27.2 C
Kediri
Monday, July 4, 2022

Hujan Angin, Puluhan Kendaraan di Kota Kediri Tertimpa Pohon

KOTA, JP Radar Kediri-Hujan deras disertai angin kencang kemarin sore membuat Kota Kediri dikepung bencana. Pohon tumbang dan banjir menimpa 11 kelurahan. Sedikitnya ada 24 kendaraan dan tiga bangunan yang mengalami rusak ringan dan berat.

          Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri Indun Munawaroh membenarkan tentang adanya belasan kelurahan yang terdampak bencana angin kencang kemarin sore. “Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dari kejadian ini,” katanya berusaha mengambil sisi positif dari bencana yang terjadi sekitar pukul 15.30 kemarin.

          Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, bencana pohon tumbang didapati di sejumlah ruas jalan protokol. Di antaranya di depan kantor Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jl PK Bangsa. Akibat tumbangnya pohon beringin di sana, lalu lintas di jalan utama itu sempat macet.

          Tak hanya batang pohon yang mengenai jalan, batang pohon juga menimpa dua unit mobil yang diparkir di halaman kantor BPOM. Yovi Nanda Putra, 28, pemilik mobil Honda Brio yang tertimpa pohon mengaku hanya bisa pasrah. Pria asal Kelurahan/Kecamatan Mojoroto itu mengaku biasa memrakir mobil di depan mess Persik.

          “Sebenarnya tadi (kemarin, Red) mau pulang. Tiba-tiba hujan, saya parkir mobil di halaman BPOM. Memang sedang apes,” katanya pasrah dengan musibah yang menimpanya meski mengalami kerugian sekitar Rp 20 juta.

          Akibat tumbangnya pohon raksasa itu, tidak sedikit kendaraan yang harus putar balik. Termasuk tim BPBD yang melakukan pemantauan dampak bencana. “Kami berkeliling mengecek kerusakan. Hingga malam ini (tadi malam, masih terus proses pembersihan,” tegas Indun belum bisa mengalkulasi total kerugian akibat bencana tersebut.

Baca Juga :  Tewas Tertabrak Mobil saat Menyeberang Jalan

Untuk diketahui, banyaknya pohon yang ambruk juga membuat listrik padam. Termasuk traffic light di perempatan Jl Dhoho yang padam setelah kabelnya tertimpa pohon.

          Kemacetan serupa juga terjadi di Jl Merbabu, Kelurahan Mrican. Akses lalu lintas di sana juga terganggu setelah pohon johar setinggi 12 meter tumbang. Evakuasi membutuhkan waktu lama karena batang pohon mengenai kabel listrik. Sehingga, membutuhkan kehati-hatian dalam pemotongan dahan dan batangnya. “Pohon ambruk saat hujan es disertai angin,” tutur Mahesa, 23, relawan Tagana Kota Kediri tentang bencana sekitar pukul 15.30 kemarin.

          Kondisi serupa juga terlihat di halaman parkid Kediri Town Square (Ketos). Pengunjung di sana panik saat baliho berkerangka besi sepanjang 10 meter dengan lebar dua meter ambruk. Konstruksi besi itu menimpa dua mobil yang sedang diparkir di sana.

          Supervisor Operasional Ketos Ardi Nugroho mengatakan, selain dua mobil yang terdampak, satu mobil yang diparkir di bagian belakang juga tertimpa atap. Akibatnya, bodi mobil bagian atas penyok.

          Terkait kerusakan sejumlah kendaraan di sana, Ardi menyebut pihaknya sudah berkoordinasi dengan Matahari sebagai pemilik baliho untuk penyelesaiannya. “Proses negoisasi dengan korban juga sudah dilakukan,” bebernya.

Baca Juga :  Polisi Bubarkan Balap Liar di Ngepeh

          Sementara itu, selain bencana di Kota Kediri kemarin sore, Kamis (31/3) malam lalu hujan deras disertai angin kencang juga melanda Dusun Nglerep, Desa Juwet, Kunjang. Kuda-kuda bagian belakang rumah Siti Fatokah, 57, yang tengah dibongkar itu ambruk mengenai dapur yang jadi tempat tinggal darurat keluarga tersebut.

          Akibat kejadian tersebut, empat orang yang tengah ada di ruangan itu tertimpa reruntuhan. Selain Siti, ada pula Aida Ulfa, 22, anaknya, yang tengah bersama Sahiya Ulaia Ibiah, 1,5 tahun, dan Muhammad Uais, 5, dua cucunya. “Saya dan Sahiya dibawa ke rumah sakit karena kaki saya sempat kebas, tidak terasa,” kata Aida ditemui di rumahnya kemarin.

          Dia lantas menceritakan bencana yang menimpa sekitar pukul 19.30 itu. Dia tak bisa menyembunyikan kesedihannya melihat Sahiya yang belum berusia dua tahun itu tertimpa esbes.

          Dalam kondisi banyaknya reruntuhan, Aida dan Siti berusaha untuk mengurai reruntuhan. Aida yang mengalami luka lebam di kepala belakang, nyeri punggung, dan luka lecet lantas dibawa ke RS Surya Husada. Keduanya lantas dirujuk ke IHC RS Toeloengredjo Pare.

