26.7 C
Kediri
Monday, July 4, 2022

Cangkul Kepala Buruh Tani, Warga Plosoklaten Dibawa ke RSJ

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Duel berdarah terjadi di Kecamatan Plosoklaten Minggu petang (30/5). Dua orang yang dikenal berteman cekcok. Salah satunya menderita luka parah. Dahinya robek karena dihantam cangkul oleh pelaku.

Kejadian itu berlangsung di Desa Gondang, di rumah pelaku yang bernama Ahmad Fauzi, 37. Korbannya adalah Suyono, 39, warga Desa Kayunan, yang masih satu kecamatan. Saat itu Suyono bertamu ke rumah temannya sesama buruh tani tersebut.

Lalu, apa penyebab cekcok berdarah itu? Hingga kemarin belum jelas apa yang meletupkan perseteruan dua sahabat tersebut. Polisi belum bisa mengorek keterangan dari dua orang yang terlibat perkelahian itu. Korbannya masih tergeletak di rumah sakit. Sedangkan pelakunya saat ini dibawa ke rumah sakit jiwa.

“Masih kami dalami, karena korban juga masih menjalani perawatan,” aku Kapolsek Plosoklaten Iptu  Agus Sudarjanto.

Menurut Iptu Agus, kejadian bermula ketika Suyono bertamu ke rumah Fauzi sekitar pukul 17.00. Bertamunya korban ke rumah pelaku dianggap hal yang lumrah. Selama ini dua orang itu adalah sahabat karib. Sama-sama bekerja sebagai buruh tani.

Namun, tanpa diketahui apa sebabnya tiga-tiba Fauzi melayangkan cangkul ke arah korban. Mata cangkul yang tajam langsung mengarah ke kepala Suyono. Clapp!!! Darah pun langsung muncrat dari dahi korban. Seketika itu Suyono ambruk.

Baca Juga :  Viral, Wakil Ketua DPRD Diajak Duel

Mengetahui korbannya sudah ambruk tak berdaya, pelaku masih berniat menghantam lagi. Beruntung beberapa saksi mata bereaksi cepat. Mereka memegang pelaku. Mencegah pelaku kembali menghantam korbannya dengan cara merebut cangkul yang dipegang.  

“Warga sekitar tahunya cuman tiba-tiba melihat keduanya cekcok. Lalu pelaku  memukul dengan cangkul saja,” terang perwira polisi berpangkat dua balok di pundaknya itu.

Korban yang terkapar di halaman rumah pelaku segera dilarikan ke rumah sakit terdekat. Dahinya terluka akibat pukulan cangkul. Kemudian, warga sekitar mengamankan pelaku. Sebagian lagi menghubungi pihak kepolisian. Keluarga korban juga langsung dihubungi.

Saat polisi datang, pelaku sudah bisa ditenangkan. Dia hanya duduk terdiam. Polisi segera membawanya ke Mapolsek Plosoklaten.

Hanya, keanehan sedikit terlihat saat polisi melakukan interogasi. Pelaku hanya diam membisu ketika ditanyai. Dia tak menjelaskan alasan sampai tega melakukan kekerasan pada temannya.

Fauzi dan Suyono selain berteman, rumahnya juga tak terlalu jauh. Hanya berjarak 200 meter, meskipun berbeda desa. Keduanya juga sering pergi bersama.

Keluarga pelaku yang ditanya perihal penyebab kejadian itu juga angkat bahu. Mereka tidak mengetahui permasalahan apa yang membelit kedua orang tersebut. Namun, pihak keluarga membenarkan sempat melihat keduanya beradu mulut sebelum kejadian mengerikan itu. Adu mulut itu berlangsung di depan rumah.

Baca Juga :  Pengamat: Kasus Pembunuhan Budi, Semua Tergantung Fakta Persidangan

Karena bertingkah aneh itu, akhirnya polisi memutuskan membawa pelaku ke RS jiwa di Lawang, Kabupaten Malang. Dia diperiksakan kesehatan mentalnya. “Dugaan awal dan dari keterangan keluarga memang ada indikasi ODGJ (orang dengan gangguan jiwa, Red),” kata Agus.

Kini, harapan polisi mengetahui penyebab kejadian ini hanya pada korban. Sayang, hingga kemarin korban juga belum bisa dimintai keterangan. Bahkan, kondisinya juga belum membaik. “Baru tadi dirujuk ke RSUD SLG,” terangnya.

Saat ini petugas kepolisian hanya menyita satu barang buki. Yaitu cangkul yang digunakan untuk menyerang Suyono. (syi/fud)

 

Cekcok Berdarah Dua Sahabat

–         Minggu petang, sekitar pukul 17.00, Suyono mendatangi rumah Fauzi. Tidak ada yang curiga karena keduanya telah bersahabat lama.

–         Ketika tiba di rumah Fauzi, Suyono tak langsung masuk. Kedua orang ini bertemu di depan rumah. Keduanya juga terlihat adu mulut.

–         Tiba-tiba Fauzi meraih cangkul yang ada di dekatnya. Memukulkannya ke arah Suyono. Pukulan pertama bisa dihindari oleh korban. Namun pukulan kedua dan ketiga mengenai tubuh, tangan, dan kepala.

–         Suyono tersungkur, Fauzi sempat hendak menyerangnya lagi. Namun warga yang datang mampu memegang dan mengambil cangkul itu.

- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Duel berdarah terjadi di Kecamatan Plosoklaten Minggu petang (30/5). Dua orang yang dikenal berteman cekcok. Salah satunya menderita luka parah. Dahinya robek karena dihantam cangkul oleh pelaku.

Kejadian itu berlangsung di Desa Gondang, di rumah pelaku yang bernama Ahmad Fauzi, 37. Korbannya adalah Suyono, 39, warga Desa Kayunan, yang masih satu kecamatan. Saat itu Suyono bertamu ke rumah temannya sesama buruh tani tersebut.

Lalu, apa penyebab cekcok berdarah itu? Hingga kemarin belum jelas apa yang meletupkan perseteruan dua sahabat tersebut. Polisi belum bisa mengorek keterangan dari dua orang yang terlibat perkelahian itu. Korbannya masih tergeletak di rumah sakit. Sedangkan pelakunya saat ini dibawa ke rumah sakit jiwa.

“Masih kami dalami, karena korban juga masih menjalani perawatan,” aku Kapolsek Plosoklaten Iptu  Agus Sudarjanto.

Menurut Iptu Agus, kejadian bermula ketika Suyono bertamu ke rumah Fauzi sekitar pukul 17.00. Bertamunya korban ke rumah pelaku dianggap hal yang lumrah. Selama ini dua orang itu adalah sahabat karib. Sama-sama bekerja sebagai buruh tani.

Namun, tanpa diketahui apa sebabnya tiga-tiba Fauzi melayangkan cangkul ke arah korban. Mata cangkul yang tajam langsung mengarah ke kepala Suyono. Clapp!!! Darah pun langsung muncrat dari dahi korban. Seketika itu Suyono ambruk.

Baca Juga :  Kisah Wiji, setelah Dua Bulan Jalani Perawatan di RSJ Menur

Mengetahui korbannya sudah ambruk tak berdaya, pelaku masih berniat menghantam lagi. Beruntung beberapa saksi mata bereaksi cepat. Mereka memegang pelaku. Mencegah pelaku kembali menghantam korbannya dengan cara merebut cangkul yang dipegang.  

“Warga sekitar tahunya cuman tiba-tiba melihat keduanya cekcok. Lalu pelaku  memukul dengan cangkul saja,” terang perwira polisi berpangkat dua balok di pundaknya itu.

Korban yang terkapar di halaman rumah pelaku segera dilarikan ke rumah sakit terdekat. Dahinya terluka akibat pukulan cangkul. Kemudian, warga sekitar mengamankan pelaku. Sebagian lagi menghubungi pihak kepolisian. Keluarga korban juga langsung dihubungi.

Saat polisi datang, pelaku sudah bisa ditenangkan. Dia hanya duduk terdiam. Polisi segera membawanya ke Mapolsek Plosoklaten.

Hanya, keanehan sedikit terlihat saat polisi melakukan interogasi. Pelaku hanya diam membisu ketika ditanyai. Dia tak menjelaskan alasan sampai tega melakukan kekerasan pada temannya.

Fauzi dan Suyono selain berteman, rumahnya juga tak terlalu jauh. Hanya berjarak 200 meter, meskipun berbeda desa. Keduanya juga sering pergi bersama.

Keluarga pelaku yang ditanya perihal penyebab kejadian itu juga angkat bahu. Mereka tidak mengetahui permasalahan apa yang membelit kedua orang tersebut. Namun, pihak keluarga membenarkan sempat melihat keduanya beradu mulut sebelum kejadian mengerikan itu. Adu mulut itu berlangsung di depan rumah.

Baca Juga :  Pinginnya Disayang, eh, Surat Cerai yang Melayang

Karena bertingkah aneh itu, akhirnya polisi memutuskan membawa pelaku ke RS jiwa di Lawang, Kabupaten Malang. Dia diperiksakan kesehatan mentalnya. “Dugaan awal dan dari keterangan keluarga memang ada indikasi ODGJ (orang dengan gangguan jiwa, Red),” kata Agus.

Kini, harapan polisi mengetahui penyebab kejadian ini hanya pada korban. Sayang, hingga kemarin korban juga belum bisa dimintai keterangan. Bahkan, kondisinya juga belum membaik. “Baru tadi dirujuk ke RSUD SLG,” terangnya.

Saat ini petugas kepolisian hanya menyita satu barang buki. Yaitu cangkul yang digunakan untuk menyerang Suyono. (syi/fud)

 

Cekcok Berdarah Dua Sahabat

–         Minggu petang, sekitar pukul 17.00, Suyono mendatangi rumah Fauzi. Tidak ada yang curiga karena keduanya telah bersahabat lama.

–         Ketika tiba di rumah Fauzi, Suyono tak langsung masuk. Kedua orang ini bertemu di depan rumah. Keduanya juga terlihat adu mulut.

–         Tiba-tiba Fauzi meraih cangkul yang ada di dekatnya. Memukulkannya ke arah Suyono. Pukulan pertama bisa dihindari oleh korban. Namun pukulan kedua dan ketiga mengenai tubuh, tangan, dan kepala.

–         Suyono tersungkur, Fauzi sempat hendak menyerangnya lagi. Namun warga yang datang mampu memegang dan mengambil cangkul itu.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/