29.1 C
Kediri
Wednesday, July 6, 2022

Kondisi Pelaku ‘Nyangkul Kepala’ , Ini Penjelasan Kapolsek Plosoklaten

KABUPATEN, JP Radar Nganjuk – Polisi belum memutuskan status Ahmad Fauzi, 37, pelaku pencangkulan yang membuat korbannya luka parah. Mereka masih menunggu hasil observasi terhadap kondisi kejiwaan pelaku.

Sebelumnya, terjadi duel antara dua orang yang sebelumnya adalah kawan di Desa Gondang, Kecamatan Plosoklaten. Duel terjadi antara Ahmad Fauzi dan Suyono, warga Desa Kayunan di kecamatan yang sama. Akibat duel itu, Suyono terluka parah. Saat ini korban masih dirawat di RSUD SLG akibat luka dahi.

Sedangkan pelaku saat ini masih dirawat di RS Jiwa Dr Radjiman Wediodiningrat, Lawang, Kabupaten Malang.  Upaya ini untuk melihat apakah saat melakukan aksinya itu pelaku terganggu kondisi mentalnya.

Bagaimana kondisi pelaku saat ini? “Hari kedua, masih belum ada perkembangan (menurut keterangan) dari pihak rumah sakit,” aku Kapolsek Plosoklaten Iptu Agus Sudarjanto.

Perwira polisi berpangkat dua balok di pundaknya itu menjelaskan bahwa sebenarnya anggotanya sempat akan menaruh Fauzi ke sel tahanan Mapolsek Plosoklaten. Namun karena ada riwayat kesehatan Fauzi yang dijelaskan oleh keluarga, pihak kepolisian dan warga sekitar sepakat untuk memeriksakannya lagi ke RSJ.

Baca Juga :  Yogi Terancam Hukuman Mati

Menurut keterangan keluarga dan perangkat desa, Fauzi masih berbahaya. Karena sebelumnya sempat diberikan obat penenang. Lelaki itu memang punya riwayat terganggu kesehatan jiwanya.

“Kami juga melihat kondisinya, tidak bisa dijadikan satu dengan tahanan di Mapolsek Plosoklaten juga. Alasannya keamanan juga,” terang perwira polisi ini.

Selama dilakukan observasi di RSJ Lawang, Malang, Agus menjelaskan bahwa Fauzi hanya diam saja. Tidak menjawab pertanyaan mengapa dia melakukan tindakan keji terhadap Suyono.

Polisi juga enggan menjawab kondisi mental pelaku saat ini. Sebab, hal itu merupakan kewenangan pihak rumah sakit. “Kalau untuk menjawab kondisi mental, kapasitasnya dari RS langsung, ya, Mas,” akunya.

Sementara itu, Agus menambahkan bahwa hingga kemarin siang pihaknya juga masih belum bisa menggali informasi dari Suyono. Pasalnya masih dalam kondisi belum pulih. Masih sulit untuk dimintai keterangan. Pihaknya juga masih terus memonitor keadaan Suyono hingga benar-benar pulih terlebih dahulu.

“Kendalanya masih tetap motif penyerangan ini belum bisa digali sepenuhnya. Namun kami akan terus lakukan pengembangan kasusnya,” ujar Agus.

Baca Juga :  Gembosi Ban Mobil Nasabah Bank di Pare, Perampok Gondol Rp 0,5 Miliar

Sejauh ini, dari keluarga Suyono dan juga Fauzi juga masih dimintai keterangan sebagai saksi. Pihaknya mengaku bahwa proses hukum diserahkan langsung ke petugas kepolisian. “Untuk diangkat menjadi tersangka, kami tetap harus menunggu hasilnya dari rumah sakit, nggih, Mas,” pungkas Agus.

Kejadian ini berlangsung Minggu (31/5) petang. Fauzi memukul Suyono dengan cangkul di bagian badan dan juga kepala hingga dahinya terluka. Suyono sempat dirawat di klinik kesehatan di Brenggolo. Karena lukanya parah kemudian dirujuk ke RSUD SLG. (syi/fud)

 

 

Benih-Benih Sakit Jiwa

–         Observasi hari kedua di RSJ Lawang Malang, petugas kepolisian masih belum mendapatkan hasil kesehatan jiwa.

–         Penyelidikan terus dilakukan, Fauzi masih belum ditetapkan tersangka

–         Pemicu-pemicu kemarahan dan juga aksi pemukulan itu dimungkinkan karena kemungkinan ada permasalahan antara keduanya itu. Namun masih belum bisa dipastikan.