          Di sana, Sahiya menjalani rontgen dan mendapat terapi obat. Sekitar pukul 22.00, keduanya diperbolehkan pulang. “Untuk sementara menumpang di rumah tetangga,” tegas Aida yang tinggal di rumah Sriyani, tetangganya itu. (rq/ica/ara/ut)

 

 

 

 

- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri-Hujan deras disertai angin kencang kemarin sore membuat Kota Kediri dikepung bencana. Pohon tumbang dan banjir menimpa 11 kelurahan. Sedikitnya ada 24 kendaraan dan tiga bangunan yang mengalami rusak ringan dan berat.

          Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri Indun Munawaroh membenarkan tentang adanya belasan kelurahan yang terdampak bencana angin kencang kemarin sore. “Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dari kejadian ini,” katanya berusaha mengambil sisi positif dari bencana yang terjadi sekitar pukul 15.30 kemarin.

          Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, bencana pohon tumbang didapati di sejumlah ruas jalan protokol. Di antaranya di depan kantor Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jl PK Bangsa. Akibat tumbangnya pohon beringin di sana, lalu lintas di jalan utama itu sempat macet.

          Tak hanya batang pohon yang mengenai jalan, batang pohon juga menimpa dua unit mobil yang diparkir di halaman kantor BPOM. Yovi Nanda Putra, 28, pemilik mobil Honda Brio yang tertimpa pohon mengaku hanya bisa pasrah. Pria asal Kelurahan/Kecamatan Mojoroto itu mengaku biasa memrakir mobil di depan mess Persik.

          “Sebenarnya tadi (kemarin, Red) mau pulang. Tiba-tiba hujan, saya parkir mobil di halaman BPOM. Memang sedang apes,” katanya pasrah dengan musibah yang menimpanya meski mengalami kerugian sekitar Rp 20 juta.

          Akibat tumbangnya pohon raksasa itu, tidak sedikit kendaraan yang harus putar balik. Termasuk tim BPBD yang melakukan pemantauan dampak bencana. “Kami berkeliling mengecek kerusakan. Hingga malam ini (tadi malam, masih terus proses pembersihan,” tegas Indun belum bisa mengalkulasi total kerugian akibat bencana tersebut.

Baca Juga :  Tersangka Kakap? Benar Adakah?

Untuk diketahui, banyaknya pohon yang ambruk juga membuat listrik padam. Termasuk traffic light di perempatan Jl Dhoho yang padam setelah kabelnya tertimpa pohon.

          Kemacetan serupa juga terjadi di Jl Merbabu, Kelurahan Mrican. Akses lalu lintas di sana juga terganggu setelah pohon johar setinggi 12 meter tumbang. Evakuasi membutuhkan waktu lama karena batang pohon mengenai kabel listrik. Sehingga, membutuhkan kehati-hatian dalam pemotongan dahan dan batangnya. “Pohon ambruk saat hujan es disertai angin,” tutur Mahesa, 23, relawan Tagana Kota Kediri tentang bencana sekitar pukul 15.30 kemarin.

          Kondisi serupa juga terlihat di halaman parkid Kediri Town Square (Ketos). Pengunjung di sana panik saat baliho berkerangka besi sepanjang 10 meter dengan lebar dua meter ambruk. Konstruksi besi itu menimpa dua mobil yang sedang diparkir di sana.

          Supervisor Operasional Ketos Ardi Nugroho mengatakan, selain dua mobil yang terdampak, satu mobil yang diparkir di bagian belakang juga tertimpa atap. Akibatnya, bodi mobil bagian atas penyok.

          Terkait kerusakan sejumlah kendaraan di sana, Ardi menyebut pihaknya sudah berkoordinasi dengan Matahari sebagai pemilik baliho untuk penyelesaiannya. “Proses negoisasi dengan korban juga sudah dilakukan,” bebernya.

Baca Juga :  Ngaku Dicabuli, Bocah 12 Tahun asal Puncu Trauma

          Sementara itu, selain bencana di Kota Kediri kemarin sore, Kamis (31/3) malam lalu hujan deras disertai angin kencang juga melanda Dusun Nglerep, Desa Juwet, Kunjang. Kuda-kuda bagian belakang rumah Siti Fatokah, 57, yang tengah dibongkar itu ambruk mengenai dapur yang jadi tempat tinggal darurat keluarga tersebut.

          Akibat kejadian tersebut, empat orang yang tengah ada di ruangan itu tertimpa reruntuhan. Selain Siti, ada pula Aida Ulfa, 22, anaknya, yang tengah bersama Sahiya Ulaia Ibiah, 1,5 tahun, dan Muhammad Uais, 5, dua cucunya. “Saya dan Sahiya dibawa ke rumah sakit karena kaki saya sempat kebas, tidak terasa,” kata Aida ditemui di rumahnya kemarin.

          Dia lantas menceritakan bencana yang menimpa sekitar pukul 19.30 itu. Dia tak bisa menyembunyikan kesedihannya melihat Sahiya yang belum berusia dua tahun itu tertimpa esbes.

          Dalam kondisi banyaknya reruntuhan, Aida dan Siti berusaha untuk mengurai reruntuhan. Aida yang mengalami luka lebam di kepala belakang, nyeri punggung, dan luka lecet lantas dibawa ke RS Surya Husada. Keduanya lantas dirujuk ke IHC RS Toeloengredjo Pare.

          Di sana, Sahiya menjalani rontgen dan mendapat terapi obat. Sekitar pukul 22.00, keduanya diperbolehkan pulang. “Untuk sementara menumpang di rumah tetangga,” tegas Aida yang tinggal di rumah Sriyani, tetangganya itu. (rq/ica/ara/ut)

 

 

 

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/