23.4 C
Kediri
Wednesday, August 17, 2022

Jaksa Tuntut Pengedar Pil Dobel L 15 Bulan Penjara

- Advertisement -

NGASEM, JP Radar Kediri– Agus Rifai, 50, terdakwa kasus pil koplo, dituntut 1 tahun 3 bulan penjara. Warga Desa Kawedusan, Plosoklaten ini dianggap terbukti mengedarkan sediaan farmasi secara ilegal kepada Ika Hidayati dan Slamet Pujianto. Jaksa penuntut umum (JPU) juga menerapkan denda Rp 5 juta.

“Bila tidak membayar akan diganti hukuman penjara selama tiga bulan,” jelas JPU Syaecha Diana dalam persidangan di ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Kediri.

Perbuatan Agus melanggar pasal 197 UU Nomor 36/2009 tentang Kesehatan sebagaimana diubah dengan paragraf 11 pasal 60 angka 10 UU Nomor 11/2020 tentang Cipta Kerja. Sesuai dakwaan, Agus menjual 50 butir pil dobel L pada Ika Hidayati, warga Dusun Sugihwaras, Desa Klanderan, Plosoklaten. Kemudian 15 butir dijual ke Slamet.

Baca Juga :  Jual Pil Dobel L pada Kuli Bangunan, Pemuda Semampir Ditangkap

Pil koplo itu didapatkan dari Kodok (DPO). Agus membelinya Rp 100 ribu dapat 100 butir. Selain dijual pada dua kenalannya, dia juga mengonsumsi sendiri 35 butir. Hal yang memberatkan, menurut Syaecha, perbuatan Agus tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas peredaran gelap narkoba. “Yang meringankan ia mengakui perbuatannya dan tidak akan mengulangi,” ujarnya.

Setelah JPU membacakan tuntutan, Quraisyiyah, hakim yang memimpin persidangan, memberi kesempatan Agus menanggapi. Pria kelahiran 1972 ini menyatakan menerima. Sidang akan kembali dibuka Rabu (3/8) dengan agenda putusan.






Reporter: Habibaham Anisa Muktiara
- Advertisement -

NGASEM, JP Radar Kediri– Agus Rifai, 50, terdakwa kasus pil koplo, dituntut 1 tahun 3 bulan penjara. Warga Desa Kawedusan, Plosoklaten ini dianggap terbukti mengedarkan sediaan farmasi secara ilegal kepada Ika Hidayati dan Slamet Pujianto. Jaksa penuntut umum (JPU) juga menerapkan denda Rp 5 juta.

“Bila tidak membayar akan diganti hukuman penjara selama tiga bulan,” jelas JPU Syaecha Diana dalam persidangan di ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Kediri.

Perbuatan Agus melanggar pasal 197 UU Nomor 36/2009 tentang Kesehatan sebagaimana diubah dengan paragraf 11 pasal 60 angka 10 UU Nomor 11/2020 tentang Cipta Kerja. Sesuai dakwaan, Agus menjual 50 butir pil dobel L pada Ika Hidayati, warga Dusun Sugihwaras, Desa Klanderan, Plosoklaten. Kemudian 15 butir dijual ke Slamet.

Baca Juga :  Pasar Pamenang Jadi Pilot Project Physical Distancing

Pil koplo itu didapatkan dari Kodok (DPO). Agus membelinya Rp 100 ribu dapat 100 butir. Selain dijual pada dua kenalannya, dia juga mengonsumsi sendiri 35 butir. Hal yang memberatkan, menurut Syaecha, perbuatan Agus tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas peredaran gelap narkoba. “Yang meringankan ia mengakui perbuatannya dan tidak akan mengulangi,” ujarnya.

Setelah JPU membacakan tuntutan, Quraisyiyah, hakim yang memimpin persidangan, memberi kesempatan Agus menanggapi. Pria kelahiran 1972 ini menyatakan menerima. Sidang akan kembali dibuka Rabu (3/8) dengan agenda putusan.






Reporter: Habibaham Anisa Muktiara

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/