24.2 C
Kediri
Friday, July 1, 2022

Empat Pasangan Mesum Terjaring

KEDIRI KOTA – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) getol menggelar razia. Rabu malam (31/10) mereka menyasar hotel, rumah karaoke, dan tempat kos. Hasilnya, ada empat pasangan mesum yang terjaring.

Operasi gabungan bersama dengan Polsek Kota Kediri itu mulai sekitar pukul 22.00. “Operasi rutinan ini untuk menjaga keamanan dan ketertiban umum,” ujar Kabid Trantibum   Nur Khamid.

Sasaran pertama mereka Hotel Kahuripan di Jalan Sisingamangaraja. Di hotel yang ada di Kelurahan Kemasan ini petugas mengecek soal perizinan dan kelengkapan administrasi. Kemudian petugas menyisir adanya pasangan bukan suami istri yang menginap. Hasilnya, dua pasangan tertangkap basah di dua kamar berbeda. “Kedua pasangan tidak bisa menunjukkan bukti bahwa keduanya adalah suami istri,” terang Nur Khamid.

Baca Juga :  Fakris Muslim, Atlet sekaligus Kreator Frame Motor Motocross

Setelah itu tim gabungan berpindah ke Hotel Pondok Indah di Jalan Raden Patah. Dari hotel di Kelurahan Kemasan itu petugas tak menemukan pelanggaran. Baik soal izin maupun keberadaan pasangan mesum. Demikian pula saat di rumah karaoke Flamboyan.

Petugas kembali menemukan pasangan bukan suami istri di beberapa rumah kos di Kelurahan Kaliombo. Dua pasangan terazia dari dua rumah kos berbeda. Semuanya masih berstatus mahasiswa.

Sementara itu, Satpol PP Kabupaten Kediri kembali merazia pelajar yang bolos sekolah, kemarin (1/11). Kali ini, warung kopi di Desa Sukorejo, Ngasem yang disasar petugas. Di sana, petugas menemukan 11 pelajar yang membolos.

Sebelas pelajar yang terjaring dalam giat cendekia tersebut merupakan siswa SMP dan SMA. “Ada delapan pelajar yang masih SMP,” ujar Kasi Opsdal Satpol PP Kabupaten Kediri Toni Subiyanto.

Baca Juga :  Dua Pemuda asal Grogol Diamankan saat Tunggu Pemesan Sabu

“Mereka sedang asyik nongkrong waktu kami ke sana,” jelas Toni.

Saat diinterogasi, pelajar tersebut berdalih dengan berbagai macam alasan. Ada yang mengaku pulang pagi. Ada pula yang mengaku sedang tidak ada jam pelajaran. Semua pelajar itu diangkut petugas ke kantor Satpol PP Kabupaten Kediri. Untuk memberikan efek jera, mereka diberi sanksi untuk baris-berbaris, upacara, menghafalkan Pancasila, dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

 

- Advertisement -

KEDIRI KOTA – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) getol menggelar razia. Rabu malam (31/10) mereka menyasar hotel, rumah karaoke, dan tempat kos. Hasilnya, ada empat pasangan mesum yang terjaring.

Operasi gabungan bersama dengan Polsek Kota Kediri itu mulai sekitar pukul 22.00. “Operasi rutinan ini untuk menjaga keamanan dan ketertiban umum,” ujar Kabid Trantibum   Nur Khamid.

Sasaran pertama mereka Hotel Kahuripan di Jalan Sisingamangaraja. Di hotel yang ada di Kelurahan Kemasan ini petugas mengecek soal perizinan dan kelengkapan administrasi. Kemudian petugas menyisir adanya pasangan bukan suami istri yang menginap. Hasilnya, dua pasangan tertangkap basah di dua kamar berbeda. “Kedua pasangan tidak bisa menunjukkan bukti bahwa keduanya adalah suami istri,” terang Nur Khamid.

Baca Juga :  Amankan Mesin Dingdong dari Warung Kopi di Kaliombo

Setelah itu tim gabungan berpindah ke Hotel Pondok Indah di Jalan Raden Patah. Dari hotel di Kelurahan Kemasan itu petugas tak menemukan pelanggaran. Baik soal izin maupun keberadaan pasangan mesum. Demikian pula saat di rumah karaoke Flamboyan.

Petugas kembali menemukan pasangan bukan suami istri di beberapa rumah kos di Kelurahan Kaliombo. Dua pasangan terazia dari dua rumah kos berbeda. Semuanya masih berstatus mahasiswa.

Sementara itu, Satpol PP Kabupaten Kediri kembali merazia pelajar yang bolos sekolah, kemarin (1/11). Kali ini, warung kopi di Desa Sukorejo, Ngasem yang disasar petugas. Di sana, petugas menemukan 11 pelajar yang membolos.

Sebelas pelajar yang terjaring dalam giat cendekia tersebut merupakan siswa SMP dan SMA. “Ada delapan pelajar yang masih SMP,” ujar Kasi Opsdal Satpol PP Kabupaten Kediri Toni Subiyanto.

Baca Juga :  Karyawan Toko Pupuk Nyambi Edarkan Dobel L

“Mereka sedang asyik nongkrong waktu kami ke sana,” jelas Toni.

Saat diinterogasi, pelajar tersebut berdalih dengan berbagai macam alasan. Ada yang mengaku pulang pagi. Ada pula yang mengaku sedang tidak ada jam pelajaran. Semua pelajar itu diangkut petugas ke kantor Satpol PP Kabupaten Kediri. Untuk memberikan efek jera, mereka diberi sanksi untuk baris-berbaris, upacara, menghafalkan Pancasila, dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/