24.4 C
Kediri
Tuesday, June 28, 2022

Miris! Warga Tarokan Lima Kali Setubuhi Siswa SD

KOTA, JP Radar Kediri-Benak TS, 34, dipenuhi tanya. Dia kebingungan melihat KS, 12, anaknya yang mendadak menolak diajak berkunjung ke rumah neneknya di Tarokan, pada Selasa (31/8) lalu. Bocah yang  biasanya antusias itu langsung ketakutan setiap disinggung rencana kunjungan usai jadi korban persetubuhan pada awal Maret lalu. 

“Kecurigaan ibu muncul setelah korban selalu histeris saat diajak ke rumah neneknya,” ujar Kasatreskrim Polres Kediri Kota AKP Girinda Wardana melalui Kasubbag Humas polres Kediri Kota Iptu Henri Mudi Yuwono. 

Menyadari ada sesuatu yang tidak beres pada anaknya, TS berusaha melakukan pendekatan. Setelah beberapa kali berbincang dengan putrinya, akhirnya KS menceritakan perbuatan KM, 58, yang membuatnya trauma.

Kepada sang ibu dia mengaku telah disetubuhi oleh tetangga neneknya itu. Tidak hanya sekali, pelaku melancarkan aksi bejatnya sebanyak lima kali. “Awalnya korban memang sering berkunjung ke rumah neneknya di salah satu desa di Kecamatan Tarokan,” lanjut Henri. 

Rupanya, KM yang sering melihat gadis kecil itu mulai tertarik. Dia pun nekat menyetubuhi KS saat neneknya tidak ada di rumah. Karena ketakutan, KS sempat memendam peristiwa yang membuatnya ketakutan itu. 

Baca Juga :  Catatan Ekspedisi Wilis I, Sosial dan Ekonomi Wilayah Barat Sungai (1)

Dia baru bercerita setelah dicecar oleh sang ibu. Tak terima dengan aksi yang dilakukan KM, TS langsung melaporkan peristiwa persetubuhan itu pada Rabu (1/9) lalu. Keluarga KS membawa sejumlah barang bukti berupa baju yang dipakai putrinya saat disetubuhi. Mulai satu kaus lengan panjang, satu tank top, satu celana dalam, dan celana panjang warna biru.

Polisi yang mendapat laporan langsung merespons kasus persetubuhan anak di bawah umur tersebut. Tim dari satreskrim mendatangi rumah pelaku pada Kamis (2/9) lalu. “Tersangka diamankan di rumahnya dan kami bawa ke Polres Kediri Kota untuk penyidikan lebih lanjut,” tuturnya.

Akibat perbuatannya, KM dijerat pasal 81 UU No. 17/2016 tentang Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 01/2016 tentang perubahan kedua atas UU No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya paling sedikit lima tahun penjara, dan paling lama 15  tahun. “Denda paling banyak lima miliar rupiah,” tegas Henri.

Baca Juga :  Hari Pertama Beroperasi, 59 Kendaraan Melanggar

Hingga kemarin penyidik masih melakukan pengembangan kasus tersebut. Rencananya, penyidik akan memeriksa sejumlah saksi. Selain korban dan TS, sang ibu, penyidik juga akan meminta keterangan beberapa pihak yang mengetahui peristiwa tersebut. 

Adapun KM yang langsung ditetapkan sebagai tersangka masih mendekam di tahanan Polres Kediri Kota. Henri menegaskan penyidik memberi atensi khusus pada kasus perlindungan anak tersebut. Setelah pemberkasan selesai, akan dilimpahkan ke kejaksaan untuk proses penuntutan. (ica/ut)

Kronologi: 

-KS, 12, berkunjung ke rumah neneknya di salah satu desa di Kecamatan Tarokan pada Selasa (2/3)

-Di rumah sang nenek KS bertemu dengan KM, 58, yang merupakan tetangga neneknya

-Beberapa kali bertemu dengan KS, KM langsung tertarik dengan siswa kelas VI SD itu

-Saat KS sedang ditinggal neneknya ke luar rumah, KM nekat melakukan persetubuhan

-Korban yang ketakutan tak berani melawan hingga pelaku beraksi lima kali

- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri-Benak TS, 34, dipenuhi tanya. Dia kebingungan melihat KS, 12, anaknya yang mendadak menolak diajak berkunjung ke rumah neneknya di Tarokan, pada Selasa (31/8) lalu. Bocah yang  biasanya antusias itu langsung ketakutan setiap disinggung rencana kunjungan usai jadi korban persetubuhan pada awal Maret lalu. 

