29.1 C
Kediri
Wednesday, July 6, 2022

Peternak Burung Puyuh Terancam 15 Tahun Bui

KEDIRI KABUPATEN – Saiful Huda, 40, terdakwa kasus penyalahgunaan sabu-sabu (SS) menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Kediri, kemarin. Peternak burung puyuh asal Desa/Kecamatan Badas ini didakwa terlibat dalam peredarannya. Dia terancam hukuman 15 tahun penjara.

“Karena perbuatannya terdakwa telah melanggar pasal 114 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” ujar Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ichwan usai persidangan di ruang Kartika PN, sekitar pukul 15.30, kemarin.

Berdasarkan barang bukti SS dengan berat netto 0,197 gram  yang telah diuji laboratorium terungkap adalah metamfetamin. Kandungannya terdaftar narkotika golongan satu.

Sebelumnya, Hakim Ketua Lila Sari sempat menanyakan pada terdakwa soal pendampingan penasihat hukum terhadap Saiful. Mengingat ancaman hukumannya cukup berat. “Kalau tidak mempunyai pengacara, maka akan ditunjuk oleh majelis,” ujarnya.

Baca Juga :  Begal Sadis Kayenkidul Tertangkap, Satu Masih Buron

Majelis hakim lantas menunjuk Bagus Wibowo sebagai PH Saiful. Setelah terdakwa didampingi pengacara, JPU membacakan berkas dakwaannya. “Bahwa terdakwa didapati telah menjual narkotika jenis sabu-sabu,” ujar Ichwan.

Saiful ditangkap polisi di pinggir jalan Dusun Bringin, Kecamatan Badas. Pada saat, dari tangan Saiful diamankan 12 plastik klip berisi SS. Beratnya beserta bungkus 4,69 gram. Namun berat bersihnya sekitar 2,29 gram. Selain itu, polisi pun mengamankan satu gawai merek Nokia yang berisi transaksi.

Saiful tidak mengajukan keberatan atas berkas dakwaan JPU. Maka agenda sidang langsung dilanjutkan dengan mendengarkan keterangan saksi. Ada empat saksi. Dua dari kepolisian dan dua lainnya adalah terdakwa dengan kasus sama.

Baca Juga :  Pembunuhan Budi: Penasihat Hukum Aris-Aziz Batal Ajukan Eksepsi
- Advertisement -

KEDIRI KABUPATEN – Saiful Huda, 40, terdakwa kasus penyalahgunaan sabu-sabu (SS) menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Kediri, kemarin. Peternak burung puyuh asal Desa/Kecamatan Badas ini didakwa terlibat dalam peredarannya. Dia terancam hukuman 15 tahun penjara.

“Karena perbuatannya terdakwa telah melanggar pasal 114 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” ujar Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ichwan usai persidangan di ruang Kartika PN, sekitar pukul 15.30, kemarin.

Berdasarkan barang bukti SS dengan berat netto 0,197 gram  yang telah diuji laboratorium terungkap adalah metamfetamin. Kandungannya terdaftar narkotika golongan satu.

Sebelumnya, Hakim Ketua Lila Sari sempat menanyakan pada terdakwa soal pendampingan penasihat hukum terhadap Saiful. Mengingat ancaman hukumannya cukup berat. “Kalau tidak mempunyai pengacara, maka akan ditunjuk oleh majelis,” ujarnya.

Baca Juga :  Jual Benih Jagung, 3 Orang Ditangkap Polisi Kediri

Majelis hakim lantas menunjuk Bagus Wibowo sebagai PH Saiful. Setelah terdakwa didampingi pengacara, JPU membacakan berkas dakwaannya. “Bahwa terdakwa didapati telah menjual narkotika jenis sabu-sabu,” ujar Ichwan.

Saiful ditangkap polisi di pinggir jalan Dusun Bringin, Kecamatan Badas. Pada saat, dari tangan Saiful diamankan 12 plastik klip berisi SS. Beratnya beserta bungkus 4,69 gram. Namun berat bersihnya sekitar 2,29 gram. Selain itu, polisi pun mengamankan satu gawai merek Nokia yang berisi transaksi.

Saiful tidak mengajukan keberatan atas berkas dakwaan JPU. Maka agenda sidang langsung dilanjutkan dengan mendengarkan keterangan saksi. Ada empat saksi. Dua dari kepolisian dan dua lainnya adalah terdakwa dengan kasus sama.

Baca Juga :  Sebulan, Satpol PP Razia Belasan Warung

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/