29.6 C
Kediri
Friday, July 1, 2022

Nonton Konser di Kediri, Dua Lelaki Asal Surabaya Jambret Ponsel

NGASEM, JP Radar Kediri — Dua pencuri telepon seluler (ponsel) saat perayaan tahun baru di lapangan Simpang Lima Gumul (SLG), Desa Sumberejo, Kecamatan Ngasem, tertangkap polisi. Keduanya asal Bubutan, Surabaya. Yakni, Moch. Yusuf, 28, warga Jl Gundhi, dan Rico Isilah, 20, warga Jl Sulung, Kelurahan Alon-alon Contong.Hingga kemarin, Yusuf dan Rico telah ditahan di Mapolsek Gampengrejo.

Polisi mengamankan satu handphone (HP) Xiaomi warna putih, satu ponsel Meizu putih, dan satu HP Sharp putih.

“Dalam aksinya mereka berbagi tugas,” ungkap Kapolsek Gampengrejo AKP Saiful Alam saat press release, kemarin (1/1).

Peristiwanya terjadi Selasa (31/12) sekitar pukul 23.15. Saat itu berlangsung konser “Shaggy Dog” dan “Tipe X” menyambut Tahun Baru 2020. Di antara penonton yang berjubel, Yusuf dan Rico berbaur. Namun, diduga keduanya tak hanya menonton. Tetapi, sekaligus mencari sasaran.

Baca Juga :  Nyuri HP di Madrasah, Pemuda Tugurejo Tertangkap karena Teknologi Ini

Yusuf berperan mengambil ponsel. Sementara Rico sebagai penerima dan penyimpan HP hasil curian. Sasaran mereka adalah Puji Prasetyo, 20, warga Dusun Balekambang, Desa Tanjung, Kecamatan Pagu.

Di tengah area pertunjukan musik itu, Yusuf mendekati sasarannya. Sambil joget, dia menempel dan menarik tas selempang yang dipakai Puji. Yusuf berusaha membuka resleting tas. Begitu terbuka, ponsel milik Puji langsung diembat. Sedangkan Puji yang merasa HP-nya dirampas, spontan berteriak maling…maling. Yusuf dan Rico segera melarikan diri. Namun, upaya mereka sia-sia. Pasalnya, petugas kepolisian yang menjaga keamanan perayaan tahun baru itu terburu meringkusnya.

Pelaku pencurian ini kemudian diamankan di mapolsek. Ketika diperiksa, ternyata mereka telah beberapa kali beraksi. “Kedua pelaku pernah melakukan di Surabaya dengan modus yang sama,” terang Saiful.

Baca Juga :  Pencabulan Anak di Kediri: Pelaku Gemas saat Lihat Korban Ganti Baju

Hasil curian mereka jual untuk mengangsur kredit sepeda motor. “Pelaku ini butuh uang untuk melunasi kreditan motor. Hasil curian mereka jual secara online. Jadi cuma batangan, tidak pakai boks,” papar Saiful.

Akibat perbuatannya, Yusuf dan Rico terancam pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. “Saat ini kedua tersangka dalam proses penyidikan,” pungkas Saiful.

- Advertisement -

NGASEM, JP Radar Kediri — Dua pencuri telepon seluler (ponsel) saat perayaan tahun baru di lapangan Simpang Lima Gumul (SLG), Desa Sumberejo, Kecamatan Ngasem, tertangkap polisi. Keduanya asal Bubutan, Surabaya. Yakni, Moch. Yusuf, 28, warga Jl Gundhi, dan Rico Isilah, 20, warga Jl Sulung, Kelurahan Alon-alon Contong.Hingga kemarin, Yusuf dan Rico telah ditahan di Mapolsek Gampengrejo.

Polisi mengamankan satu handphone (HP) Xiaomi warna putih, satu ponsel Meizu putih, dan satu HP Sharp putih.

“Dalam aksinya mereka berbagi tugas,” ungkap Kapolsek Gampengrejo AKP Saiful Alam saat press release, kemarin (1/1).

Peristiwanya terjadi Selasa (31/12) sekitar pukul 23.15. Saat itu berlangsung konser “Shaggy Dog” dan “Tipe X” menyambut Tahun Baru 2020. Di antara penonton yang berjubel, Yusuf dan Rico berbaur. Namun, diduga keduanya tak hanya menonton. Tetapi, sekaligus mencari sasaran.

Baca Juga :  Terobos Trotoar hingga Lawan Arus Lalin

Yusuf berperan mengambil ponsel. Sementara Rico sebagai penerima dan penyimpan HP hasil curian. Sasaran mereka adalah Puji Prasetyo, 20, warga Dusun Balekambang, Desa Tanjung, Kecamatan Pagu.

Di tengah area pertunjukan musik itu, Yusuf mendekati sasarannya. Sambil joget, dia menempel dan menarik tas selempang yang dipakai Puji. Yusuf berusaha membuka resleting tas. Begitu terbuka, ponsel milik Puji langsung diembat. Sedangkan Puji yang merasa HP-nya dirampas, spontan berteriak maling…maling. Yusuf dan Rico segera melarikan diri. Namun, upaya mereka sia-sia. Pasalnya, petugas kepolisian yang menjaga keamanan perayaan tahun baru itu terburu meringkusnya.

Pelaku pencurian ini kemudian diamankan di mapolsek. Ketika diperiksa, ternyata mereka telah beberapa kali beraksi. “Kedua pelaku pernah melakukan di Surabaya dengan modus yang sama,” terang Saiful.

Baca Juga :  Hasil Rapid Test Dua Saksi Nonreaktif

Hasil curian mereka jual untuk mengangsur kredit sepeda motor. “Pelaku ini butuh uang untuk melunasi kreditan motor. Hasil curian mereka jual secara online. Jadi cuma batangan, tidak pakai boks,” papar Saiful.

Akibat perbuatannya, Yusuf dan Rico terancam pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. “Saat ini kedua tersangka dalam proses penyidikan,” pungkas Saiful.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/