terang Nur Khamid.

Warung yang diminta tutup harus membuat surat pernyataan. Agar bersedia memenuhi protokol kesehatan. Satpol PP juga meminta pemilik usaha datang ke kantor mereka.

Baca Juga :  Polsek Ringinrejo Sisir Ibu Hamil hingga Kandat

Terkait soal pembatasan jam buka hingga pukul 22.00 WIB, Nur Khamid menyebut hampir semua mematuhi. Apalagi pihak kepolisian juga membantu melakukan penertiban. Juga dengan penutupan beberapa ruas jalan untuk menekankan penerapan physical distancing.

“Kami berharap masyarakat dapat diajak kerja sama dalam penanganan Covid. Agar penanggulangan virus ini bisa cepat teratasi,” harap Nur Khamid.

Selain berpatroli, satpol PP juga membagikan seribu masker setiap hari. Sasarannya adalah di keramaian. Seperti di pasar, warung, dan pusat perbelanjaan. Mereka yang kedapatan tidak memakai masker langsung diberi dan diminta mengenakannya.

Langkah pembubaran pengunjung warung juga dilakukan Polsek Mojoroto. Saat melakukan patroli, mereka mendatangi warung-warung yang masih terlihat pengunjung yang bergerombol.

“Kegiatan tersebut dilakukan guna mencegah penyebaran virus Covid-19, terlebih di tempat-tempat kerumunan,” ujar Kapolsek Mojoroto Kompol Sartana.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 20.30 WIB tersebut menyasar sejumlah tempat yang jadi tempat bergerombol. Misalnya di warung-warung kopi, kafe, maupun taman-taman.

Baca Juga :  Dari Banker, Mega Selvia Beralih ke Bisnis Kuliner

Patroli dimulai dari Jalan KH Ahmad Dahlan, Mojoroto, Kota Kediri. Tempat itu merupakan wilayah dengan jumlah tempat makan dan nongkrong yang banyak. Setidaknya ada dua kafe dan satu angkringan yang didatangi.

Hasilnya ada kafe dan juga warung makan yang tidak mengindahkan protokol kesehatan. “Dilakukan pembubaran kepada pengunjung serta diberikan pesan mengenai bahaya Covid-19,” tambah Sartana.

Pelanggaran yang ditemui adalah pengunjung yang duduk berdekatan. Jumlahnya juga melebihi kapasitas yang ditentukan.

Selanjutnya polisi meneruskan ke Jalan Wakhid Hasyim, Kelurahan Bandarlor. Terakhir di Jalan Agus Salim, Kelurahan Bandarkidul. Di salah satu warung ditemukan pembeli yang bergerombol melebihi 10 orang.

Sartana mengimbau agar masyarakat selalu mematuhi protokol kesahatan. Terlebih jika berada di tempat-tempat keramaian. “Selalu memakai masker, menjaga jarak, dan cuci tangan agar kondisi berjalan aman dan terkendali,” pintanya.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/