–         Fauzi sempat dirawat dan diberikan obat penenang beberapa bulan terakhir karena memang sempat mengalami gangguan.

 

 

 

- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Nganjuk – Polisi belum memutuskan status Ahmad Fauzi, 37, pelaku pencangkulan yang membuat korbannya luka parah. Mereka masih menunggu hasil observasi terhadap kondisi kejiwaan pelaku.

Sebelumnya, terjadi duel antara dua orang yang sebelumnya adalah kawan di Desa Gondang, Kecamatan Plosoklaten. Duel terjadi antara Ahmad Fauzi dan Suyono, warga Desa Kayunan di kecamatan yang sama. Akibat duel itu, Suyono terluka parah. Saat ini korban masih dirawat di RSUD SLG akibat luka dahi.

Sedangkan pelaku saat ini masih dirawat di RS Jiwa Dr Radjiman Wediodiningrat, Lawang, Kabupaten Malang.  Upaya ini untuk melihat apakah saat melakukan aksinya itu pelaku terganggu kondisi mentalnya.

Bagaimana kondisi pelaku saat ini? “Hari kedua, masih belum ada perkembangan (menurut keterangan) dari pihak rumah sakit,” aku Kapolsek Plosoklaten Iptu Agus Sudarjanto.

Perwira polisi berpangkat dua balok di pundaknya itu menjelaskan bahwa sebenarnya anggotanya sempat akan menaruh Fauzi ke sel tahanan Mapolsek Plosoklaten. Namun karena ada riwayat kesehatan Fauzi yang dijelaskan oleh keluarga, pihak kepolisian dan warga sekitar sepakat untuk memeriksakannya lagi ke RSJ.

Baca Juga :  Polisi Tetapkan Dian Tersangka

Menurut keterangan keluarga dan perangkat desa, Fauzi masih berbahaya. Karena sebelumnya sempat diberikan obat penenang. Lelaki itu memang punya riwayat terganggu kesehatan jiwanya.

“Kami juga melihat kondisinya, tidak bisa dijadikan satu dengan tahanan di Mapolsek Plosoklaten juga. Alasannya keamanan juga,” terang perwira polisi ini.

Selama dilakukan observasi di RSJ Lawang, Malang, Agus menjelaskan bahwa Fauzi hanya diam saja. Tidak menjawab pertanyaan mengapa dia melakukan tindakan keji terhadap Suyono.

Polisi juga enggan menjawab kondisi mental pelaku saat ini. Sebab, hal itu merupakan kewenangan pihak rumah sakit. “Kalau untuk menjawab kondisi mental, kapasitasnya dari RS langsung, ya, Mas,” akunya.

Sementara itu, Agus menambahkan bahwa hingga kemarin siang pihaknya juga masih belum bisa menggali informasi dari Suyono. Pasalnya masih dalam kondisi belum pulih. Masih sulit untuk dimintai keterangan. Pihaknya juga masih terus memonitor keadaan Suyono hingga benar-benar pulih terlebih dahulu.

“Kendalanya masih tetap motif penyerangan ini belum bisa digali sepenuhnya. Namun kami akan terus lakukan pengembangan kasusnya,” ujar Agus.

Baca Juga :  Pembuang Bayi Kramat dan Lengkong Masih Gelap

Sejauh ini, dari keluarga Suyono dan juga Fauzi juga masih dimintai keterangan sebagai saksi. Pihaknya mengaku bahwa proses hukum diserahkan langsung ke petugas kepolisian. “Untuk diangkat menjadi tersangka, kami tetap harus menunggu hasilnya dari rumah sakit, nggih, Mas,” pungkas Agus.

Kejadian ini berlangsung Minggu (31/5) petang. Fauzi memukul Suyono dengan cangkul di bagian badan dan juga kepala hingga dahinya terluka. Suyono sempat dirawat di klinik kesehatan di Brenggolo. Karena lukanya parah kemudian dirujuk ke RSUD SLG. (syi/fud)

 

 

Benih-Benih Sakit Jiwa

–         Observasi hari kedua di RSJ Lawang Malang, petugas kepolisian masih belum mendapatkan hasil kesehatan jiwa.

–         Penyelidikan terus dilakukan, Fauzi masih belum ditetapkan tersangka

–         Pemicu-pemicu kemarahan dan juga aksi pemukulan itu dimungkinkan karena kemungkinan ada permasalahan antara keduanya itu. Namun masih belum bisa dipastikan.

–         Fauzi sempat dirawat dan diberikan obat penenang beberapa bulan terakhir karena memang sempat mengalami gangguan.

 

 

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/