24.2 C
Kediri
Saturday, July 2, 2022

Terbukti Aniaya Tetangga, Ketua RW di Kawedusan Divonis 10 Bulan

NGASEM, JP Radar Kediri– Mulyani, 40, terdakwa aniaya terhadap Harianto, tetangganya, divonis 10 bulan penjara. Laki-laki asal Dusun Sadon, Desa Kawedusan, Plosoklaten ini terbukti memukul tiga kali di dahi dan pelipis.

“Perbuatan terdakwa terbukti secara sah melakukan pidana penganiayaan,” ujar Bob Rosman, hakim ketua yang memimpin persidangan telekonferensi, di Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Kediri kemarin.

Putusan hakim sama dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dedi Suputra Wijaya. Mulyani terbukti melanggar pasal pasal 351 ayat 1 KUHP.

Dalam sidang di ruang Cakra itu, Bob membacakan pertimbangan putusan hakim. Hal yang memberatkan, perbuatan Mulyani telah membuat Hariyanto luka di kepala. Sedangkan yang meringankan, ketua RW ini mengakui perbuatannya dan berjanji tidak mengulangi. “Terdakwa masih memiliki tanggungan keluarga,” imbuhnya.

Baca Juga :  Mahar Berkesan di Galeri Mahar Collection

Seperti diketahui, kasus terjadi 28 April lalu. Waktu itu, Mulyani memanggil Hariyanto di warung dekat rumahnya. Dia minta tetangganya menemuinya usai Magrib. Setelah mempersilakan duduk di sofa ruang tamu, Mulyani bertanya, “Mau bengi ngomong opo (tadi malam bicara apa)?”.

Namun belum sempat Hariyanto menjawab, Mulyani terburu memukul dahi dan pelipisnya. Santi Suryani dan Riza Ririanti, keluarga Mulyani, datang melerai. Tidak terima, Hariyanto lapor polisi.

Setelah membacakan putusan, Bob memberi kesempatan Mulyani menanggapi. Dia menyatakan menerima vonis itu. Begitu pula dengan JPU. Sidang sore itu pun ditutup. (ara/ndr) 

 

 

- Advertisement -

NGASEM, JP Radar Kediri– Mulyani, 40, terdakwa aniaya terhadap Harianto, tetangganya, divonis 10 bulan penjara. Laki-laki asal Dusun Sadon, Desa Kawedusan, Plosoklaten ini terbukti memukul tiga kali di dahi dan pelipis.

“Perbuatan terdakwa terbukti secara sah melakukan pidana penganiayaan,” ujar Bob Rosman, hakim ketua yang memimpin persidangan telekonferensi, di Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Kediri kemarin.

Putusan hakim sama dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dedi Suputra Wijaya. Mulyani terbukti melanggar pasal pasal 351 ayat 1 KUHP.

Dalam sidang di ruang Cakra itu, Bob membacakan pertimbangan putusan hakim. Hal yang memberatkan, perbuatan Mulyani telah membuat Hariyanto luka di kepala. Sedangkan yang meringankan, ketua RW ini mengakui perbuatannya dan berjanji tidak mengulangi. “Terdakwa masih memiliki tanggungan keluarga,” imbuhnya.

Baca Juga :  Paman Bejat Terancam 9 Tahun Penjara

Seperti diketahui, kasus terjadi 28 April lalu. Waktu itu, Mulyani memanggil Hariyanto di warung dekat rumahnya. Dia minta tetangganya menemuinya usai Magrib. Setelah mempersilakan duduk di sofa ruang tamu, Mulyani bertanya, “Mau bengi ngomong opo (tadi malam bicara apa)?”.

Namun belum sempat Hariyanto menjawab, Mulyani terburu memukul dahi dan pelipisnya. Santi Suryani dan Riza Ririanti, keluarga Mulyani, datang melerai. Tidak terima, Hariyanto lapor polisi.

Setelah membacakan putusan, Bob memberi kesempatan Mulyani menanggapi. Dia menyatakan menerima vonis itu. Begitu pula dengan JPU. Sidang sore itu pun ditutup. (ara/ndr) 

 

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/