29.1 C
Kediri
Wednesday, July 6, 2022

Kena Razia, Dalihnya Cari Rezeki

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Problem pedagang kaki lima (PKL) di area Simpang Lima Gumul (SLG) masih sulit diurai tuntas. Masih banyak yang nekat berjualan di sepanjang jalur cepat. Padahal, pemkab sudah menyediakan lokasi khusus bagi para PKL tersebut untuk berdagang.

Satpol PP pun tak bosan-bosan melakukan razia. Namun, kebanyakan tetap membandel. Bahkan, ketika diperingatkan banyak dari mereka yang berdalih tengah mengais rezeki.

“Ya seperti ini tadi, ada yang berkelit kalau sedang mencari rezeki. Ya kami tahu, tapi itu juga (razia, Red) untuk kebaikan bersama,” kata Andika Wijatmaka, ketua regu satpol PP yang melakukan razia kemarin.

Perkataan Andika itu setelah ada seorang pedagang bernama Suwarno yang ngeyel ketika diperingatkan. Pedagang es yang kemarin tepergok tengah meladeni pembeli di area larangan berjualan itu berdalih sedang mencari rezeki ketika diperingatkan. Lelaki ini juga tak segera pindah tempat jualan saat didatangi anggota satpol PP. Suwarno memilih menyelesaikan melayani beberapa pembeli.

Baca Juga :  Kami Tilang, Ya...

Razia yang digelar satpol PP tersebut menyasar pedagang yang nekat berjualan di tepi jalan utama. Yaitu di percabangan menuju Surabaya melalui Pagu dan yang menuju Pare. Menurut Andika razia itu rutin mereka lakukan setiap hari.

“Karena di sekitar sini itu lalu lintas cepat, jadi harus steril dari para pedagang yang berhenti,” jelasnya.

Ia menyebutkan di ruas jalan yang sering dilalui oleh pengendara selalu dipadati oleh para PKL. Terutama jalur menuju ke arah Pamenang. Beberapa PKL berhenti di pinggir jalan  menjajakan dagangnnya. Mereka berjualan secara bergantian.

“Sebenarnya kami sudah menyediakan tempat di sekitar (kantor) Dinas Perhubungan Kabupaten Kediri. seluruh pedagang berjualan di sana. Tapi juga masih banyak pedagang bandel yang tetap berjualan. Meskipun setiap hari sudah dilakukan peringatan kepada mereka, baik siang maupun sore hari,” keluhnya.

Baca Juga :  Polisi Rilis Kasus Narkoba, ‘Kurir’ Perempuan Jera

Dalam melakukan imbauan, anggota satpol PP berkeliling ke para PKL. Mereka mengingatkan pedagang agar tidak berjualan di tempat itu. Meminta pedagang menaati peraturan yang telah ditetapkan. Demi kebaikan para pengguna jalan lainnya.

Selain itu, anggota satpol PP juga mengimbau para pengunjung SLG agar tetap mematuhi protokol kesehatan. Terutama pengunjung yang ketahuan tidak mengenakan masker. Imbauan tersebut diberikan baik orang dewasa ataupun anak-anak.

Petugas juga mengimbau para pengunjung yang sengaja berhenti di tengah jalan untuk mendapatkan spot foto SLG. Mereka dengan sengaja memberhentikan kendaraan baik roda 2 maupun roda 4 di tengah jalan. Ketika dihampiri oleh petugas Satpol PP mereka langsung pergi dan meninggalkan tempat.

“Berfoto boleh-boleh saja, tapi jangan sampai bergerombol di tengah. Nanti bisa menghambat pengguna jalan lainnya,” tegas Andika. (luk/fud)

- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Problem pedagang kaki lima (PKL) di area Simpang Lima Gumul (SLG) masih sulit diurai tuntas. Masih banyak yang nekat berjualan di sepanjang jalur cepat. Padahal, pemkab sudah menyediakan lokasi khusus bagi para PKL tersebut untuk berdagang.

Satpol PP pun tak bosan-bosan melakukan razia. Namun, kebanyakan tetap membandel. Bahkan, ketika diperingatkan banyak dari mereka yang berdalih tengah mengais rezeki.

“Ya seperti ini tadi, ada yang berkelit kalau sedang mencari rezeki. Ya kami tahu, tapi itu juga (razia, Red) untuk kebaikan bersama,” kata Andika Wijatmaka, ketua regu satpol PP yang melakukan razia kemarin.

Perkataan Andika itu setelah ada seorang pedagang bernama Suwarno yang ngeyel ketika diperingatkan. Pedagang es yang kemarin tepergok tengah meladeni pembeli di area larangan berjualan itu berdalih sedang mencari rezeki ketika diperingatkan. Lelaki ini juga tak segera pindah tempat jualan saat didatangi anggota satpol PP. Suwarno memilih menyelesaikan melayani beberapa pembeli.

Baca Juga :  Kualitas BPNT Tidak Layak

Razia yang digelar satpol PP tersebut menyasar pedagang yang nekat berjualan di tepi jalan utama. Yaitu di percabangan menuju Surabaya melalui Pagu dan yang menuju Pare. Menurut Andika razia itu rutin mereka lakukan setiap hari.

“Karena di sekitar sini itu lalu lintas cepat, jadi harus steril dari para pedagang yang berhenti,” jelasnya.

Ia menyebutkan di ruas jalan yang sering dilalui oleh pengendara selalu dipadati oleh para PKL. Terutama jalur menuju ke arah Pamenang. Beberapa PKL berhenti di pinggir jalan  menjajakan dagangnnya. Mereka berjualan secara bergantian.

“Sebenarnya kami sudah menyediakan tempat di sekitar (kantor) Dinas Perhubungan Kabupaten Kediri. seluruh pedagang berjualan di sana. Tapi juga masih banyak pedagang bandel yang tetap berjualan. Meskipun setiap hari sudah dilakukan peringatan kepada mereka, baik siang maupun sore hari,” keluhnya.

Baca Juga :  Tak Boleh Selewengkan DD

Dalam melakukan imbauan, anggota satpol PP berkeliling ke para PKL. Mereka mengingatkan pedagang agar tidak berjualan di tempat itu. Meminta pedagang menaati peraturan yang telah ditetapkan. Demi kebaikan para pengguna jalan lainnya.

Selain itu, anggota satpol PP juga mengimbau para pengunjung SLG agar tetap mematuhi protokol kesehatan. Terutama pengunjung yang ketahuan tidak mengenakan masker. Imbauan tersebut diberikan baik orang dewasa ataupun anak-anak.

Petugas juga mengimbau para pengunjung yang sengaja berhenti di tengah jalan untuk mendapatkan spot foto SLG. Mereka dengan sengaja memberhentikan kendaraan baik roda 2 maupun roda 4 di tengah jalan. Ketika dihampiri oleh petugas Satpol PP mereka langsung pergi dan meninggalkan tempat.

“Berfoto boleh-boleh saja, tapi jangan sampai bergerombol di tengah. Nanti bisa menghambat pengguna jalan lainnya,” tegas Andika. (luk/fud)

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/