26 C
Kediri
Tuesday, August 9, 2022

Polisi Bekuk Pengedar Pil Dobel L di Kayenkidul

KAYENKIDUL, JP Radar Kediri– Lukman Hakim, 26, warga Desa Mukuh, Kecamatan Kayenkidul diamankan polisi. Dia diduga menjual pil dobel L tanpa izin pada pemuda lain di Kayenkidul.

Unitreskrim Polsek Pagu mengamankan Lukman di rumahnya kemarin pagi. Di sana ditemukan 256 butir pil dobel L dalam plastik. “Selain pil, petugas juga mengamankan satu HP dan uang Rp 200 ribu yang diduga dari transaksi pil,” ujar Kapolsek Pagu AKP Agus Sudarjanto.

Penangkapan terjadi sekitar pukul 06.00. Sebelumnya dari informasi masyarakat, petugas mengamankan A, penyalahguna pil koplo. Dalam pengembangan penyelidikan, A mengaku membeli obat keras berbahaya (okerbaya) itu dari Lukman. Transaksi dengan cara ranjau atau di rumah Lukman. Petugas pun menyisir di sekitar Desa Mukuh.

Baca Juga :  Ambil ‘Ranjau’ Sabu Depan Rumah, Warga Purwoasri Tertangkap

“Lalu mendapatkan informasi bahwa tersangka LH (Lukman Hakim) ada di rumah,” ungkap perwira polisi berpangkat tiga balok di pundaknya itu.

Lukman awalnya mengelak. Namun dari keterangan saksi yang diamankan sebelumnya dan dari proses penggeledahan, akhirnya ia mengaku. Pil dalam plastik kresek itu ditemukan di lemari kamar. Ia beberapa kali menjual ke beberapa orang. Hal tersebut kini masih dikembangkan Unitreskrim Polsek Pagu.

Sementara, Lukman masih ditahan di ruang tahanan Mapolsek Pagu. Ia dikenakan pasal 197 UU Nomor 36/2009 tentang Kesehatan. Lukman terancam pidana penjara maksimal hingga 10 tahun dan denda Rp 1 miliar.






Reporter: Iqbal Syahroni
- Advertisement -

KAYENKIDUL, JP Radar Kediri– Lukman Hakim, 26, warga Desa Mukuh, Kecamatan Kayenkidul diamankan polisi. Dia diduga menjual pil dobel L tanpa izin pada pemuda lain di Kayenkidul.

Unitreskrim Polsek Pagu mengamankan Lukman di rumahnya kemarin pagi. Di sana ditemukan 256 butir pil dobel L dalam plastik. “Selain pil, petugas juga mengamankan satu HP dan uang Rp 200 ribu yang diduga dari transaksi pil,” ujar Kapolsek Pagu AKP Agus Sudarjanto.

Penangkapan terjadi sekitar pukul 06.00. Sebelumnya dari informasi masyarakat, petugas mengamankan A, penyalahguna pil koplo. Dalam pengembangan penyelidikan, A mengaku membeli obat keras berbahaya (okerbaya) itu dari Lukman. Transaksi dengan cara ranjau atau di rumah Lukman. Petugas pun menyisir di sekitar Desa Mukuh.

Baca Juga :  Rombongan Bhayangkari Kecelakaan di Tol, Satu Meninggal

“Lalu mendapatkan informasi bahwa tersangka LH (Lukman Hakim) ada di rumah,” ungkap perwira polisi berpangkat tiga balok di pundaknya itu.

Lukman awalnya mengelak. Namun dari keterangan saksi yang diamankan sebelumnya dan dari proses penggeledahan, akhirnya ia mengaku. Pil dalam plastik kresek itu ditemukan di lemari kamar. Ia beberapa kali menjual ke beberapa orang. Hal tersebut kini masih dikembangkan Unitreskrim Polsek Pagu.

Sementara, Lukman masih ditahan di ruang tahanan Mapolsek Pagu. Ia dikenakan pasal 197 UU Nomor 36/2009 tentang Kesehatan. Lukman terancam pidana penjara maksimal hingga 10 tahun dan denda Rp 1 miliar.






Reporter: Iqbal Syahroni

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/