25.6 C
Kediri
Thursday, June 30, 2022

Pengedar Dobel L Asal Gurah Dituntut 18 Bulan

NGASEM, JP Radar Kediri– Zainal Arifin, 30, terdakwa pengedar pil koplo, dituntut hukuman 1 tahun 6 bulan (18 bulan) penjara. Tak hanya itu, laki-laki asal Desa Gayam, Kecamatan Gurah ini juga wajib bayar denda Rp 5 juta. Jika tidak mampu melunasi, hukumannya ditambah 3 bulan penjara.

“Perbuatan terdakwa terbukti telah melanggar sesuai dengan dakwaan kedua pasal 196 UU Nomor 36/2009 tentang Kesehatan,” jelas Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nanda Yoga Rohmana di ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Kediri kemarin.

Sebelumnya, JPU membacakan pertimbangan dalam tuntutannya. Hal yang memberatkan, perbuatan Zainal tidak mendukung program pemerintahan dalam membasmi peredaran narkotika. Sedangkan yang meringankan, selama persidangan ia bersikap sopan, janji tidak mengulangi, dan menjadi tulang punggung keluarga.

Baca Juga :  Edarkan Sabu di Kediri, Tukang Las Minta Keringanan

M. Fahmi Hary Nugroho, hakim yang memimpin persidangan, memberi kesempatan Zainal untuk menanggapi. Zainal mengatakan menerima. Untuk selanjutnya, persidangan dengan agenda putusan akan digelar Selasa (11/1).

Kasus Zainal bermula ketika ia bertemu Indri Purniawan pada 17 Agustus 2021. Indri ingin membeli pil dobel L. Zainal menjual empat pil seharga Rp 10 ribu. Kemudian, 29 Agustus Zainal bertemu Cuek di tepi Jalan Wonokasihan, Desa Gayam. Waktu itu Zainal ditawari 176 pil dobel L harga Rp 300 ribu. Setelah sepakat membeli, Zainal ditangkap polisi. (ara/ndr)

 

 

 

- Advertisement -

NGASEM, JP Radar Kediri– Zainal Arifin, 30, terdakwa pengedar pil koplo, dituntut hukuman 1 tahun 6 bulan (18 bulan) penjara. Tak hanya itu, laki-laki asal Desa Gayam, Kecamatan Gurah ini juga wajib bayar denda Rp 5 juta. Jika tidak mampu melunasi, hukumannya ditambah 3 bulan penjara.

“Perbuatan terdakwa terbukti telah melanggar sesuai dengan dakwaan kedua pasal 196 UU Nomor 36/2009 tentang Kesehatan,” jelas Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nanda Yoga Rohmana di ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Kediri kemarin.

Sebelumnya, JPU membacakan pertimbangan dalam tuntutannya. Hal yang memberatkan, perbuatan Zainal tidak mendukung program pemerintahan dalam membasmi peredaran narkotika. Sedangkan yang meringankan, selama persidangan ia bersikap sopan, janji tidak mengulangi, dan menjadi tulang punggung keluarga.

Baca Juga :  Kerupuk Ikan Tenggiri Srikandi

M. Fahmi Hary Nugroho, hakim yang memimpin persidangan, memberi kesempatan Zainal untuk menanggapi. Zainal mengatakan menerima. Untuk selanjutnya, persidangan dengan agenda putusan akan digelar Selasa (11/1).

Kasus Zainal bermula ketika ia bertemu Indri Purniawan pada 17 Agustus 2021. Indri ingin membeli pil dobel L. Zainal menjual empat pil seharga Rp 10 ribu. Kemudian, 29 Agustus Zainal bertemu Cuek di tepi Jalan Wonokasihan, Desa Gayam. Waktu itu Zainal ditawari 176 pil dobel L harga Rp 300 ribu. Setelah sepakat membeli, Zainal ditangkap polisi. (ara/ndr)

 

 

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/