“Kecurigaan ibu muncul setelah korban selalu histeris saat diajak ke rumah neneknya,” ujar Kasatreskrim Polres Kediri Kota AKP Girinda Wardana melalui Kasubbag Humas polres Kediri Kota Iptu Henri Mudi Yuwono. 

Menyadari ada sesuatu yang tidak beres pada anaknya, TS berusaha melakukan pendekatan. Setelah beberapa kali berbincang dengan putrinya, akhirnya KS menceritakan perbuatan KM, 58, yang membuatnya trauma.

Kepada sang ibu dia mengaku telah disetubuhi oleh tetangga neneknya itu. Tidak hanya sekali, pelaku melancarkan aksi bejatnya sebanyak lima kali. “Awalnya korban memang sering berkunjung ke rumah neneknya di salah satu desa di Kecamatan Tarokan,” lanjut Henri. 

Rupanya, KM yang sering melihat gadis kecil itu mulai tertarik. Dia pun nekat menyetubuhi KS saat neneknya tidak ada di rumah. Karena ketakutan, KS sempat memendam peristiwa yang membuatnya ketakutan itu. 

Baca Juga :  Hari Pertama Beroperasi, 59 Kendaraan Melanggar

Dia baru bercerita setelah dicecar oleh sang ibu. Tak terima dengan aksi yang dilakukan KM, TS langsung melaporkan peristiwa persetubuhan itu pada Rabu (1/9) lalu. Keluarga KS membawa sejumlah barang bukti berupa baju yang dipakai putrinya saat disetubuhi. Mulai satu kaus lengan panjang, satu tank top, satu celana dalam, dan celana panjang warna biru.

Polisi yang mendapat laporan langsung merespons kasus persetubuhan anak di bawah umur tersebut. Tim dari satreskrim mendatangi rumah pelaku pada Kamis (2/9) lalu. “Tersangka diamankan di rumahnya dan kami bawa ke Polres Kediri Kota untuk penyidikan lebih lanjut,” tuturnya.

Akibat perbuatannya, KM dijerat pasal 81 UU No. 17/2016 tentang Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 01/2016 tentang perubahan kedua atas UU No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya paling sedikit lima tahun penjara, dan paling lama 15  tahun. “Denda paling banyak lima miliar rupiah,” tegas Henri.

Baca Juga :  Satreskrim Polres Nganjuk Tangkap Penimbun Solar di Rejoso

Hingga kemarin penyidik masih melakukan pengembangan kasus tersebut. Rencananya, penyidik akan memeriksa sejumlah saksi. Selain korban dan TS, sang ibu, penyidik juga akan meminta keterangan beberapa pihak yang mengetahui peristiwa tersebut. 

Adapun KM yang langsung ditetapkan sebagai tersangka masih mendekam di tahanan Polres Kediri Kota. Henri menegaskan penyidik memberi atensi khusus pada kasus perlindungan anak tersebut. Setelah pemberkasan selesai, akan dilimpahkan ke kejaksaan untuk proses penuntutan. (ica/ut)

Kronologi: 

-KS, 12, berkunjung ke rumah neneknya di salah satu desa di Kecamatan Tarokan pada Selasa (2/3)

-Di rumah sang nenek KS bertemu dengan KM, 58, yang merupakan tetangga neneknya

-Beberapa kali bertemu dengan KS, KM langsung tertarik dengan siswa kelas VI SD itu

-Saat KS sedang ditinggal neneknya ke luar rumah, KM nekat melakukan persetubuhan

-Korban yang ketakutan tak berani melawan hingga pelaku beraksi lima kali

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/