22.6 C
Kediri
Tuesday, June 28, 2022

Meninggal karena Sakit, bukan Kesetrum Ponsel

KEDIRI KABUPATEN – Dalam beberapa hari terakhir, warga Kediri dihebohkan oleh berita kematian siswi SMPN Semen yang juga warga Desa Kedak, Kecamatan Semen. Gadis tersebut dikabarkan meninggal tiba-tiba pada Minggu (29/7).

Berita ini bermasalah bukan karena soal meninggal secara mendadaknya. Tapi, penyebab kematiannya yang justru menjadi berita bohong. Kabar yang tersebar melalui grup-grup whatsapp menyebutkan gadis tersebut meninggal karena tersengat aliran listrik. Melalui earphone HP yang masih menempel di telinganya. Berita semakin didramatisasi dengan bumbu telinga korban mengeluarkan darah. Padahal, fakta sebenarnya gadis tersebut meninggal karena sakit. Kemungkinan besar akibat sakit jantung.

Informasi dari Polsek Semen, kejadian bermula saat SA,15, meminta Suwarni, 65, neneknya, membuatkan makan siang. Setelah makan, SA kembali ke kamar sembari bermain telepon genggam. “Betul, saat itu (korban) sedang bermain handphone,” ujar Kasi Humas Polsek Semen Aiptu Dedi Setiawan

Baca Juga :  Curi Aki untuk Beli Susu Anak

Sekitar pukul 14.00, Suwarni yang kembali dari balai desa melihat cucunya terjatuh dari kasurnya. Dalam keadaan telinga masih terpasang earphone. Ketika dibangunkan oleh Suwarni, SA tidak merespon. Sontak Suwarni langsung keluar rumah. Meminta pertolongan kepada warga sekitar.

Setelah dipastikan meninggal dunia, pada hari itu juga korban dimandikan tanpa dibawa ke rumah sakit. Kemudian dikebumikan di pemakaman umum Desa Kedak.

Entah siapa yang memulai, akhirnya beredar informasi bahwa SA meninggal karena tersengat aliran listrik. Setrum itu berasal dari telepon genggamnya yang sedang dalam keadaan di-charge . Arus listrik mengalir ke earphone yang sedang dipakainya. “Ada juga yang bilang sampai telinga mengeluarkan darah,” ujar Dedi.

Baca Juga :  Kasus Miras: Tunggu Pemeriksaan Manajer Inul Vizta

Untuk mengonfirmasi kejadian ini, pihak Polsek Semen mendatangi rumah Suwarni untuk meminta keterangan. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa telepon genggam milik SA.

Bedasarkan keterangan Suwarni, tidak ditemukan darah dari telinga SA. Suwarni juga menjelaskan kepada Polsek Semen bahwa kematian SA, kemungkinan karena sakit jantung.

Polisi sangat menyayangkan berita yang telanjur tersebar luas yang menyebutkan korban meninggal karena tersetrum telepon genggamnya. Sebab, informasi ini bisa jadi akan merugikan pihak lain. Karena ketika fakta yang sudah dikumpulkan di lapangan berbeda dengan informasi awal, maka akan menjadikan berita tidak valid, atau hoax.

- Advertisement -

KEDIRI KABUPATEN – Dalam beberapa hari terakhir, warga Kediri dihebohkan oleh berita kematian siswi SMPN Semen yang juga warga Desa Kedak, Kecamatan Semen. Gadis tersebut dikabarkan meninggal tiba-tiba pada Minggu (29/7).

Berita ini bermasalah bukan karena soal meninggal secara mendadaknya. Tapi, penyebab kematiannya yang justru menjadi berita bohong. Kabar yang tersebar melalui grup-grup whatsapp menyebutkan gadis tersebut meninggal karena tersengat aliran listrik. Melalui earphone HP yang masih menempel di telinganya. Berita semakin didramatisasi dengan bumbu telinga korban mengeluarkan darah. Padahal, fakta sebenarnya gadis tersebut meninggal karena sakit. Kemungkinan besar akibat sakit jantung.

Informasi dari Polsek Semen, kejadian bermula saat SA,15, meminta Suwarni, 65, neneknya, membuatkan makan siang. Setelah makan, SA kembali ke kamar sembari bermain telepon genggam. “Betul, saat itu (korban) sedang bermain handphone,” ujar Kasi Humas Polsek Semen Aiptu Dedi Setiawan

Baca Juga :  Menularkan Kebaikan untuk Diri Sendiri dan Jutaan yang Lain

Sekitar pukul 14.00, Suwarni yang kembali dari balai desa melihat cucunya terjatuh dari kasurnya. Dalam keadaan telinga masih terpasang earphone. Ketika dibangunkan oleh Suwarni, SA tidak merespon. Sontak Suwarni langsung keluar rumah. Meminta pertolongan kepada warga sekitar.

Setelah dipastikan meninggal dunia, pada hari itu juga korban dimandikan tanpa dibawa ke rumah sakit. Kemudian dikebumikan di pemakaman umum Desa Kedak.

Entah siapa yang memulai, akhirnya beredar informasi bahwa SA meninggal karena tersengat aliran listrik. Setrum itu berasal dari telepon genggamnya yang sedang dalam keadaan di-charge . Arus listrik mengalir ke earphone yang sedang dipakainya. “Ada juga yang bilang sampai telinga mengeluarkan darah,” ujar Dedi.

Baca Juga :  Sindikat LL Kediri Dipasok dari Pelabuhan Surabaya

Untuk mengonfirmasi kejadian ini, pihak Polsek Semen mendatangi rumah Suwarni untuk meminta keterangan. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa telepon genggam milik SA.

Bedasarkan keterangan Suwarni, tidak ditemukan darah dari telinga SA. Suwarni juga menjelaskan kepada Polsek Semen bahwa kematian SA, kemungkinan karena sakit jantung.

Polisi sangat menyayangkan berita yang telanjur tersebar luas yang menyebutkan korban meninggal karena tersetrum telepon genggamnya. Sebab, informasi ini bisa jadi akan merugikan pihak lain. Karena ketika fakta yang sudah dikumpulkan di lapangan berbeda dengan informasi awal, maka akan menjadikan berita tidak valid, atau hoax.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/